• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home PARENTING Remaja

Padusan, Kreasi Sunan Kalijaga yang Dibajak Barat

4 Jun 2016
in Remaja
Reading Time: 3 mins read
A A
Padusan, Kreasi Sunan Kalijaga yang Dibajak Barat
0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

(Panjimas.com) – Assalamu’alaikum, Sobat Panjimas. Alhamdulillah, Allah masih kasih kita umur, hingga bisa ketemu lagi di Rubrik Remaja edisi kali ini. Dan bersyukurnya lagi, tinggal beberapa hari aja bulan Sya’ban berakhir, yang artinya Ramadhan ‘kan tiba, Insya Allah. Hayo, siapa yang masih punya utang puasa? Cepet-cepet diberesiiin… Dan buat semua aja, ayo kita siapin diri secara fisik dan ruhiyah biar bisa ber-Ramadhan dengan seoptimal mungkin. Baiknya kita berharap besar, moga-moga amalan Ramadhan kita kali ini lebih baik dari yang dulu-dulu. Emang idealnya gitu, karna kan tambah dewasa. Betul?

Kita pun mesti sadar bahwa banyak hal yang mesti diperhatiin juga hal yang mesti diwaspadai, seputar ibadah Ramadhan maupun kondisi sosial masyarakat kita menjelang, saat, dan usai bulan Ramadhan. Kita sebagai remaja Muslim baiknya dan idealnya ngerti, biar bisa posisiin diri dengan bijak, dan nggak salah tempat. Iya dong. Hmm… nggak dikit lho, Sob, hal-hal yang jadi kebiasaan masyarakat dalam menyambut Ramadhan, yang ternyata nggak bener, atau paling enggak ya kurang okelah, hehehe…

Yup, kali ini kita mau ngebahas soal tradisi jelang Ramadhan yang ada di Jawa, khususnya Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Yang ternyata, walau nggak sama namanya, tapi ada juga tradisi serupa di beberapa daerah lain di Tanah Air. Yeah, tradisi itu namanya Padusan.

Padusan tuh Bahasa Jawa. Kata dasarnya “adus” yang artinya mandi. Nah, kalo Padusan adalah, mandi jinabat yang dilakukan secara berbarengan di suatu tempat pemandian umum, pada sehari sebelum tiba tanggal satu Ramadhan.

Konon kabarnya, tradisi ini hasil karya tokoh penyebar Islam di Jawa yang sohor, yakni Sunan Kalijaga. Ya, memang beliau terkenal sebagai da’i kreatif pada zamannya. Beliau mendakwahkan Islam bukan secara frontal, melainkan dengan taktik ngesisipin nilai-nilai dan ritual peribadatan Islam ke dalam kegiatan kemasyarakatan dan seni budaya yang diminati oleh masyarakat setempat.

Tradisi Padusan Sunan dipakai buat ngajakin masyarakat Jawa melaksanakan sunnah Mandi Jinabat sebelum ngelakuin fardhu Siyam Ramadhan. Dan ternyata kegiatan kayak gitu dapat antusiasme besar dari masyarakat.

Selain sebagai cara penanaman sunnah mandi jinabat, Sunan Kalijaga dan para ulama penerus beliau pun, dengan itu nyoba nancepin nilai-nilai Islam yang lain, yakni kebersihan, dan kebersamaan. Masyarakat tak diajak mandi jinabat di sembarang tempat. Namun memilih tempat-tempat dengan air yang berkualitas bagus. Misalnya di kolam masjid dan di sumber mata air, atau orang Jawa nyebutnya “umbul”.

Dari segi penanaman adab Islam, padusan pada waktu itu hanya diikuti oleh kaum lelaki, dengan masih mengenakan kain, buat ngejaga aurat. Dan buat kaum perempuan, mereka nggak diajak mandi di tempat umum yang terbuka.

Di Yogyakarta, tradisi Padusan mulai dilaksanakan sejak pemerintahan Hamengkubuwono I. Kemudian seiring bergantinya waktu, hingga sejak tahun 1950-an, tradisi padusan mulai surut peminatnya. Namun hal ini bukan tetanda kemunduran dakwah. Sebaliknya, gejala ini merupakan bukti kemajuan dakwah Islam di Jawa. Ya, karena sejak itu kaum Muslim mulai paham bahwa mandi jinabat jelang Ramadhan nggak mesti dilakuin bareng-bareng yang dikemas dalam sebuah tradisi bernama Padusan. Kaum Muslim pun udah mulai ngelakuin sunnah Mandi Jinabat ini di tempat tinggal masing-masing.

Namun perjalanan dakwah nggak selalu mulus. Selalu aja ada tantangannya. Sejak beberapa dekade belakangan, tradisi Padusan mengalami pergeseran makna dan tujuan. Di mana yang pada mulanya Padusan merupakan sebuah metode kultural buat nanemin ibadah sunnah, adab, dan ukhuwah, belakangan ini nilai-nilai itu dicemari, bahkan tujuannya dibelokin oleh musuh Islam dari Barat.

Kaum Orientalis dan Zionis sengaja bermaksud ngelemahin generasi muda Muslim dengan tiga F yang dijadiin umpannya. Yakni, Food, Fashion, and Fun. Ya, dan tradisi Padusan pun digeserkan makna dan tujuannya biar kaum muda Muslim ngelahap umpan itu. Padusan yang dilakuin sebagian kaum muda Muslim belakangan ini adalah rekreasi di objek wisata pemandian. Dengan pakaian yang nggak syar’i, dengan jajanan yang hedonis, yang nggak thoyyib dan nyisain sampah-sampah non organik dalam jumlah besar. Dan pastinya, dengan hubungan sangat bebas antar lawan jenis.

Ya, yang terjadi saat ini adalah pergeseran makna dan tujuan tradisi Padusan yang udah bertolak seratus delapan puluh derajat dari awal mula dikreasi oleh Kanjeng Sunan Kalijaga.

Maka itu wahai Remaja Muslim, sadarlah, ayo buka mata, telinga, hati, dan juga pikiran kita! Apa kita rela kelakuan busuk Barat ini terus berkelanjutan? Apa kita nggak malu di hadapan Allah SWT jika kitalah segelintir dari kaum muda Muslim yang jadi korban pembohongan Barat? Pun apa kita nggak takut adzabNya jika kita ngerti tapi nggak berbuat apa-apa? Segitu lemahkah kita? Enggak! Kita harus lawan! Saatnya kita sadarin kembali saudara-saudara kita, teman-teman kita. Kita ingatkan mereka bahwa Padusan sejatinya adalah metode dakwah para ulama dahulu kala. Mereka pakai cara itu setelah ngecermatin gimana kondisi sosial, psikologi, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat. Jika memang saat ini dirasa masih dibutuhkan, kita lanjutin tradisi Padusan. Namun kalo ternyata dakwah dengan metode lain lebih efektif dan efisien, maka seyogyanya kita tempuh cara itu. Ya, kita harus meneladani betapa kreatifnya Sunan Kalijaga dan para ulama pendahulu kita di Jawa. Kita teladani mereka dengan mencipta kreatifitas dakwah yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat, di mana pun itu.

Ingat, kita harus bijak menilai segala hal. Janganlah kita mencela tradisi Padusan hasil kreasi Sunan Kalijaga. Namun yang mesti kita lawan adalah langkah Barat dalam ngebelokin tradisi itu kepada makna dan tujuan yang sesat. Ingat, Barat kepengin ngehancurin jiwa-raga kaum muda Muslim. Maka kita nggak boleh diam, kita mesti lawan dengan taktik yang cerdas, yang kreatif, seperti Sunan Kalijaga pada masa beliau ada. Wallahu a’lam. [IB]

 

Tags: Padusan
ShareTweetSend
Previous Post

Bersatu Bela Negara, Rakyat Indonesia Tolak PKI

Next Post

Ibnu Khaldun dan Catatan Kenegaraan untuk Kita

Next Post
Kisah Miqdad bin Amr: Prajurit Berkuda Pertama dalam Islam (1)

Ibnu Khaldun dan Catatan Kenegaraan untuk Kita

Bagaimana Umat Islam Menyikapi Konflik antar Mujahidin di Suriah?

[VIDEO] Bagaimana Islam Memandang Tradisi Padusan?

Hilal Tidak Terlihat di Cakung Jakarta Timur

Inilah Dua Cara Menentukan Awal Ramadhan

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Padusan, Kreasi Sunan Kalijaga yang Dibajak Barat

Padusan, Kreasi Sunan Kalijaga yang Dibajak Barat

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.