• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home PARENTING Remaja

Bikin Cerpen, Yuk..!

14 Jul 2017
in Remaja
Reading Time: 3 mins read
A A
Bikin Cerpen, Yuk..!
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

(Panjimas.com) – Berdakwah nggak harus ceramah. Mungkin kamu sering denger pernyataan itu. Emang bener, ada banyak cara berdakwah. Dakwah adalah kegiatan yang sifatnya menyeru, mengajak, dan memanggil orang, untuk beriman dan taat kepada Allah ta’ala, dengan cara yang sesuai kaidah dakwah. Boleh pakai cara dan media apa aja, asalkan masih di dalam koridor yang dibenarkan.

Dakwah dengan ceramah bergaya lugas-to the point, buat segmen pendengar tertentu bisa jadi kurang efektif, karena adanya dua faktor yang saling melemahkan. Faktor pendengarnya kurang berminat menyimak ceramah, dan faktor kekurangkreatifan penyampaian materi ceramah.

Muslim Indonesia bercorak heterogen. Satu sama lainnya beda minat dan selera. Ada yang suka diskusi serius ada yang enggak. Ada yang lebih tertarik menghayati lirik lagu sembari menikmati lantunan musiknya. Ada yang betah berimajinasi dan menggali makna karya seni rupa dan desain. Ada pula yang suka nonton film dan mudah tersentuh dengan adegan-adegannya. Dan ada juga yang mudah terketuk hatinya dengan berhening ria membaca cerita.

Nah, Kesukaan-kesukan orang yang beraneka ragam itu adalah pintu dakwah yang cukup potensial. Tulisan ini bakal berfokus pada yang terakhir disebut, dakwah dengan cara menulis cerita. Kita bakal belajar teori singkat cara membuat cerpen Islami. Setuju dan siap? Okey, yuk kita mulai…!

Tema

Pertama, tentukan tema. Misalnya aja; ukhuwah, kemanusiaan, pertaubatan, keadilah, kasih sayang, kedermawanan, dan apa aja yang penting memesankan nilai-nilai Islam.

Karna konten intinya adalah pesan keislaman, kalo mau kandungan hikmahnya lebih berbobot, bolehlah kalo mau konsultasi dulu ke ustadz atau kiai yang tentunya lebih dalam ilmu Din-nya, dan lebih arif-bijaksana.

Tema bisa digagas sebelum maupun setelah nemu ide. Kalo emang mau ditentukan duluan, kita mesti nyari ide ceritanya. Tapi kadang tanpa sengaja tiba aja kita nemu ide. Nah, kalo kayak gitu kasusnya, langkah selanjutnya adalah menentukan tema. Ide cerita itu mau kita arahkan buat menyampaikan pesan moral apa?

Ide

Bingung nyari ide itu wajar buat penulis pemula. Tapi sebenernya nih, ide tuh ada di mana aja dan kapan aja. Pertanyaannya adalah seberapa peka, jeli, dan sabarnya kita, untuk bisa menemukannya.

Ide cerita bisa didapat dari suatu peristiwa, benda, bacaan, curhatan teman, pengalaman pribadi di masa silam, dan masih banyak lagi. Dan bagi orang yang udah banyak kali bikin cerpen ataupun novel, sering kali ide-ide bakalan muncul tiba-tiba, berseliweran nggak kenal tempat dan waktu. Hehehe… asyik, kan?

Alur

Alur atau jalan cerita boleh ditulis, boleh cukup dibayangin aja. Yang pasti, usahakan bikin alur seunik mungkin, nggak kayak cerita-cerita kebanyakan yang udah bisa ditebak endingnya. Seperti, penjahat yang suatu ketika ketemu ustadz lalu bertaubat, misalnya. Itu cerita yang udal klise. Bikin yang beda, dong…!

Tapi sebenarnya nggak papa sih, kalo emang masih pemula dan belum berhasil menyusun alur yang unik. Pakai alur yang pasaran aja, kalo emang kamunya pinter ngeramu karakter, dialog, dan konfliknya, sampe bener-bener bisa menghanyutkan emosi pembaca, insya Allah bakalan keren juga hasilnya.

Dan satu hal yang harus diperhatikan adalah, dalam sebuah cerpen, sebaiknya puncak konflik atau klimaksnya tunggal. Jangan bikin cerpen berklimaks ganda. Kenapa? Biar emosi pembaca terfokus, sehingga bisa menghayatinya dengan mendalam. Kalo penghayatannya dalam, insya Allah pesannya bakalan merasuk ke lubuk hati pembaca. Kan kita berdakwah, betul?

Merangkai Kata

Kalo udah fix ketiga hal itu tadi, saatnyalah nulis. Jangan pusing mikirin kata dan kalimat pertama. Jangan takut kalo itu jadi awal yang jelek. Tulis, dan jalan terus aja dulu!

Jangan berambisi kalimat demi kalimat yang kita rangkai harus perfect semua. Jangan berhenti walau tulisan kita acak-acakan nggak keruan. Lanjut aja, soal perbaikan nanti urusannya!

Masalah kaedah penulisan jangan dihiraukan dulu. Kalau kita takut salah dalam Ejaan Bahasa Indonesia (EBI [dulu EYD])-nya, kita nggak bakalan jadi nulis sampe rampung. Sayang dong, kalo nulis mandeg di tengah jalan cuman gegara takut salah kaidah bahasanya.

Sunting

Banyak yang menyarankan, penyuntingan atau editing dilakukan setelah melalui jeda waktu, entah hitungan menit, jam, bahkan hari. Kenapa? Biar kitanya adem dan fresh dulu.

Cara menyunting yang jitu –menurut pengalaman penulis– adalah dengan membaca naskah dengan saksama, rasakan enak enggaknya dibaca, lalu ubah bagian-bagian yang dirasa perlu diubah. Perubahan bisa berupa mengganti/menambah/menghapus kata maupun kalimat. Atau cukup tanda bacanya aja. Kenapa tulisan perlu enak dibaca? Karna “rasa”-lah yang bikin pembaca betah dan tersentuh emosinya.

Penyuntingan boleh –bahkan disarankan– diulang beberapa kali, sampe kita merasa pede nge-publish cerpen itu. (Kalo nggak pede-pede juga ya harus dipaksa pede. Hehehe…)

Biar tulisan sesuai kaedah EBI, lebih baiknya saat menyunting kita pegang buku panduan EYD/EBI dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kalo belum punya, buka internet aja.

Itu tuh, teori praktis nulis cerpen islami. Mudah apa susah? Nggak usah dijawab, karna apa pun jawabanmu, nggak bakal ada gunanya. Teori ini pun nggak bakalan berguna kalo satu syaratnya nggak dipenuhi. Apa itu? Praktik nulis!

Mau bisa nulis dan jadi penulis itu kuncinya dua. Satu: praktik nulis! Teori nulis bisa membimbing, tapi juga bisa jadi dinding penghalang orang untuk nulis. Teori bakal jadi dinding penghalang kalo kita takut bikin kesalahan. Dua: sering membaca tulisan orang lain! Terutama yang berkualitas. Kalo mau pinter bikin cerpen islami, ya bacalah banyak cerpen. Dan jangan yang islami aja. Semuanya. Makin beragam model cerpen yang kamu baca, makin kuat daya kreasi yang kamu punya. Ya, sering-sering aja baca cerpen, insya Allah kamu bakal bisa bikin cerpen-cerpen islami yang bermutu tinggi. Selamat berdakwah dengan cerpen islami! Wallahu a’lam. [IB]

Tags: menulis
ShareTweetSend
Previous Post

AJI: Pembubaran Ormas Harus Melalui Pengadilan yang Adil

Next Post

Penerbitan Perppu Ormas, YLBHI: Negara Seolah Melindungi Warga Negara

Next Post
Penerbitan Perppu Ormas, YLBHI: Negara Seolah Melindungi Warga Negara

Penerbitan Perppu Ormas, YLBHI: Negara Seolah Melindungi Warga Negara

Perppu Pembubaran Ormas, Bentuk Arogansi Pemerintah Jokowi

Perppu Pembubaran Ormas, Bentuk Arogansi Pemerintah Jokowi

HTI dan Sejumlah Ormas Ajukan Uji Materil Perppu Perubahan UU Ormas Ke  MK

HTI dan Sejumlah Ormas Ajukan Uji Materil Perppu Perubahan UU Ormas Ke MK

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Tolak Keras Akui Israel, DSKS Protes ke DPRD Solo

Tolak Keras Akui Israel, DSKS Protes ke DPRD Solo

11 Jun 2025
Gema Takbir Jogja yang diselenggarakan AMM Gondomanan 30 Maret 2025

Gema Takbir Jogja yang diselenggarakan AMM Gondomanan 30 Maret 2025

28 Mar 2025
UU Baru Disahkan, Masyarakat Diambang Kecemasan

UU Baru Disahkan, Masyarakat Diambang Kecemasan

28 Mar 2025
Pondok Ngruki Buka Puasa Bersama BRIN dan Balitbang Agama Semarang

Pondok Ngruki Buka Puasa Bersama BRIN dan Balitbang Agama Semarang

22 Mar 2025
Perang Spanduk Antara Laskar VS Gudang Miras Terus Berlanjut

Perang Spanduk Antara Laskar VS Gudang Miras Terus Berlanjut

11 Mar 2025
Gudang Miras di Colomadu Ngeyel Berdiri Padahal Ditolak Warga, Siapa Bekingnya?

Gudang Miras di Colomadu Ngeyel Berdiri Padahal Ditolak Warga, Siapa Bekingnya?

8 Mar 2025
Buka Kedai Babi di Pasar Malam Arabian, Mall Sukoharjo Nodai Bulan Suci

Buka Kedai Babi di Pasar Malam Arabian, Mall Sukoharjo Nodai Bulan Suci

1 Mar 2025
Bikin Cerpen, Yuk..!

Bikin Cerpen, Yuk..!

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Inilah Kisah-kisah Keji & Tak Senonoh yang Melecehkan para Nabi dalam Kitab Suci Kristen

Inilah Kisah-kisah Keji & Tak Senonoh yang Melecehkan para Nabi dalam Kitab Suci Kristen

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Kisah Malang Tabi’in Mujahid Hafal Al-Qur’an yang Murtad, Apa Penyebabnya?

Kisah Malang Tabi’in Mujahid Hafal Al-Qur’an yang Murtad, Apa Penyebabnya?

Lalat di atas Kotoran Lebih Baik dari Ulama yang Datangi Penguasa

Lalat di atas Kotoran Lebih Baik dari Ulama yang Datangi Penguasa

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2025 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.