• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home PARENTING Remaja

Subur (Jangan) Tanpa Syukur

18 Oct 2017
in Remaja
Reading Time: 2 mins read
A A
Saatnya Hijrah ke Makanan dan Minuman Bersih

Assortment of fruits and vegetables

15
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

(Panjimas.com) – Musim hujan membayang, gerimis datang kadang-kadang. Rumput kering tepi jalan hadirkan warna lain kuatkan kesan kesegaran. Hijau-hijau menepis pandangan silau.

Dedaun muda ingatkan kita akan realitas tanah air Indonesia. Negeri agraris, kata bapak ibu guru di depan para muridnya. Tapi mengapa banyak anak muda cuek padanya? Ada yang nggak beres rupanya.

Kawula muda Indonesia selalu bersih jemarinya. Hanya gadget dikenalnya. Bilapun boleh belepotan, hanya saus yang diizinkan. Jajan bareng temen-temen sambil ngobrolin produk impor teranyar sampe lupa dari mana asal-usul makanan yang ditelan. Sebuah realitas kekinian.

“Sebenernya saya maunya arsitektur. Tapi bapak nggak ngizinin saya kuliah di swasta. Dia penginnya saya di negeri. Dan di sana keterimanya di pertanian,” kata seorang mahasiswa saat penulis ngobrol sama dia. Sebuah gambaran kalo bertani adalah pekerjaan yang sangat nggak menarik di mata anak Indonesia. Termasuk penulis, waktu remaja dulu sama sekali nggak kepikiran pengin jadi petani kayak ortu, karna menganggap bertani itu nggak ada kerennya sama sekali. Barulah setelah belajar dan belajar, akhirnya sadar kalo pekerjaan petani di negeri ini sejatinya mulia. Walau saat ini penulis belum terjun beneran ke dunia pertanian karna kendala jarak tempuh dari tempat tinggal ke lahan ortu, tapi menanam dan merawat sedikit tanaman sebagai hobi udah enjoy dilakukan di halaman.

Btw, itu terjadi sebab dorongan kesadaran. Sadar kalo realitas geografis negeri kita adalah kesuburan. Tanah subur adalah karunia sangat besar dari Allah ta’ala yang wajib kita respon dengan syukur. Syukur yang jujur, yang mewujud sebagai tindakan, aksi nyata, nggak cuma kata.

Penulis melihat kawula muda (Muslim) negeri ini lucu sekali. Mereka suka jajan aneka makanan, tapi ngerasa alergi sama tanah dan tanaman. Dan lebih lucunya lagi, banyak orang melihat itu sebagai realitas yang baik-baik aja, no problem, nggak dosa. Yah, mungkin aja otak orang-orang itu lagi “bobok”. Kalo orang otaknya melek, jalan, ia pasti memandang kenyataan kayak gini sebagai persoalan besar kehidupan. Kamu termasuk yang mana, nih?

Yuk, kita coba pikirin. Kalo kita para generasi muda negeri agraris ini nggak mau tau soal pertanian, bukankah selamanya bangsa ini nggak bakal punya kemandirian? Apa-apa impor, padahal utang negara banyak. Kedelai aja impor, padahal kita bisa nanem sendiri. Impor gandum besar banget, sementara kita nggak kenal sama yang namanya uwi, gembili, suweg, ganyong, yang itu semua umbi-umbian lokal yang kaya manfaat. Astaghfirullahal ‘adziim… Apa kita mau ngaku udah bersyukur kalo kenyataannya kayak gini? Kita mesti segera tobat!

Mental bangsa tuh dibangun dari bawah. Kalo anak mudanya aja dikit-dikit jajan padahal motornya cicilan, ya wajar kalo negaranya dikit-dikit impor padahal utangnya selangit.

Udah saatnya kita sadar diri, bartobat dari menganggap petani sebagai kaum rendahan, terbelakang. Bertobat dari menganggap dunia pertanian sebagai ranah orang-orang bodoh nggak kenal sekolahan. Kita mesti kritik anggapan itu. Kita harus tegaskan kalo sebenernya anak Indonesia yang nggak mau tau soal pertanianlah yang bodoh dan terbelakang secara intelektual, emosional, maupun spiritual!

Bertani dan menanam adalah pekerjaan utama dalam kehidupan. Coba bayangin, kalo nggak ada petani, kita mau makan apa? Makan smartphone? Hahaha… Bahkan saking pentingnya pekerjaan menanam, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda pake bahasa yang amat dalam.

“Sekiranya hari kiamat sudah akan terjadi, sedang di tangan salah seorang dari kalian ada bibit kurma, apabila ia mampu menanam sebelum terjadi kiamat itu, hendaklah ia menanamnya!” (Hr. Ahmad, ath-Thayalisi, dan Bukhari).

Mudahnya gini aja. Kita kaum Muslim Indonesia ini udah dikaruniai sama Allah ta’ala nikmat yang besar banget, yaitu wilayah yang cucok banget buat bertani. So, yuk kita syukuri nikmat ini. Okey?!

Wallahu a’lam. [IB]

Tags: Pertanian
Share15TweetSend
Previous Post

Koordinasikan Pengelolaan LDK, FSLDK Solo Raya Gelar Rapimda 1

Next Post

Internet Mencengkram Puluhan Juta Anak dan Remaja Indonesia

Next Post
Rekomendasi MUI  Kepada Pemerintah Terkait Fatwa Bermuamalah di Media Sosial

Internet Mencengkram Puluhan Juta Anak dan Remaja Indonesia

Waspada! Dampak Buruk Internet

Waspada! Dampak Buruk Internet

Pasukan Yaman Bebaskan Tokoh Senior Partai Al-Islah di Aden

Pasukan Yaman Bebaskan Tokoh Senior Partai Al-Islah di Aden

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Saatnya Hijrah ke Makanan dan Minuman Bersih

Subur (Jangan) Tanpa Syukur

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.