• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home PARENTING Remaja

Feminisme Salah Tempat

25 Apr 2018
in Remaja
Reading Time: 2 mins read
A A
Sejarah Para Wanita di Indonesia Sebelum dan Semasa Kartini
12
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

(Panjimas.com) – Tiap April kita disuguhi barisan cewek dandan. Dari anak TK sampai nenek-nenek dandan menor pakai kebaya tampil di muka umum. Tiap April selalu hangat diobrolin sosok R.A. Kartini. Makin ke sini kayaknya makin besar kritisisme masyarakat. Apa Kartini emang sosok yang paling tepat sebagai ikon wanita Indonesia, atau sebenarnya ada yang lebih layak darinya?

Pengungkapan sosok Kartini selalu dikaitkan dengan opini kalo perempuan Indonesia zaman dulu diposisikan rendah. Bukti sejarah yang ditampilkan adalah surat-surat Kartini kepada dua perempuan Belanda yang jadi teman curhatnya. Surat-surat itu dikumpulkan dan dibukukan dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang, dan jadi terkenal banget.

Remaja Muslim nggak selayaknya menelan mentah-mentah opini itu. Di sini kita bakal mencoba menguak sejarah Muslimah Indonesia zaman dulu.

Kebudayaan adalah hasil kreasi manusia yang dipengaruhi oleh ideologi dan agama. Hasil penelusuran sejarah menunjukkan kalo kebudayaan di Indonesia sejak masuknya Islam sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam. Islam jelas banget nggak menganggap wanita sebagai makhluk yang hina. Menurut Islam, laki-laki dan perempuan itu setara. Yang membedakan kemuliaan manusia bukanlah jenis kelamin, melainkan ketaqwaannya.

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakanmu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antaramu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (al-Hujuraat: 13).

Terhadap laki-laki dan perempuan, Islam cuma membedakan secara proporsional sesuai fitrahnya. Ngasih hak dan kewajiban  seadil-adilnya.

So, kalo Islam mengajarkan demikian, budaya bangsa Indonesia tentu juga sejalan. Keliru kalo ada anggapan, pada zaman dulu wanita Indonesia direndahkan.

Sejarah membuktikan, di zaman Kartini hidup, di Sumatra ada sosok wanita pejuang pendidikan bernama Rohana Kudus. Muslimah ini mulanya gencar melawan penjajahan lewat surat kabar yang dipimpinnya. Karena perlawanan itu, surat kabarnya dibreidel sama Belanda. Tapi ia nggak menyerah, ia melanjutkan perjuangan dengan mendirikan sekolah. Sekolahnya lebih besar daripada milik Kartini yang didengung-dengungkan.

Jauh sebelum itu, pada abad ke-16, istri Sultan Iskandar Muda II diangkat jadi ratu. Kisahnya, waktu itu Sultan wafat, sementara ia nggak punya anak. Musyawarah menyimpulkan kalo nggak ada sosok lain yang lebih mumpuni untuk menggantikan Sultan selain sang istri. So, diangkatlah Shafiyatuddin, istrinya. Pengangkatan wanita jadi kepala pemerintahan saat itu udah melalui ijtihad ulama. Ulama besar waktu itu adalah ar-Raniri.

Saat memerintah, Shafiyatuddin punya angkatan bersenjata wanita yang beranggotakan para janda. Panglima besarnya juga wanita, Panglima Malahayati.

Sementara, pada abad yang sama, perempuan Eropa berada dalam posisi terhina. Gaji jauh lebih rendah daripada laki-laki, dan mereka nggak boleh pegang jabatan publik. Kenapa begitu? Sekali lagi, kebudayaan suatu bangsa dipengaruhi ideologi dan agama. Masyarakat Kristen Eropa percaya kalo Adam berbuat dosa karena ulah Hawa. So, mereka menganggap perempuan sebagai makhluk yang merugikan. Bahkan sekte yang ekstrim berpendapat kalo perempuan adalah makhluk setengah setan, dan akan jadi setan seutuhnya waktu datang bulan.

Di Eropa, pendidikan buat kaum perempuan baru dimulai pada abad ke-20. Sebelum itu, perempuan Eropa dipaksakan jadi orang bodoh. Padahal, pada abad ke-7, di dunia Islam udah lahir sosok-sosok wanita cendikia. Ada Khadijah radhiyallahu ‘anha yang jadi saudagar besar, ada Aisyah radhiyallahu ‘anha yang banyak meriwayatkan hadits dalam usianya yang belia.

Jelaslah, penokohan Kartini dengan emansipasinya sarat kepantingan politik. Ini dijadikan pintu masuk gerakan feminisme di Indonesia. Gerakan yang mengada-ada. Kalo feminisme di Eropa itu wajar, tapi kalo di Indonesia ya salah tempat.

So, udah, deh, nggak usah ikut Kartinian lagi!

Wallahu a’lam. [IB]

 

Tags: Hari KartiniRA Kartini
Share12TweetSend
Previous Post

Sehat Islami dari Dapur

Next Post

Klarifikasi Ulama 212 Terkait Beredarnya Foto dengan Presiden di Istana

Next Post
Klarifikasi Ulama 212 Terkait Beredarnya Foto dengan Presiden di Istana

Klarifikasi Ulama 212 Terkait Beredarnya Foto dengan Presiden di Istana

Turn Back Kriminalisasi Ustadz Alfian Tanjung Kembali Dituntut Jaksa di PN Surabaya

Tanggapi Tuntutan JPU, PH Ustadz Alfian Tanjung: “Indonesia Sedang Kena Virus Pasal 28 Ayat 2”

Pendidikan dalam Bayang – Bayang Dosen Asing

Pendidikan dalam Bayang – Bayang Dosen Asing

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Sejarah Para Wanita di Indonesia Sebelum dan Semasa Kartini

Feminisme Salah Tempat

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.