• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Merdeka Itu Ketika Bebas dari Belenggu

10 Mar 2024
in Uncategorized
Reading Time: 2 mins read
A A
Merdeka Itu Ketika Bebas dari Belenggu
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, (Panjimas.com) – Ketika mentari masih samar-samar menampakkan cahayanya, lapangan utama Hidayatullah Surabaya sudah dipenuhi ribuan santri Hidayatullah mulai SD sampai SMA fullday maupun Boarding.

Dalam upacara yang penuh hikmat tersebut, Ust Marni Mulyana, Lc, selaku pembina upacara menyampaikan pesan kepada seluruh peserta.

“Hari jumat pagi, sayyidul ayyam,  bertepatan pada bulan ramadhan, bulan penuh ampunan, rahmat dan masih banyak lagi keutamaan didalamnya, bangsa Indonesia dengan bangga memproklamirkan kemerdekaannya dari penjajahan, sebuah kemerdekaan yang diperjuangkan ratusan tahun lamanya”. Tegasnya.

Sebuah sejarah indah yang terukir dan disaksikan serta diakui masyarakat dunia. Sambungnya.

Kemerdekaan itu pula,  menandakan sebuah harapan dan doa panjang yang telah diijabahi olah sang khaliq dari para pejuang bangsa ini khususnya para kyai dan santrinya.

Tentunya, kemerdekaan itu tidaklah dapat diraih tanpa kerja keras, perjuangan tanpa kenal lelah, siang dan malam hidup dengan cara bergerilya. Sebuah harapan dalam doa dan ikhtiar mereka agar anak cucunya kelak dapat merasakan kenikmatan hidup tidak seperti keadaan yang mereka rasakan. Tertindas, terbelenggu, susah beribadah karena tekanan dari para penjajah.

Kemerdekaan ini adalah salah satu kenikmatan, maka mari disyukuri, karena ini adalah pemberian Allah azza wajalla. Ucapnya.

Syukur itu adalah mengarahkan semua apa yg diinginkan Allah swt. Dan beribadah adalah tugas kita utama kita dalam hidup ini.

Dalam Menjalani hidup, posisi kita ada dua, yaitu sebagai abdi atau hamba dan juga sekaligus khalifah atau pemimpin dalam kehidupan.

Dimana pun kita berada, kita adalah wakil Allah swt dan harus menjaga kehidupan serta kelestarian di dalamnya. Pesannya.

Islam datang untuk menyelamatkan manusia, memerdekakan dan membebaskan manusia dari penyembahan apapun selain Allah ta’ala.

Sejatinya kemerdekaan itu adalah ketika mampu membebaskan diri beribadah kepada Allah swt.

Karena kemerdekaan itu tidak hanya secara fisik, melainkan merdeka secara batin atau rohani. Dan puncak kemerdekaan itu adalah bebas beribadah kepada-Nya.

Dalam mewujudkan kemerdekaan sebagai bentuk syukur dan  beribadah kepada Allah yang maha perkasa, sambungnya, ada beberapa belenggu yang harus dihilangkan agar benar-benar merdeka.

Pertama, belenggu nafsu. Hal ini harus dibuang jauh dari diri kita. Sebab jika iman dan rohani kita kalah oleh nafsu, maka akan menjadi budak nafsu. Dikala nafsu sudah menjadi lokomotif dalam menjalani hidup, maka kerusakanlah yang ditimbulkan.

Apabila kerusakan yang terus dilakukannya maka akan menimbulkan bencana besar dan menjadikan posisi dirinya lebih rendah dari binatang.

Kedua, belenggu akhlaq tercela (madzmumah). Beliau mengutip sebuah hadits “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan Akhlak”.

Orang tercela seperti orang yang tidak diharapkan kelahirannya. Keberadaanya hanya menjadi kesengsaraan bagi orang lain. Mengapa demikian, karena kesenangannya adalah kesengsaraan orang lain. Ciri orang seperti ini biasa diibaratkan sampah masyarakat.

Kalau sebuah bangsa tidak memiliki akhlaq maka bangsa itu akan segera lenyap.

Ketiga, belenggu hedonisme, liberalisme, materialisme. Budaya inilah yang menjadikan kita terjajah meskipun secara fisik kita telah merdeka.

Budaya sesat yang ditinggalkan para penjajah ini jauh lebih dahsyat dari sekedar penjajahan fisik.  Budaya materialisme, hedonisma menodai pikiran dan hati, tak hanya menodai dan menciderai fisik.

Keempat, Belenggu kesyirikan. Ketika kesyirikan masih merajalela dalam diri. Maka sebenarnya dirinya belum merdeka. Belenggu kesyirikan inilah yang sebenarnya diperjuangkan para pejuang kemerdekaan khususnya para kyai dan santrinya.

Mereka berani berjuang membela negara dengan maksud mempertahankan tanah air yang telah diamanahkan Allah ta’ala kepadanya. Ia bertanggung jawab selaku khalifah sekaligus hamba hanya pada-Nya.

Maka mari kita selaku pewaris dan pelanjut kemerdekaan mengisi dengan hal yang baik dan positif agar menjadi pedoman bagi anak cucu kita kelak. Hal itu dapat dilakukan apabila kita mampu terlepas dari belenggu. Tutupnya. [RN/ Syamsul Alam Jaga]

 

Tags: Hari KemerdekaanPonpes Hidayatulah
ShareTweetSend
Previous Post

Kepala Intelijen Libya Bantah Laporan Media Italia Terkait Uang Tebusan Pembebasan Sandera di Libya

Next Post

Mari Jaga Warisan Islam di Palestina

Next Post
Mari Jaga Warisan Islam di Palestina

Mari Jaga Warisan Islam di Palestina

Ustadz Muin: Tabiat Perang, Orang Kafir Berperangnya di Jalan Thogut

Ustadz Muin: Tabiat Perang, Orang Kafir Berperangnya di Jalan Thogut

Waspadai Upaya Komunis Gaya Baru Melalui Penghilangan Kolom Agama di KTP

Jargon Revolusi Mental Sebetulnya Ideologi Komunis

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Merdeka Itu Ketika Bebas dari Belenggu

Merdeka Itu Ketika Bebas dari Belenggu

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.