• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Teror Bom Kampung Melayu: Membidik Siapa?

10 Mar 2024
in Uncategorized
Reading Time: 3 mins read
A A
Bom Kampung Melayu, Pemuda Muhammadiyah: Stop “Ternak Teroris”
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh ABLatif*

(PANJIMAS.COM)
– Lagi-lagi bom. Bom kok lagi-lagi. Aneh kan? Negeri ini bukanlah negeri konflik seperti di wilayah lainnya. Anehnya, bom-bom kecil pun meledak, seolah ada teror sebenarnya yang dilakukan anak manusia. Tombol-tombol perang melawan radikalisme, ekstrimisme, terorisme pun dipencet ulang. Jika mau jujur, selama ini ada teror mengerikan yang dilakukan penguasa dengan kenaikan TDL, pencabutan subsidi, instabilitas politik-ekonomi, kriminalisasi, dan kebijakan yang tidak pro rakyat. Korbannya pun tak tanggung-tanggung, jutaan rakyat yang menghuni di Indonesia raya ini. Tidakkah mereka menyadari itu?

Telah terjadi ledakan diduga bom bunuh diri di terminal Kampung Melayu pada Rabu, 24 Mei 2017 malam yang memakan korban 11 orang yaitu 1 meninggal dunia yang diduga pelaku dan 4 polisi luka-luka dan 5 warga luka-luka (junalislam.com, 25/5/2017). Sebuah rentetan peristiwa dari rajutan cerita bombastis ‘teroris’. Pertanyaan besar bagi kita, apakah ada pesan tersembunyi dibalik peristiwa ledakan ini?Siapakah yang dibidik?

Masih menurut junalislam.com, Kadiv Humas Mabes Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya sudah mengetahui akan adanya serangan bom di Indonesia, namun tidak bisa memastikan waktu dan tempatnya. Peristiwa serupa juga sering terjadi, maka umat islam tidak perlu kaget. Skenario drama lagi dirancang. Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian diminta DPR RI untuk menjelaskan tuduhan kriminalisasi ulama dan ormas islam selasa, 23 Mei 2017 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta (kompas.com, 23/5/2017). POLRI sedang tersudut, dimana Kapolri habis dicerca dalam raker bersama Komisi III DPR RI terkait sepak terjang POLRI yang diduga tebang pilih dalam menangani kasus yang terjadi belakangan ini terutama yang menyangkut umat islam.

Teror untuk Siapa?

Berkaitan dengan bom kali ini yang terjadi diterminal jelas sangat aneh dan absurd. Padahal kejadian bom yang lalu biasanya meledak di kawasan elit, markas kepolisian, atau kawasan yang dekat dengan simbol-simbol asing khususnya Amerika atau dirumah ibadah. Maka aneh sekali kalau kali ini bom meledak diterminal yang notabene tempat berkumpul rakyat jelata. Karena boleh jadi perancang bom ini berhitung untuk mengurangi dampak yang tidak diinginkan baik secara ekonomi dll. Apalagi terjadinya bom sangat berkaitan dengan adanya momentum jelang hari besar kaum kristiani.

Nampaknya para perancang bom ini sengaja ingin mengaitkan isu agama dengan memanfaatkan momentum hari besar umat nasrani ini. Tujuannya agar dampak dari ledakan tidak terlalu merugikan , akhirnya terminallah yang dijadikan korban lokasi aksi. Dan lihatlah betapa cepatnya Kapolri dan Kapolda tiba dilokasi padahal kabarnya akan bertolak ke Mekkah malam itu.

Disisi lain peristiwa teror bom, beberapa elemen umat pun sedang menghadapi ketidakadilan penguasa. Sebagaimana GNPF MUI mengadakan konferensi pers yang isinya akan terus melawan kriminalisasi terhadap ulama dan ketidakadilan yang menimpa umat islam.Begitu pun konferensi pers dari Jubir HTI bersama 1000 advokat yang dipimpin oleh pakar hukum ketatanegaraan Prof. Dr. Yusril Izza Mahendra untuk melawan kediktaktoran rezim.

Bahkan belakangan ini juga banyak aksi, terutama dari kalangan kaum muslimin di berbagai daerah untuk mendukung ulama dan ormas islam. Lebih-lebih dari kalangan mahasiswa dari berbagai organisasipun tidak ketinggalan untuk turun kejalan menyuarakan kebenaran. Dari sini maka kita melihat negitu terpojoknya rezim yang berkuasa saat ini. Dukungan masyarakat sudah lepas dan yang masih bisa diharapkan oleh rezim adalah aparat pemerintahan itupun tidak semua mendukung. Lalu bagaimana dengan 2 tahun kedepan jika ini terus terjadi. Padahal para pemodal, para kapital terus menekan mereka. Kepentingan-kepentingan para naga dan cukong – cukong asing maupaun aseng terancam. Kepercayaan para cukong pemodal baik dari asing maupun aseng berkurang. Padahal harapan mereka kepada rezim sangatlah besar. Atas dasar ini maka mereka membuat rencana baru untuk bisa terus menguasai negeri ini.

Sebentar lagi Ramadhan akan datang menghjampiri umat islam. Umat islam sedang bersiap untuk mengisi Ramadhan setelah mendapat kemenangan-kemenangan dalam aksi-aksi melawan ketidak adilan. Jika nanti kalau ternyata Polri mengaitkan isu bom ini dengan isu agama dan umat islam, maka akan semakin terlihat adanya upaya merusak citra umat islam. Apalagi rezim negeri ini baru saja menebar terror dan ancaman yang menakutkan pihak-pihak yang konon menentang Pancasila, NKRI, Bhineka tunggal ika, dan Undang-Undang Dasar dengan kalimat “GEBUK”. Artinya dengan adanya aksi ini dan biasanya akan dikaitkan dengan isu agama (baca islam) dan kita akan tahu siapa yang akan digebuk.

Sudahi Kedzaliman

Berlepas dari beragam spekulasi dan analisa dari peristiwa bom Melayu, hendaknya umat Islam terus memiliki kewaspadaan tingkat tinggi. Bergandengan erat untuk senantiasa mengingatkan penguasa, agar tidak menjadikan rakyatnya sebagai korban kebijakan dzalimnya. Begitu pun, peristiwa bom ini jangan sampai menjadi perang baru dari WOT (War on Terorisme) yang sarat kepentingan, menuju WOR (War on Radicalism) untuk membidik umat Islam.

Sampai kapankah permainan kotor ini berlangsung? Tidak ada jalan terbaik bagi umat islam, kecuali berjuang bersama untuk tegaknya agama Allah swt. Kemuliaan umat akan terwujud bila syariat Allah ini diterapkan diseluruh lini kehidupan. Mari, menjelang Ramadhan ini untuk bisa berjuang dan memohon kemanangan agar umat Islam kembali lagi memimpin dunia. Bagi penguasa negeri ini, sudahilah kedzaliman. Buatlah suasana nyaman, aman, dan melindungi. Jangan sampai sesama anak bangsa saling merasa curiga dengan beragam isu murahan yang dijual eceran.

* Direktur Indopolitik Watch

Tags: Teror Bom Kampung Melayu: Membidik Siapa?
ShareTweetSend
Previous Post

Salama Gelar Pelatihan Mendesain Program Ramadhan

Next Post

Revolusi Putih

Next Post
Revolusi Putih

Revolusi Putih

Agar Tak Timbul Bencana, Adab Bicara Harus Dijaga

Agar Tak Timbul Bencana, Adab Bicara Harus Dijaga

PN Jakarta Timur Gelar Sidang Perdana Ustadz Abu Nusaibah

PN Jakarta Timur Gelar Sidang Perdana Ustadz Abu Nusaibah

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Bom Kampung Melayu, Pemuda Muhammadiyah: Stop “Ternak Teroris”

Teror Bom Kampung Melayu: Membidik Siapa?

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.