• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Puisi: “Pesan Ibu Bangsa”

10 Mar 2024
in Uncategorized
Reading Time: 3 mins read
A A
Puisi: “Pesan Ibu Bangsa”
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

(Panjimas.com) – Di jaman seperti sekarang ini, wanita, khususnya seorang ibu harus menghadapi tantangan yang sangat berat. Mengutip keterangan tertulis dari Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawangsa, ibu jaman sekarang harus belajar dan menyiapkan diri menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam mendidik dan mengasuh anak. Dimana anak-anak jaman sekarang akrab dengan teknologi maka akan tumbuh sikap individual, lebih banyak berinteraksi lewat gadget yang jika dibiarkan berlarut-larut dapat mengarah kepada sifat anti sosial.

Khofifah juga mengatakan, pada saat yang sama, generasi muda juga dihadapkan pada pengaruh narkoba dan pornografi, yang memicu persoalan sosial lainnya seperti kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh anak. Maka Mensos memberikan sikap yang dapat diambil yaitu dengan mendidik dan mendorong anak-anak untuk memanfaatkan teknologi dengan benar. Selain itu juga  mengajarkan nilai-nilai agama, moral, dan etika, agar kelak mereka bijak menggunakan teknologi.

Kemudian dalam acara peringatan Hari Ibu Nasional Di Raja Ampat, Presiden Joko Widodo mengundang menteri-menteri perempuan  Kabinet Kerja untuk membacakan puisi yang berjudul “Pesan Ibu Bangsa”. Yang inti dari puisi itu adalah pesan-pesan bagi ibu Indonesia demi keutuhan, kemajuan, dan kesejahteraan bangsa.

Maka wanita Indonesia, khususnya para Ibu dihadapkan pada situasi yang berat. Di satu sisi dihimbau menjadi “wanita hebat” demi bangsa, disisi lain para ibu harus menghadapi kenyataan tidak mudahnya mendidik anak dengan banyaknya pengaruh negatif diluar rumah. Haruskah sosok ibu, seorang wanita , harus mengahadapi “tantangan” ini sendirian?

Ya, inilah yang terjadi dalam sistem sekuler kapitalis. Di dalam sistem inilah,  wanita dihadapkan pada dua bahaya besar, yaitu (1) disorientasinya sebagai ibu dan pilar utama keluarga serta (2) eksploitasi ilmu dan keahliannya untuk kepentingan industri kapitalis. Di dalam sistem inilah, derajat wanita hanya dinilai dari seberapa besar materi yang dihasilkan.  Waktunya habis untuk bekerja di luar rumah atas nama profesionalitas. Mengabaikan kewajiban utamanya di rumah yaitu sebagai istri sekaligus seorang ibu bagi anak-anaknya. Bukan berarti seorang ibu tidak boleh bekerja, tapi hal ini berkaitan dengan prioritas karena kewajiban tetaplah yang harus diutamakan. Karena ketika seorang ibu melalaikan kewajibannya di rumah dan lebih memilih menghabiskan waktunya untuk bekerja di luar rumah , yang terjadi sebenarnya adalah “kemajuan semu” dan awal hancurnya sebuah keluarga. Dapat dilihat dari efek yang dihasilkan dimana meningkatnya angka perceraian, perselingkuhan, anak terlibat free seks, aborsi, narkoba dan efek mengerikan lainnya. Belum lagi bahaya lain yang dihadapi wanita terpelajar adalah pendidikan kapitalistik yang menjadikan pendidikan sebagai “barang dagangan”. Ilmu yang didapat selama menempuh pendidikan formal hanya tersalurkan bagi industri kapitalis pula, sedikit sekali untuk kemaslahatan umat. Hingga pada akhirnya para intelektual hanya menjadi agen ekonomi dan buruh murah yang semakin memperkuat bercokolnya para kapitalis di negri ini.

Itulah gambaran betapa mengerikannya sistem kapitalis sekuler memperlakukan wanita yang mungkin tidak disadarinya. Menjauhkan bahkan menghilangkan fitrahnya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga serta madrasah pertama bagi anak-anaknya. Ditambah lagi dampak yang dihasilkan hingga merusak generasi yang sejatinya jadi penerus peradaban. Sudah saatnya kita sadar dan mencari solusi yang  terbaik, tak lain dengan kembali pada sistem dari Sang Maha Pengatur, yaitu sistem Islam. SIstem yang akan memperlakukan wanita sesuai fitrahnya, yang memberikan jaminan bagi wanita.

Jaminan seperti apa? Di dalam sistem Islam, wanita diposisikan sebagai sosok yang dapat berkontribusi besar dalam membangun peradaban, tanpa mengalami disorientasi peran maupun dilemma dengan keilmuannya. Karena intelektual muslimah memiliki kombinasi posisi dan peran strategis sebagai berikut : 1) sebagai ibu, sekolah pertama dan utama bagi anak-anaknya, 2) sebagai ibu dan pendidik generasi, 3) sebagai pengemban dakwah dan pejuang Islam, 4) sebagai problem solver berbagai permasalahan umat, dan 5) sebagai bagian dari pressure group yang melakukan control dan koreksi terhadap kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat.

Lalu bagaimana Islam sebagai sebuah sistem bisa memberikan jaminan kepada wanita? Peradaban Islam tegak atas syariat atau aturan dari Allah swt yang telah menciptakan laki-laki dan perempuan serta mengatur kehidupan manusia secara adil dan seimbang, sesuai dengan fitrahnya. Sehingga tidak ditemukan permasalahan “kesetaraan gender” dan tidak ada diskriminasi laki-laki terhadap wanita  seperti yang seringkali dituduhkan Barat terhadap Islam.

Dalam Islam, wanita tidak diwajibkan bekerja untuk mencari nafkah, bahkan harus dinafkahi seumur hidup oleh walinya dan terakhir yang bertanggungjawab adalah Negara. Disamping itu Islam mewajibkan Negara untuk memberikan jaminan terhadap kesejahteraan rakyatnya berupa pendidikan, kesehatan dan keamanan secara langsung. Negara menjamin terselenggaranya pendidikan gratis dan terjangkau, sehingga rakyat menjadi kreatif dalam menggunakan ilmu untuk kemaslahatan umat. Begitu juga dengan kesehatan, Negara memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis lagi berkualitas bagi masyarakat. Pun juga dengan keamanan, Negara akan menjamin dengan memberikan perlindungan dan pertolongan kapan saja.

Inilah sistem yang akan menuntaskan segala problematika masyarakat, khususnya wanita. Yang akan membebaskan wanita dari belenggu penjajahan kapitalisme, yang hanya mengeksploitasi wanita dan menjadikannya barang komoditi. Sistem yang berasaskan Islam dan penerapannya oleh Negara.[RN]

Penulis, Fikka Ummu Syifa

Manajer Rumah Tangga dan Staff Pengajar di salah satu PT di kota Malang

Tags: ibuwanita
ShareTweetSend
Previous Post

Minuman Buah Kurma 7dates Siap Go Internasional

Next Post

DSKS Nilai BSSN Bisa Digunakan ‘Menzalimi’ Umat Islam

Next Post
DSKS : Jika GIDI Tidak Menghentikan Kedholiman, Jihad Ke Papua Akan Dilakukan

DSKS Nilai BSSN Bisa Digunakan ‘Menzalimi’ Umat Islam

Ustadz Felix Siauw Bantah Tuduhan Anti Pancasila

Catatan Felix Siauw Terkait Tangis Politikus

Komunitas Muslim Bali Bersih-Bersih Pantai Kuta

Komunitas Muslim Bali Bersih-Bersih Pantai Kuta

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Puisi: “Pesan Ibu Bangsa”

Puisi: “Pesan Ibu Bangsa”

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.