• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Hasil Pilgub Jabar dan Jateng, Sebuah Ancaman Buat Jokowi

10 Mar 2024
in Uncategorized
Reading Time: 3 mins read
A A
Hasil Pilgub Jabar dan Jateng, Sebuah Ancaman Buat Jokowi
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

oleh: Tony Rosyid*

Panjimas –
Pilkada 2018 sudah selesai. Hasil quick count, calon-calon Jokowi di Jawa menang. Sesuai prediksi yang saya tulis sebelumnya. Tak satupun yang kalah. Kemenangan ini tak mengagetkan.

Berdasar quick count SMRC (dengan catatan jika akurat), Khofifah-Emil Dardak menumbangkan Gus Ipul-Puti 53,36%- 46,64%. Ganjar-Gus Yasin kalahkan Sudirman-Fauziyah 58,34%- 41,66%. Dan Ridwan Kamil-Uu menyingkirkan tiga penantangnya dengan memimpin perolehan suara 32,54%, disusul Sudrajat-Saikhu 29,53%, lalu Duo Dedy 25,72% dan TB. Hasanudin-Charliyan 12,2%

Yang menarik dan justru mengejutkan adalah hasil Pilgub Jabar dan Jateng. Pasangan Sudrajat-Saikhu nomor dua. Dapat suara 29,53% .Menempati posisi nomor dua. Dan pasangan Sudirman-Fauziyah dapat suara 41,66%.

Jauh di luar prediksi. Ketika kita buka survei, hasil kedua pasangan ini meleset. Jauh sekali melampaui margin eror. Di hampir semua survei, Sudrajat-Saikhu selalu berada di urutan ketiga dengan angka dibawah 20%. Ternyata 29,53%. Sudirman-Fauziyah juga sama, surveinya selalu dibawah 30%. Ternyata 41,66. Sepintas orang akan bilang “ngawur”. Mirip lagunya Iwan Fals ketika bernyanyi lagu “ngawuuuur”. Bagaimana menjelaskan ini?

Pertama, apakah lembaga-lembaga survei itu sengaja melakukannya? Karena pesanan pihak tertentu? Kalau iya, berarti lembaga- lembaga itu tak punya integritas. Pelacuran intelektual. Membohongi publik demi jualan dagang survei. Kalau toh ada, tentu tidak semua.

Kedua, apakah karena salah sampling? Random respondennnya keliru? Atau metodenya yang salah? Kalau ini yang terjadi, berarti gak kredibel.

Ketiga, atau ada perubahan pemilih injury time, pasca survei? Bisa juga variablenya tak terbaca dengan baik. Kalau ini masalahnya, berarti, variable apa yang mempengaruhinya?

Setidaknya ada empat variable untuk menjelaskan analisis ini. Pertama, variable tokoh.(analisis teori herois Thomas Charlyle). Sudirman Said-Ida Fauziyah tak populer. Jauh dari popularitas Ganjar. Asumsinya, ketokohan Sudirman-Fauziyah tak terlalu punya efek elektoral. Begitu juga ketokohan Sudrajat-Saikhu, kalah jauh dengan Ridwan Kamil, Dedy Mizwar dan Dedi Mulyadi. Bahkan kalah juga dengan Anton Charliyan.

Kedua, variable logistik. (Analisis teori pertukaran George Caspar Homans). Mudah menebaknya. Paslon dukungan istana dan juga PDIP (Ridwan Kamil-Uu, Ganjar-Taj Yasin), dan juga PDIP (TB. Hasanudin-Charliyan), jauh lebih siap logistiknya. Penguasa jauh lebih punya akses logistik dari pada mereka yang tak berkuasa. Berarti, variable logistik tak banyak berpengaruh ngangkat suara Sudirman Said dan Sudrajat.

Ketiga, kerja tim. (Teori sosial movement Marx). Ini jadi variable yang diyakini sejumlah pihak punya pengaruh. Mesin partai? Di Jawa Barat, mungkin iya. Karena PKS pernah memenangkan dua periode untuk Ahmad Heryawan. Di Jateng? Mesin PKS tak pernah punya bukti. Apalagi Gerindra dan PAN. PKB-NU? Hampir tak pernah solid dalam kerja politik. Tapi, kenapa suara Paslon Sudirman-Fauziyah besar? Ini mengejutkan.

Relawan umat yang menginginkan “ganti presiden” yang tidak bergabung di barisan Gus Yasin untuk Jateng (karena ikatan santri-kiyai), dan pasangan lain di Jabar, layak dijadikan variable untuk mengurai kesalahan berbagai survei. Diduga sangat berpengaruh. Mereka bekerja senyap, tanpa terkordinir dengan timses. Orang menyebutnya relawan militan. Mirip militansi relawan Jokowi di pilpres 2014.

Keempat, variable isu. (Teori Idea Max Weber). Ada isu personal Paslon, ada isu nasional. Isu e-KTP yang menimpa Ganjar ternyata tak punya banyak pengaruh. Begitu juga isu LGBT dan Syiah yang menerpa Ridwan Kamil tak terlalu nendang.

Maka, isu “ganti presiden” dan “tumbangkan banteng” perlu dijadikan bagian dari variable penting untuk menjelaskan efek kejut di Pilgub Jabar dan Jateng yang sepertinya kurang diperhatikan oleh survei.

Dua variable, yaitu militansi tim relawan (di luar mesin partai dan timses) dan gelombang isu (ganti presiden dan tumbangkan banteng) akan menjadi ancaman serius bagi Jokowi di pilpres 2019.

Analisis ini akan terkonfirmasi dengan hasil survei pilpres pasca pilkada. Apakah elektabilitas Jokowi naik, atau stag. Kalau stag, maka akan terkonfirmasi kebenarannya. Pertama, pilkada, meski paslon istana menang, tapi tidak berpengaruh signifikan buat elektabilitas Jokowi. Kedua, isu ganti presiden 2019 akan terus menguat. Ketiga, militansi tim-tim relawan yang berserakan dan tak tersadap oleh survei akan terus jadi ancaman ekektabilitas Jokowi di pilpres 2019.

Persoalannya hanya satu, siapa tokoh yang akan diusung untuk melawan Jokowi? Kalau calon itu lemah, maka Jokowi akan melenggang dua periode. Seperti nasib Ganjar dan Ridwan Kamil. Pilgub Jateng dan Jabar mesti jadi pelajaran. Koalisi partai oposisi bertanggung jawab atas kesalahan dan keteledorannya dalam memilih dan menentukan calon di Jateng dan Jabar. Segera insaf kalau tidak ingin mengulangi kekalahannya di pilpres 2019.

Tapi, jika calon lawan Jokowi di pilpres 2019 kuat, hampir pasti Jokowi akan tumbang. Sebab, variable isu ganti presiden, tumbangkan banteng, dan militansi para relawan akan terakomodir dan makin membesar jika punya tokoh yang kuat untuk dilawankan Jokowi. Dan tokoh itu yang pasti bukan Prabowo, Jusuf Kalla, apalagi Amin Rais. Mesti tokoh muda, rising star, antitesa Jokowi dan bisa memikat suara rakyat.

*Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Tags: Hasil Pilgub Jabar dan Jatengheadlinespilkada 2018Sebuah Ancaman Buat JokowiTony Rosyid
ShareTweetSend
Previous Post

Sore Ini PM Malaysia Mahathir Tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma

Next Post

Usai Pilkada, Ganjar Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi KTP Elektronik

Next Post
Gubernur Jawa Tengah Minta Pers Kritisi Pemerintah

Usai Pilkada, Ganjar Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi KTP Elektronik

Masjid Dirusak dengan Tuduhan Wahabi, Warga Muhammadiyah Samalanga Lawan Intoleransi

Kokam Ajak Kaum Muslimin Dukung Pembangunan Masjid Taqwa Samalanga yang Sempat Dibakar

Kokam Desak Aparat Serius Sikapi Kasus Perusakan Masjid Taqwa Samalanga

Kokam Desak Aparat Serius Sikapi Kasus Perusakan Masjid Taqwa Samalanga

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Hasil Pilgub Jabar dan Jateng, Sebuah Ancaman Buat Jokowi

Hasil Pilgub Jabar dan Jateng, Sebuah Ancaman Buat Jokowi

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.