• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home Uncategorized

PKI: Siapa Bilang Komunisme Mati?

10 Mar 2024
in Uncategorized
Reading Time: 3 mins read
A A
PKI: Siapa Bilang Komunisme Mati?
119
SHARES
50
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

“PKI adalah anak zaman yang akan melahirkan zaman”
(Sajak D.N. Aidit, “Sekarang Ia Sudah Dewasa”, Bintang Merah, th.1965, h.188)

PKI sebagai anak zaman yang pada waktunya akan melahirkan zaman baru, yaitu zaman dimana tidak ada penindasan atas manusia oleh manusia lain, zaman sosialisme dan komunisme. (Busjarie Latif-Lembaga Sejarah PKI, Manuskrip Sejarah 45 Tahun PKI (1920-1965), Ultimus Bandung, 2014, h.69)

PKI didirikan pada tanggal 20 Mei 1920 sebagai sintetis gerakan buruh Indonesia dengan Marxisme-Leninisme. Tetapi terinspirasi oleh Revolusi Sosialis Oktober Besar Rusia tahun 1917. (h.67)

Karl Marx (1818-1883) hidup pada zaman kapitalisme yang eksploitatif dan inhuman. Komunisme sendiri adalah sebuah paham atau teori tentang sistem kehidupan sosial manusia yang didasarkan atas “milik bersama”. Tidak ada yang dinamakan dengan “milik pribadi”. Selanjutnya komunisme menjadi sebuah doktrin mengenai gerakan revolusioner yang bertujuan menghapuskan kapitalisme. (O. Soemarno Dipodisastro, Mengganyang PKI lewat Tritura 10 Januari 1966, Gerakan Nasional Patriot Indonesia, 2005, h.9)

Menurut Marx, sejarah perkembangan suatu masyarakat ditentukan dan berjalan dalam proses dialektis atau konfliktual antar kelas. Yaitu kelas atas kaum borjuis-kapitalis dan kelas bawah kaum buruh-proletariat. Negara sebagai bangunan atas politis dikuasai oleh kelas atas. Dan agama, serta nilai-nilai budaya adalah bangunan ideologis yang melegitimasi kekuasaan kelas atas. (h.10)

Lenin mengembangkan filsafat DIAMAT (Dialektika-Materialisme) yang mengajarkan bahwa seluruh realitas adalah hasil perkembangan dialektis dari materi tanpa campur tangan Tuhan, karena memang tidak ada Tuhan. (h.11)

Ideologi komunis mulai masuk ke Indonesia tahun 1913 pada zaman Hindia Belanda dibawa oleh seorang aktifis Marxisme Belanda H.J.F.M. Sneevliet. (h.13)

Lalu menginfiltrasi organisasi masyarakat, yang pertama adalah Sjarikat Islam (SI) 1917 dengan tokohnya Semaun. (h.13)

Perserikatan Komunis di Hindia Belanda berdiri pada tahun 1920. (h.14)

Kegagalan pemberontakan PKI 1926-1927 terhadap pemerintah kolonial Belanda membuat PKI berdiam diri dan absen dari usaha perjuangan kemerdekaan Indonesia 1945-1949. (h.14)

Pemberontakan PKI ke 2 di Madiun 18 September 1948 dan proklamasi berdirinya Soviet Republik Indonesia. Pada tanggal 30 September 1948 Madiun direbut kembali. Namun tindakan hukum terhadap PKI belum bisa dilaksanakan saat itu karena tanggal 19 September 1948 Belanda melakukan agresi militer. (h.18)

Tahun 1950 DN. Aidit melakukan konsolidasi dan pembenahan. Pemilu 1955 PKI menjadi empat besar pemenang pemilu. PKI tidak masuk kabinet koalisi PNI dan Masyumi. Tapi PKI didukung Soekarno. Apalagi pada saat yang sama Mohammad Hatta mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden. (h.19)

5 Juli 1959 Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden. Membentuk aliansi Nasionalis, Agama dan Komunis (Nasakom). Menetapkan sistem pemerintahan Demokrasi Terpimpin yang merupakan masa bulan madu antara PKI-Soekarno. (h.20)

Tahun 1964 PKI membentuk Biro Khusus sebuah badan rahasia yang dikendalikan langsung oleh Aidit. Dia membangun jaringan ke daerah-daerah. Menanamkan pengaruh PKI ke berbagai organisasi. ABRI, POLRI, pejabat, parpol, ormas. Di kalangan ABRI ada Letkol Untung, AU Laksdya Omar Dhani. Di pemerintahan ada Nyoto dan Dr. Soebandrio. (h.20)

PKI menuntut untuk mempersenjatai angkatan kelima dalam rangka mewujudkan konsep Aidit “Jalan Demokrasi Rakyat bagi Indonesia”. Namun ditolak oleh Menpangad Letjend TNI A. Yani. (h.21)

Selama 1946-1964 PKI menggencarkan peningkatan situasi ofensif revolusioner. Agitasi dan propaganda. Puncaknya adalah tersebarnya isu Dewan Jenderal Mei 1965 yang merupakan fitnah terhadap pimpinan tertinggi Angkatan Darat. (h.21)

Awal September 1965 PKI menyebarkan isu bahwa Dewan Jenderal akan melakukan kudeta pada tanggal 5 Oktober 1965 bertepatan dengan HUT ABRI. (h.22) lalu meletuslah pemberontakan G30S/PKI di bawah pimpinan Letkol Untung dari Cakrabirawa.

Politik konfrontasi dengan Malasyia merupakan strategi PKI untuk mengosongkan daerah Jawa dari kekuatan militer pemerintah, sehingga kader-kader Komunis bisa lebih bebas bergerak. (Memori Jenderal Yoga, Bina Reka Pariwara, 1990, h.129)

Korban pembantaian komunis di seluruh dunia mencapai angka 110.000.000 orang dari tahun 1900-1987. Angka ini melebihi korban seluruh perang dunia dan domestik abad 20, yakni sekitar 38.000.000 korban jiwa.

Data penelitian lain yang dilakukan Curtous (2000), Chang dan Haliday (2006), mengungkapkan jumlah keganasan komunis mencapai 100-120 juta jiwa sejak 1917-1991, tersebar di 76 negara. (Sesudah 50 tahun Gagalnya Kudeta PKI, Taufik Ismail, Mahaka, 2015, Pengantar Fadli Zon)

Komunis berhasil mendirikan 24 negara yang berlumuran darah 120 juta umat manusia selama 74 tahun di 76 negara abad 20.

Manifesto komunis, “…tujuan untuk merebut kekuasaan hanya dapat dicapai dengan menggunakan kekerasan, menggunakan seluruh sistem sosial yang ada…”

PKI tiga kali melakukan pemberontakan (1926,1948,1965)

Tokoh komunis; Karl Marx, Vladimir Lenin, Josep Stalin, Mao Tse Tung, Josif Bronz Tito, Ho Chi Minh, Moeso, DN. Aidit (Achmad Aidit/ Djafar Nawawi Aidit/Dipa Nusantara Aidit), Pol Pot.

Sebelum kudeta, komunis selalu menjajakan kebohongan; Mendukung demokrasi, memperjuangkan nasib buruh dan petani, menghormati kebebasan berpendapat, sama rata sama rasa, tidak anti agama dan kampium Hak Asasi Manusia.

Dirangkum oleh Wildan Hasan

Tags: DN AiditKarl markkomunismePKI
Share119TweetSend
Previous Post

Atal S Depari Fokus Digitalisasi PWI dan Peningkatan Kompetensi Wartawan

Next Post

Eka Pitra: Teroris Terbesar adalah Penguasa

Next Post
Eka Pitra: Teroris Terbesar adalah Penguasa

Eka Pitra: Teroris Terbesar adalah Penguasa

GP Areti Ungkap Bentuk Teror Pemerintah terhadap Rakyat

GP Areti Ungkap Bentuk Teror Pemerintah terhadap Rakyat

Pencekalan terhadap Imam Besar Umat Islam Kezaliman yang Luar Biasa

Pencekalan terhadap Imam Besar Umat Islam Kezaliman yang Luar Biasa

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
PKI: Siapa Bilang Komunisme Mati?

PKI: Siapa Bilang Komunisme Mati?

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.