• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Membanggakan ‘Kezaliman’?

10 Mar 2024
in Uncategorized
Reading Time: 2 mins read
A A
Membanggakan ‘Kezaliman’?
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

[Catatan Kritis Anual Meeting IMF-WB]

Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H.

(Panjimas.com) – Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang membangun nalar dan logika kekuasaan berdasarkan nalar dan logika rakyat. Mengunggah empati dan perasaan hati sebagaimana kondisi kaumnya, rakyatnya, bangsanya. Sebaliknya, pemimpin yang buruk adalah pemimpin yang memiliki logika dan nalar kekuasaan yang berseberangan dengan rakyat.

Tak mampu merasakan apa yang dirasa rakyat, tak mampu berempati atas derita dan kesulitan rakyat, tak mampu menyamakan ‘perasaan dan keprihatinan’ dengan rasa dan suasana kebatinan yang dirasakan rakyat. Tak mampu menserap apa yang menjadi keluhan rakyat, meski kesulitan dan perih yang dialami rakyat terjadi di depan matanya.

Pikiran, hati dan jiwanya, justru diorientasikan untuk ‘memuaskan’ dan demi untuk mendapat predikat ‘membanggakan’ dari orang asing, orang yang bukan tanggung jawabnya, orang yang tidak pernah disebut konstitusi sebagai pihak yang wajib dilayani dan diutamakan.

Demikianlah fenomena suasana kebangsaan yang dialami negeri ini. Di tengah bencana gempa NTB, Palu dan Donggala, di tengah janji sepekan akan normal, di tengah bisingnya kritik dan nasihat para pegiat sosial, di tengah ramainya ruang publik dengan ‘jeritan pilu’ suara-suara korban bencana, negara justru secara gegap gempita mempertontonkan kesombongan, kemegahan, dan kemewahan.

Pertemuan para bankir, para rentenir, dan lintah darat kelas dunia, dibanggakan dengan jumlah yang mencapai 32.000 orang. Jumlah yang fantastis ini diklaim akan menjadi event rapat tahunan IMF-WB terbesar sepanjang sejarah.

Ajang jor-joran (baca: pamer) ini juga dibanggakan sebagai sarana membuktikan bahwa pemerintah Indonesia mampu mengelola negara dengan baik di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu sekalipun. Lantas apa efeknya bagi rakyat? Apa manfaatnya bagi korban musibah dan bencana? Apa sumbangsihnya untuk menguatkan keadaan ekonomi Indonesia?

Yang jelas, ajang sok-sok’an, jor-joran ini bagi rakyat membuktikan bahwa negara mampu bertindak ‘tega’ dengan mengalokasikan dana triliunan rupiah untuk pesta pora IMF-WB, tetapi bertindak ala kadarnya bagi korban musibah dan bencana.

Jika untuk tuan-tuan lintah darat di Bali, tersedia mobil, helikopter, bahkan hingga kapal pesiar. Korban gempa di Palu dan Donggala, tidak mendapatkan perlakuan yang sama. Jika negara hadir dan langsung memback up anggaran untuk pertemuan para rentenir dan lintah darat internasional, negara justru membebankan persoalan gempa Palu dan Donggala pada daerah, pada relawan, lembaga sosial, ormas Islam, dan elemen non negara lainnya.

Untung saja rakyat negeri ini memiliki solidaritas tinggi antar sesama. Sigap menolong tanpa pamrih, tanpa menunggu perintah negara. Coba kalau semua dibebankan ke Pemerintah, mungkin korban bencana gempa akan bertambah banyak.

Penulis tidak paham, mungkin persepsi penulis yang berbeda melihat persoalan pertemuan IMF – WB di Bali ini yang membuat penulis kritis (baca: sinis). Tetapi perbedaan ini, bukan menunjukan kesalahan pemikiran, pemahaman dan perasaan penulis dalam menilai fakta. Tentu, korban gempa dan segenap rakyat Indonesia setuju dengan ujaran pemikiran dan perasaan yang penulis unggah.

Lantas kenapa negara memiliki persepsi berbeda ? Kenapa negara memiliki perasaan berbeda ? Kenapa negara, justru berbangga dengan ironi yang dipertontonkan ? Apakah, negara telah menjadi alat untuk melayani asing dan aseng ? Apakah konstitusi, telah menghapus redaksi ‘rakyat’ dan menggantinya dengan ‘kepentingan kapitalisme global’ sehingga IMF dan WB di prioritaskan ketimbang korban bencana di Palu dan Donggala ?

Apakah para tokoh bangsa, para petinggi di negeri ini diam, menyetujui tindakan negara ? Ijma’ dengan kezaliman demi kezaliman yang dipertontonkan ? Atau menunda untuk berbicara lebih banyak, sambil menunggu keadaan rakyat tambah parah ?

Yang jelas, penulis sudah menyampaikan. Tanggal sudah kewajiban dakwah di pundak penulis. Semoga, ikhtiar kecil ini dapat menjadi argumen kelak di yaumul hisab, yang karenanya dapat menjadi hijab dari siksa api neraka.

Tags: DonggalaJokowipalupemerintahpresidenRakyat kelaparan
ShareTweetSend
Previous Post

Visi Menjadi ‘Bangsa yang Utuh’ dalam Menghadapi Bencana

Next Post

Seribu Puisi Sejuta Harapan dari Solo untuk Palu dan Donggala

Next Post
Seribu Puisi Sejuta Harapan dari Solo untuk Palu dan Donggala

Seribu Puisi Sejuta Harapan dari Solo untuk Palu dan Donggala

KRI Usman Harun-359 Singgah di Jeddah Usai Tugas di Lebanon

KRI Usman Harun-359 Singgah di Jeddah Usai Tugas di Lebanon

Milad ke 53 Ribuan Kokam Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana

Milad ke 53 Ribuan Kokam Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Membanggakan ‘Kezaliman’?

Membanggakan ‘Kezaliman’?

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.