• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Membongkar Propaganda La Nyalla

10 Mar 2024
in Uncategorized
Reading Time: 3 mins read
A A
Membongkar Propaganda La Nyalla
9
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Yons Achmad, Pengamat Media

(Panjimas.com) — Di Metro TV, saya lihat dan dengar pengakuan La Nyalla. Dia mengakui dirinya sebarkan fitnah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), pemeluk agama Kristen, keturunan China. Dia sudah minta maaf ke Jokowi atas pengakuan ini dan sudah dimaafkan. Selesai? Tidak. Bagaimana publik mesti memaknai peristiwa politik yang sarat kepentingan ini? Kita lihat.

Saya akan meminjam pendekatan Jurgen Habermas penulis buku “The Teory of Communicative Action”. Dia membedakan tiga jenis tindakan berbicara. Tindakan demikian yang akan saya gunakan untuk membongkar pengakuan La Nyalla yang disebarkan secara massif di Metro TV Itu, media partisan pendukung Jokowi.

Pertama, Constantive (pernyataan). Tindakan untuk meyakinkan bahwa suatu proposisi adalah benar. Dia memberikan pernyataan kepada pers (publik), dialah yang menyebarkan informasi Jokowi PKI, Kristen dan keturunan China. Dia berusaha untuk meyakinkan publik kalau itu salah. Dia mengaku menyebarkan itu karena dulu dia berada dipihak oposisi. Pesannya, dia ingin meyakinkan publik kalau Jokowi tak seperti yang dia tuduhkan dahulu plus menghantam opisisi sekaligus.

Kedua, Regulative (pengaruh). Tindakan untuk memengaruhi hubungan seseorang dengan orang lain atau pihak lain. La Nyalla, mencoba meyakinkan orang-orang terdekatnya, atau pihak lain yang saat ini berada di kubu opisisi untuk tak memercayai isu Jokowi PKI, Kristen, keturunan China dan seterusnya. Pesan-pesan demikian tentu disiarkan di media-media pendukung petahana. Apakah yang disampaikan La Nyalla punya dampak? Jelas. Petahana diuntungkan, opisisi dirugikan.

Ketiga, Avowal (pengakuan). Tindakan pengakuan sekaligus mengekspresikan kondisi internal pembicara, menyuarakan diri, atau untuk menunjukan siapa jati dirinya. Untuk membangun otoritas, dalam pengakuannya, dia membawa-bawa kisah masa lalu sebagai tim pemenangan Prabowo.

Dia sedang mencoba membangun kesan sebagai tokoh yang begitu paham persoalan. Dengan “otoritas” demikian, berharap orang percaya omongannya. Sebuah pengakuan kontroversial dan pasti bakal “digoreng” media corong petahana dengan gegap gempita. Lagi-lagi, apa publik percaya? Belum tentu.

Melihat narasi demikian, bagaimana publik menyikapinya? Seperti kita tahu, publik semakin cerdas. Era medsos sekarang ini, orang tak mudah percaya begitu saja pengakuan tokoh-tokoh petualang politik. Apalagi, bagi aktivis gerakan yang melek politik. Pengakuan demikian bisa jadi hanya sebuah lelucon.

Di ranah intelektual, kita bisa menafsirkannya dengan mengikuti “arahan” Peter L. Berger dan Thomas Luckman dalam buku “populernya” “The Social Construction of Reality” (Tafsir Sosial Atas Kenyataan). Dalam sebuah dialektika, pemahaman atas realitas, menurut mereka, melalui tiga tahap yaitu eksternalisasi, obyektivikasi dan internalisasi.

Melalui tiga tahap ini, kita bisa memaknai dan sekaligus membongkar pengakuan La Nyalla yang sungguh konyol itu.
Di tahap eksternalisasi, “Kubu sebelah” tentu akan memanfaatkan pengakuan ini untuk menyerang opisisi, terkait tingkah polah oknumnya di masa lalu. Tapi, pikiran dan pengakuan kotor La Nyala, tentu tidak serta merta bisa diterima oleh mereka yang berpikir jernih. Biarkan La Nyala membangun realitasnya sendiri. Tapi, kita juga tetap punya pandangan masing-masing.

Selanjutnya, proses obyektivikasi menjadi penting. Bagi saya, La Nyala hanyalah orang kecewa terhadap Prabowo, yang pada pilkada Jatim lalu, tak dipilih menjadi kandidat calon gubernur. Akhirnya, banting setir mendukung Jokowi-Makruf. Dan dalam politik, dia harus menunjukkan bukti kesungguhan mendukung petahana. Akhirnya, muncullah pengakuan tersebut.

Sebuah engakuan sekaligus, propaganda politik. Tapi, saya yakin, operasi narasi ini tidak bakal sampai kepada proses internalisasi (penanaman kesadaran) kepada publik awas dan waras. Bahkan, boleh dibilang, operasi narasi ini gagal total. Bangunan kesadaran kita bakal menolak logika-logika sarat kepentingan ala La Nyalla.

Pada akhirnya, sebenarnya kita bisa membaca fenomena demikian dengan sederhana. Memang terdapat dua perspektif memadangnya. La Nyalla, bagi kubu petahana mungkin dianggap pahlawan. Sama seperti misalnya Ngabalin, Kapitra Ampera atau Yuzril Ihza Mahendra. Tapi, bagi kubu oposisi, sangat jelas, orang-orang ini hanyalah pengkhianat tengil yang kelak bakal menerima konsekuensi logis atas sikap politiknya.

Yang pasti dalam kasus ini, La Nyalla boleh-boleh saja dengan alur pikirnya. Termasuk sebuah kesan lanjutan yang ingin ditampilkan bahwa kubu oposisi terbukti menyebarkan hoaks. Bahkan produsen hoaks. Tapi, sekali lagi, publik tak mudah tertipu dengan propaganda murahan, yang disebarkan oleh stasiun TV semacam Metro sekalipun. La Nyalla, ibarat politisi yang hampir tenggelam. Dia akan menyelamatkan diri dengan berpegang apa saja. Yang paling mudah dan aman sekarang memang menjilat petahana, tak peduli ketika harus menyerang kawan-kawan lamanya. []

Tags: headlinesMembongkar Propaganda La NyallaYons Achmad
Share9TweetSend
Previous Post

Akhirnya Kemendagri Cabut Aturan Penggunaan Jilbab untuk PNS

Next Post

MUI Kecam Penindasan Muslim Uighur, “Pelanggaran Nyata HAM dan Hukum Internasional”

Next Post
Peran Indonesia Dalam Dunia Islam

MUI Kecam Penindasan Muslim Uighur, “Pelanggaran Nyata HAM dan Hukum Internasional”

Din Syamsudin: Islam Wasathiyah Adalah Islam yang Menolak Diskriminasi

Wantim MUI Desak Pemerintah Indonesia Bersikap Keras dan Tegas, Bela Nasib Muslim Uighur

DDII Bekasi: Jaga Gereja di Perayaan Natal bukan Toleransi!

DDII Bekasi: Jaga Gereja di Perayaan Natal bukan Toleransi!

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Membongkar Propaganda La Nyalla

Membongkar Propaganda La Nyalla

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.