• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Nasional

Mohammad Natsir Bicara Tentang Muhammadiyah Pelopor Pembaharuan Pemikiran Islam

4 Apr 2023
in Nasional, NEWS, Uncategorized
Reading Time: 3 mins read
A A
Mohammad Natsir Bicara Tentang Muhammadiyah Pelopor Pembaharuan Pemikiran Islam
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Yogyakarta, Panjimas —Mohammad Natsir merupakan tokoh Islam, cendekiawan, politikus dan sekaligus salah seorang negarawan yang dimiliki bangsa kita. Sejak usia muda, pria kelahiran Kabupaten Solok, Sumatra Barat 17 juli 1908 ini menaruh minat yang sangat besar terhadap ilmu pengetahuan, falsafah dan kajian keislaman. Meski ia sepenuhnya menempuh pendidikan Barat di sekolah-sekolah Belanda, namun minatnya untuk menelaah khazanah ilmu keislaman tak pernah padam.

Yusril Ihza Mahendra, salah seorang murid Natsir, pernah mengatakan bahwa baik dalam tulisan maupun ceramah, Natsir senantiasa bersandar pada data, analisa dan argumentasi yang kokoh. Minat bacanya yang tinggi dan sikapnya yang luwes dalam pergaulan, merupakan modal Natsir menelurkan pandangan-pandangan yang berbobot dan juga memiliki daya pengaruh yang luas kepada publik.

Dalam sebuah sambutannya pada acara Musyawarah Muhammadiyah Wilayah (Musywil) Sulawesi Selatan tahun 1972, misalnya, Natsir memberikan pandangannya tentang Muhammadiyah. Ceramah tersebut akhirnya berhasil ditulis dan diterbitkan Media Da’wah Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia pada tahun 1974 dengan judul Muhammadiyah Pelopor Pembaharuan Pemikiran Islam.

Natsir mengawali ceramahnya dengan satu pertanyaan serius: “Maa adraka maa Muhammadiyah?” (Apa sebenarnya Muhammadiyah itu?); “apa hakekat Muhammadiyah itu?” dan apa yang dinamakan dengan “pribadi” Muhammadiyah itu?

Muhammadiyah sebagai Organisasi Dakwah

Natsir mengatakan bahwa Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang murni berjuang dalam dakwah. Dakwah bagi Natsir tidak hanya berada di masjid dan ceramah dari mimbar ke mimbar melainkan juga menjalar ke seluruh bidang kehidupan. “Dakwah itu melingkupi semua kegiatan”, ungkap Natsir. Ia juga mengutip QS. Ali Imran ayat 104 yang menegaskan bahwa berdakwah bukan monopoli golongan ulama atau cendekiawan saja, melainkan kewajiban seluruh umat Islam. Seluruh aspek kebaikan yang dikerjakan dan melarang berbuat kerusakan, semuanya mengandung nilai dakwah.

Natsir menilai jalan dakwah yang ditempuh Muhammadiyah telah tepat karena berdakwah dalam medan yang lebih luas. Tidak hanya di masjid, tapi juga menyentuh pendidikan dan kesehatan, serta menjalar ke fakir miskin dan yatim piatu. Laksana matahari, Muhammadiyah hadir sebagai pencerah kehidupan umat.

Pandangan Natsir berakar pada kiprah dakwah Muhammadiyah sejak kelahirannya. Sebelum mendirikan Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan melihat permasalahan dakwah tidaklah sebatas permasalahan akidah dan ibadah saja, tetapi jauh lebih rumit dan kompleks, yakni berkaitan dengan masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, ekonomi, dan pemikiran yang melanda umat Islam. Dalam pandangan KH. Ahmad Dahlan, dakwah harus dapat membebaskan umat dari segala keterbelakangan.

Misalnya, pembaruan di bidang pendidikan yang dilakukan KH. Ahmad Dahlan dengan membuat sekolah yang memiliki kualitas setara dengan sekolah milik negara maju adalah strategi yang sangat tepat untuk membendung arus kristenisasi yang berawal di Jawa dan sekitarnya. Alwi Shihab dalam bukunya Membendung Arus menjelaskan bahwa cara KH. Ahmad Dahlan dalam membendung arus Kristenisasi seperti ini belum diketahui banyak orang. Muhammadiyah saat itu membendung arus kristenisasi yang dibawa kolonial dengan cara bersaing secara sehat tanpa menebar benih permusuhan dan amarah.

Habitat dakwah Muhammadiyah memang bergerak di bidang sosial keagamaan. Tidak berlebihan kiranya jika menyebut Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang menjalankan keyakinannya dengan sebuah amalan nyata, yang hadir di tengah kehidupan sosial masyarakat dan menjadi solusi dalam setiap kondisi. Seluruh Nusantara kini terhampar simpul-simpul pelayanan sosial dengan jumlah yang tidak sedikit merupakan bukti shahih yang sulit dibantah. Karenanya, pengertian dakwah yang dijelaskan Natsir sejalan dengan apa yang telah dan sedang dikerjakan Muhammadiyah.

Muhammadiyah sebagai Gerakan Tajdid

Mohammad Natsir juga menyebut Muhammadiyah sebagai pelopor gerakan tajdid. “Pembaharuan”, kata Natsir, tidak berarti menutup identitas diri sebagai seorang muslim. Natsir tidak menginginkan umat Islam merasa tidak bangga akan keislamannya dan mengalami inferiority complex dengan umat dan bangsa lain. Natsir menyebut bahwa pembaharuan yang dilakukan Muhammadiyah berada dalam jalan yang tepat.

Sayangnya, alasan gerakan tajdid yang dilakukan Muhammadiyah dinilai tepat, tidak begitu banyak dibicarakan Natsir. Namun hal tersebut sebagai sinyal bahwa pengertian tajdid yang dipahami Muhammadiyah sebagai jalan purifikasi dan dinamisasi dalam pandangan Natsir, setidaknya, tidak saling bertentangan.

Tajdid yang dipahami Muhammadiyah memiliki dua jalan: purifikasi untuk aqidah-ibadah dan dinamisasi untuk muamalah-duniawiyah. Pandangan ini berangkat dari teropong pemikiran terhadap konteks sosiokultural-spiritual yang berakar pada kontekstualisasi gagasan masa lalu dan masa depan. Purifikasi dalam hal ibadah menuntut seorang muslim untuk beribadah sesuai dengan apa yang tertulis dalam teks al-Quran dan al-Sunnah, artinya berorientasi jauh lebih ke belakang. Sementara dinamisasi diarahkan untuk persoalan-persoalan muamalah yang menyesuaikan konteks, artinya berdimensi kekinian dan masa depan.

Kita tahu bahwa Natsir merupakan salah satu tokoh yang membawa pemikiran modern dalam Islam. Akan tetapi “pemikiran modern” Natsir tidak segenit tokoh lain yang senang mengumbar akrobat-akrobat pemikiran yang kontroversial. Begitu pula dengan Muhammadiyah, tajdid tidak dilakukan untuk menunjukkan arogansi intelektual, akrobat pemikiran atau sensasi pemberitaan. Tetapi tajdid difungsikan sebagai panduan, pencerahan, dan jalan keluar dari berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Berdasarkan uraian di atas, kalau sekiranya ada yang bertanya “Maa adraka maa Muhammadiyah?”, maka jawaban Mohammad Nasir: Muhammadiyah adalah gerakan dakwah dan tajdid.

Tags: Mohammad Natsirmuhammadiyah
ShareTweetSend
Previous Post

Bahas Pemilu Hingga Korupsi, Muhammadiyah Terima Kunjungan Menkopolhukam

Next Post

Refleksi Mengukur Kontribusi dan Partisipasi Warga Persyarikatan dalam Membangun Muhammadiyah

Next Post
Refleksi Mengukur Kontribusi dan Partisipasi Warga Persyarikatan dalam Membangun Muhammadiyah

Refleksi Mengukur Kontribusi dan Partisipasi Warga Persyarikatan dalam Membangun Muhammadiyah

King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSRelief) Bagikan 100 Ton Kurma untuk Indonesia

King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSRelief) Bagikan 100 Ton Kurma untuk Indonesia

Nasib Perusahaan, Buruh, Cinta Produksi Dalam Negeri Serta Kepedulian Terhadap Sesama

Nasib Perusahaan, Buruh, Cinta Produksi Dalam Negeri Serta Kepedulian Terhadap Sesama

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Mohammad Natsir Bicara Tentang Muhammadiyah Pelopor Pembaharuan Pemikiran Islam

Mohammad Natsir Bicara Tentang Muhammadiyah Pelopor Pembaharuan Pemikiran Islam

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.