TOKYO (Panjimas.com)–Sebuah perayaan literasi Indonesia berlangsung di ibu kota Jepang pada Senin (6/7). Bertempat di Balai Budaya Sekolah Indonesia Tokyo, acara Peluncuran dan Diskusi Buku Karya Para Penulis Indonesia digelar atas kolaborasi Forum Lingkar Pena (FLP) Jepang dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo. Kegiatan tersebut menghadirkan enam karya penulis Indonesia kepada masyarakat diaspora.
Mengusung tema “Menabur Karakter Baik melalui Literasi: Dari Indonesia untuk Dunia”, acara ini meluncurkan enam buku karya penulis Indonesia, yaitu Kumpulan Dongeng Fabel Pembangun Karakter, Antologi Memoar Kehidupan: Bertahan dan Bertumbuh, Jejak Terang di Ujung Malam, Sajak Putih Sang Penuntun, Surat-Surat yang Belum Usai, dan Satu Nusa, Beribu Rima.
Ketua Forum Lingkar Pena Jepang, Mursyida Nurfadhilla, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para penulis yang berkenan hadir sekaligus menegaskan komitmen komunitas untuk terus merawat literasi Indonesia dari negeri Sakura.
“Kami di Forum Lingkar Pena Jepang percaya bahwa menulis bukan sekadar merangkai kata, tetapi juga menabur karakter, menyampaikan gagasan, dan menjaga akar keindonesiaan kami di Negeri Sakura. Kami merasa terhormat dapat menjadi tuan rumah peluncuran karya-karya para penulis Indonesia ini dan berharap buku-buku tersebut dapat menemani perjalanan literasi para pembaca, baik di tanah air maupun di berbagai belahan dunia,” ujar Mursyida.
Acara ini terselenggara atas kolaborasi FLP Jepang dengan KBRI Tokyo, SIP Publishing, PaberLand, dan Yayasan Rumah Indonesia Menulis. Dukungan penuh KBRI Tokyo, termasuk penyediaan Balai Budaya Sekolah Indonesia Tokyo sebagai lokasi penyelenggaraan, menjadi bukti pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam merawat literasi Indonesia di luar negeri.
Dalam sambutannya, Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya (Pensosbud) KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula, menyampaikan dukungan penuh KBRI terhadap kegiatan kepenulisan di kalangan diaspora Indonesia. Ia juga mengapresiasi para penulis yang terus berkarya bagi bangsa.
Al Aula membuka sambutannya dengan mengenang pengalamannya mendampingi Presiden ke-3 Republik Indonesia, B.J. Habibie, dalam berbagai penugasan. Dari sosok Habibie, ia belajar bahwa budaya membaca merupakan kebiasaan yang sangat penting dan perlu terus ditumbuhkan. Menurutnya, kegiatan literasi seperti ini harus terus dipertahankan dan dikembangkan karena merupakan bagian dari upaya membangun kapasitas intelektual bangsa.
Sebagai bagian dari misi menumbuhkan budaya baca di kalangan generasi muda Indonesia di Jepang, seluruh buku yang diluncurkan diserahkan kepada KBRI Tokyo dan Sekolah Indonesia Tokyo. Buku-buku tersebut diharapkan menjadi bacaan yang menginspirasi anak-anak Indonesia yang tumbuh dan menempuh pendidikan di Negeri Sakura.
Selain peluncuran buku, acara juga menghadirkan sesi diskusi bersama para penulis yang membahas proses kreatif di balik karya mereka. Sesi tersebut dipandu Ketua Yayasan Rumah Indonesia Menulis sekaligus Direktur SIP Publishing, Indra Defandra. Pada kesempatan yang sama, para pemenang kompetisi menulis “Dongeng Fabel Pembangun Karakter Baik” turut menerima apresiasi.
Peluncuran enam buku ini menjadi bukti bahwa semangat literasi Indonesia terus tumbuh, termasuk di kalangan diaspora. Melalui kolaborasi berbagai pihak, FLP Jepang berharap dapat terus menjadi ruang yang melahirkan dan menyambut karya-karya penulis Indonesia sebagai kontribusi bagi masyarakat, baik di dalam maupun di luar negeri.
TENTANG FORUM LINGKAR PENA JEPANG
Forum Lingkar Pena (FLP) Jepang merupakan organisasi penulis diaspora Indonesia di Jepang yang berfokus pada pemberdayaan dan pengembangan literasi. FLP Jepang adalah bagian dari jaringan Forum Lingkar Pena yang tersebar di berbagai negara dengan misi menaburkan karakter baik melalui karya tulis, dari Indonesia untuk dunia.*















