YOGYAKARTA (Panjimas.com)–Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menghadiri peluncuran Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS), Sabtu (4/7). Kehadiran MSUS menjadi mata rantai pengembangan SD Muhammadiyah Sapen sekaligus menandai arah baru pendidikan Muhammadiyah melalui penyelenggaraan kelas berstandar internasional.
Haedar menjelaskan, MSUS tidak sekadar menghadirkan program kelas internasional, tetapi juga menjadi tonggak transformasi pendidikan Muhammadiyah agar mampu menjawab tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Menurut dia, lahirnya MSUS merupakan respons terhadap tantangan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia yang dinilai masih membutuhkan percepatan. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan bertaraf internasional menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat kenaikan indeks pembangunan manusia.
Ia menegaskan, pendidikan berkualitas merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat global.
Haedar juga menekankan bahwa pendidikan di lingkungan Muhammadiyah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Pendidikan Muhammadiyah dirancang secara integratif untuk mengembangkan kecerdasan intelektual sekaligus memperkuat keimanan, akhlak, dan karakter peserta didik.
“Dengan pendekatan tersebut, Muhammadiyah berharap mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi spiritual dan moral yang kuat dalam menghadapi dinamika zaman,” ujarnya.*















