• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Nasional

Buya Hamka dan Sekolah Islam al-Azhar

17 Feb 2018
in Nasional, NEWS, Tokoh
Reading Time: 3 mins read
A A
Buya Hamka dan Sekolah Islam al-Azhar
0
SHARES
406
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (Panjimas.com) – Buya Hamka, menyadari pentingnya transfer ilmu melalui lembaga pendidikan. Tetapi lembaga pendidikan yang didirikannnya bukanlah surau atau madrasah yang sedikit banyak memungkinkan berlangsungnya transmisi keilmuan secara tradisional tadi.

Sebaliknya Hamka mendirikan Sekolah Islam al-Azhar (1961), yang moderen, yang memiliki karakter dan sifat yang berbeda tidak hanya dalam substansi keilmuan, tetapi juga dalam corak transmisinya. Hasilnya adalah kemunculan sebuah corak baru pendidikan Islam, yang menghasilkan generasi baru Muslim terdidik di lingkungan keluarga dan masyarakatnya yang juga terus berubah.

Demikian pemaparan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Azyumardi Azra, CBE, dalam makalahnya yang berjudul “Perjuangan Politik dan Pendidikan Buya Hamka”, dalam Seminar Nasional “Membedah Pemikiran Buya Hamka dalam bidang Teologi, Fiqh, Harakah, Sastra, Pendidikan dan Tasawuf di Aula Buya Hamka, Masjid Agung Al Azhar, Kamis (15/2).”

Azyumardi mengungkapkan, pendirian sekolah Islam al-Azhar merupakan titik awal perubahan sekolah Islam menuju kemajuan. Sekolah-sekolah Islam—seperti sekolah Muhammadiyah—sudah ada sejak dasawarsa kedua abad 20. Tetapi tidak berhasil meningkatkan kualitas dan daya tariknya sampai akhir kekuasaan Belanda dan Jepang, dan bahkan sampai masa tiga dasawarsa setelah kemerdekaan negeri ini.

Faktor utamanya sudah jelas; pertama, tidak terdapat dukungan finansial memadai, yang memungkinkan terjadinya upaya peningkatan kualitas; kedua, belum tersedianya sumber daya yang mampu mengelola dan mengembangkan sekolah-sekolah Islam tersebut. Keadaan yang hampir sama—hanya sedikit lebih baik dialami juga oleh sekolah-sekolah negeri.

Akibatnya, banyak orangtua yang kaya atau pejabat enggan mengirim anak-anak mereka ke sekolah-sekolah Islam, dan bahkan ke sekolah negeri. Hanya kalangan bawah saja yang mengirim anaknya ke sekolah Islam atau sekolah negeri. Sekolah-sekolah yang menjadi favorit mereka adalah sekolah Katolik atau Kristen yang lebih menjanjikan mutu dan disiplin, yang masih menerapkan disiplin model Belanda.

Sampai akhir dasawarsa 1970an, bagi orang kaya dan pejabat, mengirim anak-anak ke sekolah-sekolah seperti ini sangat bergengsi; dan karena itu ia juga menjadi salah satu simbol status.

Keadaannya mulai berubah, pelahan tapi pasti, sejak 1970an. Perintis perubahan itu, tidak lain adalah sekolah Islam al-Azhar yang terletak di lingkungan Masjid Agung al-Azhar, Kebayoran Baru, yang merupakan kawasan elit di Jakarta.

Terkait erat dengan visi kemoderenan dan keindonesiaan ulama besar, Prof DR Buya Hamka, sekolah al-Azhar menjadi model bagi sekolah-sekolah Islam yang berkecambah tidak hanya di Jakarta, tetapi juga kota-kota lain di Indonesia sejak 1980an. Al-Azhar sendiri membuka cabang di berbagai kota dengan cakupan pendidikan sejak dari tingkat dasar dan menengah; dan di Jakarta ada Universitas al-Azhar Indonesia.

Model al-Azhar berkecambah sejak 1980an. Sebagiannya merupakan cabang al-Azhar yang memisahkan diri. Lalu ada al-Izhar, Madania (Parung), as-Salam (Solo), SMU Insan Cendekia (Serpong dan Gorontalo), SMU Athiroh (Makassar), Internat al-Kautsar (Sukabumi), dan banyak lagi untuk didaftar satu persatu.

Sekolah-sekolah ini—mengikuti model yang diletakkan Buya Hamka—dikelola secara profesional, dengan sumber daya manusia yang baik; dan tidak kurang pentingnya, dengan dukungan finansial yang amat baik. Karena itu, tidak heran kalau sekolah-sekolah ini berhasil meningkatkan kualitas pendidikannya.

Tidak heran pula kalau sekolah-sekolah ini menjadi sekolah-sekolah favorit dan sekaligus menjadi sekolah ‘elit’. Pelahan tapi pasti pula, kian banyak kalangan menengah ke atas—orang kaya dan pejabat—mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah seperti ini. Dan, tidak terelakkan lagi, sekolah-sekolah menjadi simbol status baru khususnya bagi keluarga-keluarga kelas menengah Muslim yang sedang dan terus bangkit sejak 1980an.

Dengan demikian Buya Hamka meletakkan dan mengembangkan pendidikan Islam modern yang maju dan membanggakan. Dengan perkembangan semacam itu, situasi sosiologis umat Islam sepanjang dasawarsa 1990-an membukakan peluang lebih besar bagi munculnya berbagai eksperimen baru dalam pendidikan Islam untuk meningkatkan kualitasnya.

Sejak dasawarsa terakhir abad 20, muncullah semakin banyak sekolah Islam swasta yang dalam perkembangannya disebut sebagai ‘sekolah Islam plus’, ‘sekolah Islam unggulan’, dan bahkan ‘sekolah elit’ Islam/Muslim” yang dirintis Sekolah Islam al-Azhar.

Sekolah Islam al-Azhar dan sekolah-sekolah Islam yang mengikuti jejaknya disebut ‘elit’, ‘unggulan’ atau ‘plus’ karena beberapa alasan: Pertama, sekolah-sekolah ini menerima siswa-siswanya secara sangat kompetitif, baik dari segi kemampuan akademis maupun keuangan;

kedua, guru-guru yang mengajar juga diterima melalui penyaringan dan seleksi yang sangat kompetitif; ketiga, sekolah-sekolah ini memiliki berbagai prasarana dan sarana pendidikan yang jauh lebih baik dan lebih lengkap dibandingkan sekolah-sekolah Islam, madrasah dan bahkan sekolah-sekolah negeri lainnya. Dengan berbagai latar belakang seperti ini, tidak heran, kalau kemudian para siswanya juga memiliki kualitas lebih baik dan lebih unggul.

Pada spektrum lain, sekolah-sekolah negeri juga terus berkembang dan meningkatkan kualitasnya. Dan karena itu, pelahan tapi pasti, munculkan sekolah-sekolah negeri yang menjanjikan mutu pendidikan yang baik. Hasilnya, tidak heran, kalau muncul SMA-SMA favorit di berbagai kota. Dan mengikuti jejak sekolah swasta, sekolah-sekolah negeri ini juga memungut dana untuk melengkapi fasilitas yang tidak selalu tersedia dalam anggaran resmi dari negara.

Masalahnya kemudian adalah bagaimana mereplikasi contoh-contoh keberhasilan ini demi peningkatan kualitas pendidikan bangsa secara keseluruhan. Karena itu, perlu pemikiran tentang filantropisme pendidikan, agar biaya yang relatif mahal pada sekolah berkualitas dan favorit ini untuk dipikul bersama guna memberikan kesempatan kepada anak-anak cerdas tapi miskin untuk juga bisa menggapai keunggulan. Dengan begitu pendidikan berkualitas juga dapat dinikmati anak-anak kurang beruntung, yang seyogyanya dapat diberikan peluang. (ass)

Tags: buya hamkaBuya Hamka dan Sekolah Islam al-AzharSekolah Al Azhar
ShareTweetSend
Previous Post

Membedah Buya Hamka sebagai Sastrawan

Next Post

Keluarga Punya Hak untuk Tahu Penyebab Kematian Muhammad Jefri

Next Post
Komnas HAM: Kerusuhan Kampung  Pulo  Terjadi Karena Tak Adanya Transparasi Tata Kota

Keluarga Punya Hak untuk Tahu Penyebab Kematian Muhammad Jefri

Istri Jefri Bantah Suaminya Meninggal Karena Sakit: Suami Saya Sehat dan Tidak Merokok

Istri Muhammad Jefri Bantah Pernyataan Polri

STIM Adakan Bedah Buku Bareng Jurnalis Ranu Muda

STIM Adakan Bedah Buku Bareng Jurnalis Ranu Muda

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Buya Hamka dan Sekolah Islam al-Azhar

Buya Hamka dan Sekolah Islam al-Azhar

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.