• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home ISLAMIA

Beginilah Seharusnya Akhlaq Seorang Guru

20 Jul 2017
in ISLAMIA, Kuliah Akhlaq
Reading Time: 4 mins read
A A
Beginilah Seharusnya Akhlaq Seorang Guru
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

(Panjimas.com) – Tahun ajaran baru, setelah sekian waktu rehat, para guru mulai menunaikan amanah mengajar di kelas. Penyegaran kembali dan peningkatan kualitas personal kiranya perlu diperoleh di momen ini, demi kemajuan kinerja dan keberkahan upaya mendidik generasi muda.

Guru amat penting peranannya dalam kehidupan umat manusia. Tak ada peradaban tanpa eksistensi dan peran aktif mereka. Sebelum Adam diturunkan ke bumi dengan tugas membangun peradaban, terlebih dulu ia berguru kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar mampu berkarya.

“Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya. Kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat seraya berfirman, ‘Sebutkan kepadaKu nama semua (benda) ini, jika kamu benar!'” (al-Baqarah: 31).

Guru, dalam khasanah budaya Jawa, kata itu mengandung makna filosofis: “digugu lan ditiru” (didengar dan diteladani). Maka itu, idealnya guru tak hanya bertugas mentransfer ilmu, menyampaikan materi, kepada murid. Ia dituntut menjadi model, contoh nyata, dalam pengamalan materi yang disampaikan, di kehidupan sehari-hari. Sebagai misal, apabila ia menyampaikan materi bahwa membuang sampah yang benar adalah di tempat sampah, maka itu menjadi keharusan baginya mengamalkannya di keseharian. Jika tidak, ia terancam bencana besar!

“Wahai orang-orang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangat dibenci di sisi Allah, mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (ash-Shaff: 2-3).

Guru dapat memraktikkan teori dengan baik bila ia memahami teori tersebut secara menghayatinya, menghunjam di lubuk hatinya. Ia tak hanya memahami yang tersurat, namun juga yang tersirat. Tak hanya memandang kulit, tapi juga isi. Dengan begitu, ia menjadi orang bijak, orang yang menguasai hikmah, sehingga mampu mencari akar masalah. Terhadap murid yang nakal misalnya, ia tak hanya bisa menunjukan kenakalannya, tapi juga mampu mendiaknosa sebabnya, sehingga mampu mencari solusinya dengan cerdas. Kiranya kita perlu merenungi kehebatan Khidir ‘alaihissalam sebagai sosok guru bagi Musa ‘alaihissalam.

“Lalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan rahmat kepadanya dari sisi Kami, dan yang telah diajarkan ilmu kepadanya dari sisi Kami.” (al-Kahfi: 65).

Di samping memaham-hayati materi, guru pun dituntut memahami sosok muridnya. Mengetahui kemampuan intelektual, sifat, dan karakternya, demi dapat menyampaikan materi dengan metode yang tepat.

“Dia menjawab, ‘Sungguh, engkau tidak akan sanggup sabar bersamaku. Dan bagaimana engkau akan dapat sabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?'” (al-Kahfi: 67-68).

Begitulah Khidir ‘alaihissalam memahami kemampuan intelektual Musa ‘alaihissalam.

Murid melakukan kesalahan itu wajar. Guru yang baik menghadapinya dengan teguran bijaksana, memakai bahasa yang mendidik dan menyentuh hati. Khidir ‘alaihissalam menegur Musa dengan nada pertanyaan, membuat sang murid mengakui kesalahannya dengan rendah hati dan lapang dada.

“Dia berkata, ‘Bukankah sudah kukatakan bahwa engkau tak akan mampu sabar bersamaku?'” (al-Kahfi: 72).

Saat kesalahan yang sama terulang, tindakan yang lebih tegas menjadi pilihan. Namun bukan amarah dan kebencian menjadi pendorongnya, hanya agar murid sadar diri dan mengambil pelajaran.

“Dia berkata, ‘Inilah perpisahan antara aku dan engkau; aku akan memberikan penjelasan kepadamu atas perbuatan yang engkau tidak mampu sabar terhadapnya.'” (al-Kahfi: 78).

Ketegasan guru bukanlah kesewenang-wenangan. Setiap gerak langkahnya seyogianya menjadi aktivitas pendidikan. Atas semua itu ia mampu memberikan penjelasan gamblang.

“Adapun perahu itu adalah milik orang miskin yang bekerja di laut; aku bermaksud merusaknya karena di hadapan mereka ada seorang raja yang akan merampas setiap perahu. Adapun anak muda (kafir) itu, kedua orang tuanya Mukmin, dan kami khawatir kalau dia akan memaksa kedua orang tuanya kepada kesesatan dan kekafiran. Kemudian kami menghendaki sekiranya Tuhan mereka menggantinya dengan (seorang anak lain) yang lebih baik kesuciannya daripada (anak) itu, dan lebih sayang (kepada ibu bapaknya). Dan adapun dinding rumah itu adalah milik dua anak yatim di kota itu yang di bawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua, dan ayahnya seorang yang shalih. Maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya sampai dewasa dan keduanya mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari Tuhanmu. Apa yang kuperbuat bukan menurut kemauanku sendiri. Itulah keterangan perbuatan-perbuatan yang engkau tidak sabar terhadapnya.” (al-Kahfi: 79-82).

Guru harus menyadari tugas dan tanggung jawab yang dipikulkan di pundaknya, yaitu mengajarkan ilmu pengetahuan kepada murid, mendidik mereka agar menjadi manusia beradab.

“Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud, dan dia (Sulaiman) berkata, ‘Wahai manusia, kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sungguh, (semua) ini benar-benar karunia yang nyata.'” (an-Naml: 16).

Guru, sepandai apa pun ia, harus sadar diri bahwa masih banyak hal belum diketahuinya. Dan mungkin saja pengetahuan itu malah dimiliki orang lain yang tidak lebih intelek darinya. Dengan begitu, ia akan secara alamiah memiliki sikap tawadhu’ sekaligus menghargai orang lain, serta bersedia berguru kepada siapa pun dan apa pun. Sulaiman ‘alaihissalam, seorang raja besar yang memiliki kekuasaan politis, harta, dan ilmu yang luas, menghargai informasi bawahannya yang hanyalah seekor burung.

“Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata, ‘Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari Negeri Saba’ membawa suatu berita yang meyakinkan.” (an-Naml: 22).

Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam pun, ketika ditanyai orang dan merasa tak memiliki kewenangan ilmiah untuk menjawabnya, beliau mengatakan apa adanya.

“Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, ‘Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.'” (al-Isra’: 85).

Guru yang baik hendaknya juga membuka luas peluang untuk murid dalam berpartisipasi aktif, unjuk kemampuan.

“Dia (Sulaiman) berkata, ‘Wahai para pembesar, siapakah di antara kamu yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku menyerahkan diri?'” (an-Naml: 38).

Guru pun seyogyanya respek terhadap murid. Tidak selayaknya ia tampil kurang responsif. Ketika sedang berdakwah kepada para pembesar Quraisy, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam kurang merespon kehadiran Abdullah bin Ummi Maktum radhiyallahu ‘anhu yang seorang tuna netra. Karena itu Allah ta’ala memberi teguran.

“Dia (Muhamad) bermuka masam dan berpaling.” (‘Abasa: 1).

Guru juga tak sepantasnya berlaku pilih kasih. Ia harus berlaku adil dan bijaksana terhadap murid-muridnya.

“Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (para pembesar Quraisy), maka engkau (Muhammad) memberi perhatian kepadanya.” (‘Abasa: 5-6).

Dan menjadi karakteristik pendidikan Islam adalah tiadanya dikotomi ilmu pengetahuan dengan spiritualitas. Maka guru Muslim yang baik harus mampu mengarahkan sains maupun ilmu sosial, ke ranah spiritual. Setiap memelajari berbagai hal, ujungnya adalah pengenalan terhadap Allah subhanahu wa ta’ala.

“Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran), sedang dia takut kepada Allah, engkau (Muhammad) malah mengabaikannya. Sekali-kali jangan (begitu) ….” (‘Abasa: 8-11).

Demikianlah akhlaq guru Muslim. Semoga menjadi pengingat bagi kita semua, utamanya Anda yang berprofesi sebagai guru. Wallahu a’lam. [IB]

Tags: guruheadlines
ShareTweetSend
Previous Post

Dewan Dakwah Titip 5000 USD untuk Anak Palestina

Next Post

Telegram Dilarang, Yusril Ihza Mahendra: Tidak Bisa Sepihak Tanpa Undang-Undang

Next Post
Kementerian Komunikasi dan Informatika Segera Putuskan Aplikasi Telegram

Telegram Dilarang, Yusril Ihza Mahendra: Tidak Bisa Sepihak Tanpa Undang-Undang

Hari Ini Kemenkumham Cabut Badan Hukum Perkumpulan HTI

Mengukur Objektifitas Pembubaran Ormas HTI

Ketika Ustadz Arifin Ilham Mengganti Terjemahan Al Qur’an Kementerian Agama

Ketika Ustadz Arifin Ilham Mengganti Terjemahan Al Qur'an Kementerian Agama

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Beginilah Seharusnya Akhlaq Seorang Guru

Beginilah Seharusnya Akhlaq Seorang Guru

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.