• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home ISLAMIA

Kita Sedang Belajar

11 Nov 2017
in ISLAMIA, Kuliah Akhlaq
Reading Time: 2 mins read
A A
Mengapa Harus Peduli Kampung Sawah Cilincing
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

(Panjimas.com) – Di suatu kampung, tinggal sebuah keluarga besar asli kelahiran setempat. Konon, sudah beberapa turunan leluhurnya menghuni kampung itu. Kini jadi tujuh belas kepala keluarga. Rumah mereka berjajar, berdampingan, berhadapan, dan ada yang saling membelakangi. Dulu lahan itu milik eyang yang kemudian diwariskan ke orang tua mereka, lalu ke mereka.

Suatu siang seorang anggota keluarga mengeluhkan keponakannya. “Sudah kuliah, tetep masih nggak mau nyapu halaman rumah,” ucapnya.

Bibi yang lain berkata, “Padahal ibunya rajin sekali lho sejak muda. Sejak kecil malah.”

Si Gadis jadi perbincangan bibi-bibinya yang biasa ngerumpi di teras rumah keluarga yang paling tua. Teras itu memang enak untuk bercengkerama. Cukup luas, ada tempat duduk di ketiga sisinya. Halamannya sebenarnya sempit, tapi teduh dan nyaman karena dirindangi dua pohon nangka besar dan sedikit tanaman hias.

Nyaris tiap hari. Saat agenda beberes rumah tuntas, mereka berkumpul dan berbincang-bincang berbagai soal. Keponakan yang satu itu nyaris selalu masuk daftar bahan perbincangan, kecuali pas ada ibunya.

Suatu hari, saat kumpul-kumpul ngerumpi, Pak Kiai lewat dan berhenti sejenak. Ia pensiunan guru agama yang sering diminta berceramah di kampung-kampung sekitar. Ia pendatang, dulu membeli lahan di kampung itu saat masih muda, saat baru beberapa tahun jadi guru SD sebelah. Pak Kiai orangnya ramah, senyumnya murah. Untuk ke masjid, ia melewati jalan depan rumah tempat ngerumpi.

Jelang siang Pak Kiai berjalan kaki ke masjid. Belum waktunya azan, tapi ia ingin buka-buka pintu dulu dan bersih-bersih kaca yang berdebu. Itulah kebiasaannya. Tapi rupanya anak-anak muda juga tak cepat tanggap, tak segera menangkap pesan bahwa rutinitas baik lelaki tua itu harus mereka teladani dan jaga.

Pak Kiai menyapa ibu-ibu yang sedang asyik berbincang. “Assalamu’alaikum,” senyumnya menyertai salam.

“Wa’alaikumussalam, Pak Dul,” jawab serempak ibu-ibu. Pak Kiai itu bernama Abdul Sukri, dan akrab dipanggil Pak Dul.

“Itu lho, Pak, Si Vina, nyapu halamannya sendiri aja nggak pernah. Anak kuliahan kok kayak gitu,” lapor salah seorang.

“Iya tuh, Pak, mbok dibilangin. Mungkin kalau Pak Dul yang nasihatin manjur,” timpal yang lain.

“Hehehe…” Tawa ramah Pak Kiai membuka jawaban, “kita semua ini sedang belajar, Bu. Si Vina itu lagi menjalani proses belajar. Bukan hanya di bangku kuliah, tapi di kehidupannya, di umurnya. Dan kita pun sama. Semua sedang belajar.”

Beberapa hari setelah itu ada pengajian di masjid. Pak Kiai bertugas sebagai penceramah. Rupanya ia ingin memerjelas apa yang sudah disampaikannya kepada ibu-ibu tukang ngerumpi. “Kita semua sedang belajar. Kita belajar karena belum pintar, belum baik, masih banyak kesalahan dan kekurangan. Belajar membuat diri lebih berharga. Maka mari belajar dan terus belajar. Jadikan acara pengajian ini sebagai ajang belajar. Jadikan hari-hari kita sebagai ruang dan waktu belajar. Dan belajar itu untuk mengenal diri dan meningkatkan mutu diri. Agar kita semakin baik dari hari ke hari. Dan kunci belajar adalah mawas diri, introspeksi. Bukan sibuk menuding orang lain sampai lupa dosanya sendiri!”

Begitu cara Pak Kiai mengingatkan ibu-ibu ngerumpi. Berproses, dengan ramah-tamah sehari-hari, lalu “menyergap” hati kala momen strategis didapati. Semoga cerita ini jadi renungan untuk memerbaiki akhlaq dan kepekaan hati kita semua.

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memerhatikan apa yang telah dilakukannya untuk hari esok (akhirat). Dan bertaqwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu lakukan.” (al-Hasyr: 18). Wallahu a’lam. [IB]

Tags: taqwa
ShareTweetSend
Previous Post

Tabligh Akbar Garut, Bupati: Ini untuk Menyelamatkan Dunia dan Akhirat

Next Post

Serangan Mobil di Toulouse Prancis Lukai 3 Siswa

Next Post
Serangan Mobil di Toulouse Prancis Lukai 3 Siswa

Serangan Mobil di Toulouse Prancis Lukai 3 Siswa

PKPU Indonesia dan IHH Resmikan Pusat Khusus Gadis Yatim-Piatu Suriah di Hatay, Turki

PKPU Indonesia dan IHH Resmikan Pusat Khusus Gadis Yatim-Piatu Suriah di Hatay, Turki

Hina Islam, Polda Metro Jaya Tetapkan Pemred Media Jakarta Post Jadi Tersangka

Menurut Polisi Kerusuhan Rutan Mako Brimob Karena Penyitaan Ponsel

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Mengapa Harus Peduli Kampung Sawah Cilincing

Kita Sedang Belajar

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.