• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home ISLAMIA

Buah Beracun Itu Bernama Gaya Hidup Mewah

24 Jan 2018
in ISLAMIA, Kuliah Akhlaq
Reading Time: 3 mins read
A A
Buah Beracun Itu Bernama Gaya Hidup Mewah
0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

(Panjimas.com) – “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu. Maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (al-Isra’: 16).

Banjir di musim hujan, kekeringan saat kemarau, musim yang tak menentu, cuaca ekstrim, hujan asam, erosi dan hilangnya kesuburan tanah. Serangan hama tanaman, kandungan racun pada pangan, air tanah yang tidak sehat karena tercemar, udara yang tak lagi bersih dan segar, merebaknya berbagai penyakit akibat udara yang dihirup dan makanan-minuman yang diasup sudah tercemar. Dan sebagainya, dan sebagainya. Itulah sederet wujud nyata kerusakan alam yang sedianya penuh keindahan dan keseimbangan.

Akibat ulah siapakah kerusakan itu? Binatang buas di hutan sana, atau jin-jin yang tak kasat mata? Oh, bukan mereka. Allah subhanahu wa ta’ala menunjukkan jawabannya dengan ringkas dan jelas: manusia!

“Telah tampak kerusakan di darat dan laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia ….” (ar-Ruum: 41).

Dengan ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala memberitahukan kepada kaum beriman bahwa kerusakan sumber daya alam tidak lain hanyalah akibat dari rusaknya sumber daya manusia, khususnya kerusakan ruhani/mental/budaya.

Dalam al-Isra’: 14 di atas, Allah subhanahu wa ta’ala secara eksplisit menyebut golongan tertentu dari umat manusia, yaitu orang-orang yang bertaraf ekonomi tinggi dan menganut gaya hidup mewah. Mahabenar Allah tidak asal menyebut. PenyebutanNya adalah isyarat yang sangat jelas bahwa golongan orang dengan tipe itulah yang memiliki potensi besar dalam menimbulkan kerusakan lingkungan.

Bila kita tengok kenyataan di lapangan, gaya hidup mewah memang sering kali menimbulkan problem ekosistem. Mulai dari proses memeroleh harta benda sampai pada saat penggunaannya, dapat kita saksikan dengan sangat gamblang terbukti menjadi penyebab terbesar kerusakan lingkungan.

Para penganut gaya hidup mewah di mana saja telah melazimkan diri bepergian menggunakan mobil walau hanya sendiri, padahal kalau mau jujur sebenarnya dengan sepeda kayuh saja sudah cukup. Mereka tak memikirkan dampak ekologis dari pilihannya. Kalau saja mobilnya bertenaga listrik dan sistem pembangkit listrik di negerinya sudah “sehat”, tentu tak begitu jadi masalah. Tapi kenyataannya mobil itu berbahan bakar BBM minyak bumi yang pastinya menimbulkan polusi, terlebih lagi masih impor dari luar negeri. Sungguh panjang sebenarnya rentetan dosa gaya hidup seperti itu, namun mereka belum mau mengerti.

Mereka belum mau mengerti. Mungkin sebabnya adalah kebodohan ekologis, atau mungkin sebenarnya sudah tahu secara teori tapi terlanjur kecanduan. Mungkin juga karena pengaruh lingkungan dan budaya.

Para penganut gaya hidup mewah juga melazimkan diri belanja produk-produk pabrikan yang bila itu produk pangan sudah ditambahkan bahan-bahan sintetis yang merusak kesehatan. Soal kemasan, produk pabrikan biasanya menganut “madzhab israfi”, berlebihan. Keberlebihan kemasan mengakibatkan lonjakan volume sampah anorganik secara signifikan, sahingga menjadi masalah besar lingkungan. Belum lagi proses produksi, promosi, dan distribusinya yang juga menimbulkan pencemaran, baik di udara, darat, maupun perairan.

Para produsen produk-produk tidak ramah lingkungan itu kebanyakan juga dari golongan penganut gaya hidup mewah. Demi uang, demi menggenjot angka penjualan, mereka mengadakan kampanye gaya hidup mewah yang berpotensi merusak lingkungan. Dan fatalnya, iklan yang mereka tayangkan dan kemudahan belanja yang mereka tawarkan mampu menghipnosis banyak orang. Pantaslah kalau masyarakat modern ini mengalami kebodohan ekologis stadium lanjut.

Berbagai macam kerusakan lingkungan terjadi akibat gaya hidup amburadul penduduk bumi. Lalu berbagai persoalan hidup muncul sebagai dampak lanjutan. Pangan, kesehatan, kependudukan, hancur terkena efek kerusakan alam. Dan sedihnya, sampai kini persoalan lingkungan belum mendapat perhatian yang mendalam, upaya-upaya menanganinya baru bersifat permukaan. Dan yang paling disayangkan adalah, para pegiat dakwah Islam sendiri pun kebanyakan masih mengalami kebodohan ekologis. Mereka merasa tak berdosa saat melakukan amalan hedonis.

Kebodohan ekologis di kalangan Muslim rupa-rupanya berangkat dari pemahaman akhlaq yang dipersempit. Akhlaq baru dimaknai sebatas hubungan baik antar sesama manusia saja. Bagaimana berinteraksi dengan lingkungan hidup terluput untuk dikaji. Padahal sejatinya, perilaku ekologis (bijak lingkungan) merupakan wujud nyata dari akhlaq manusia terhadap Allah subhanahu wa ta’ala. Berjiwa bijak lingkungan adalah tuntutan iman. Untuk pembahasan ini mungkin akan kami ketengahkan pada edisi depan.

Yang pasti, kita berharap semoga kerusakan-kerusakan alam yang sudah terjadi saat ini akan menyadarkan kita untuk kembali tunduk patuh kepada tatanan hidup yang Allah subhanahu wa ta’ala gariskan.

“…. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (ar-Ruum: 41).

Bila kita sudah sadar bahwa gaya hidup mewah seperti buah beracun yang menghancurkan masa depan, lalu berhijrah ke gaya hidup zuhud dan sederhana seperti dicontohkan Rasulullah dan para shahabat, semoga alam ini kembali berwajah asri seperti sediakala, dan anak cucu kita bisa menikmatinya dengan penuh syukur padaNya, aamiin.

Wallahu a’lam. [IB]

Tags: fasilitas mewahKaya
ShareTweetSend
Previous Post

KPAI Minta Pembahasan Raperpres JKN Dihentikan

Next Post

Idealisme Pemimpin Hanya Dalam Naungan Islam

Next Post
Idealisme Pemimpin Hanya Dalam Naungan Islam

Idealisme Pemimpin Hanya Dalam Naungan Islam

Bagai Tikus Mati di Lumbung Padi

Bagai Tikus Mati di Lumbung Padi

Hadapi Tahun Politik DDII Perkuat Program Dakwah

Hadapi Tahun Politik DDII Perkuat Program Dakwah

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Buah Beracun Itu Bernama Gaya Hidup Mewah

Buah Beracun Itu Bernama Gaya Hidup Mewah

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.