• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Internasional

Akibat Pembantaian Rezim Komunis Khmer Merah, Muslim Kamboja Kehilangan Generasi Terdidik Sejak 1970

12 Feb 2016
in Internasional, NEWS
Reading Time: 2 mins read
A A
Akibat Pembantaian  Rezim  Komunis  Khmer Merah, Muslim Kamboja  Kehilangan Generasi  Terdidik  Sejak 1970
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PHNOM PENH, (Panjimas.com) – Seorang saksi dalam proses Pengadilan Kamboja atas Tentara Komunis Khmer Merah baru-baru ini   telah menegaskan masalah-masalah yang dialami masyarakat Muslim Cham di negara itu, bahwa Muslim Cham   telah   menghadapi masalah trauma mendalam dan depresi berat   akibat pemusnahan, keluarga, tetangga, pemimpin dan para   generasi   terdidik muslim   Cham, menyusul pembantaian   atas ratusan   ribu jiwa   oleh   komunis Khmer Merah   pada   periode 1970-an.

Seperti dilansir oleh Anadolu Agency, Ysa Osman, seorang peneliti Muslim Cham, yang juga berprofesi sebagai analis dan penulis mengatakan pada hari Rabu (10/02/2016) bahwa mereka yang   menjadi saksi pembunuhan keluarga dan   tetangga mereka ” mengalami   trauma dan depresi berat, bahkan   perasaan seperti ini tetap mereka rasakan hari ini”.

“Tidak ada lagi Pemimpin yang berpendidikan. Setelah mereka   dibantai … tidak ada   guru agama, dan   anak-anak   menjadi buta akan   ilmu agama dan studi Islam, dan hal itu   tetap hingga kini, “katanya, setelah dirinya   bersaksi selama interogasi oleh jaksa penuntut umum di Pengadilan Phnom Penh, Kamboja.

Selama kesaksiannya, Osman mendasarkan atas ingatan beberapa saksi Muslim Cham yang telah bersaksi dalam Kasus 002/02, dimana mantan Khmer Merah, Pemimpin Negara, Khieu Samphan dan saudara ke-duanya, Nuon Chea didakwa atas genosida (pembantaian massal).

Sebagai “saksi ahli”, ia (Ysa Osman) berbicara secara lebih luas tentang cerita-cerita Muslim Cham di Kamboja, dari asal-usulnya di wilayah Champa di Vietnam selatan hingga soal penghancuran Muslim Cham dibawah rezim ultra-Maois, Khmer merah, dan   perjuangan mereka untuk   mendapatkan   kembali kejayaan mereka saat ini.

Osman mengatakan bahwa, sementara ini   ia belum melihat   dokumen   spesifik yang menguraikan tentang pemusnahan Muslim Kamboja, mencatat berdasar dari lebih   dari   200   korban yang selamat dan para   pelaku yang merupakan dasar bagi banyak penelitiannya, termasuk wawancara dengan orang-orang yang telah melihat bukti-bukti perintah pemusnahan tersebut.

Itu setelah pemberontakan yang dipimpin Cham pada tahun 1975 – tahun yang sama dengan saat Khmer Merah berkuasa di Kamboja – bahwa   pembantaian masyarakat Muslim saat itu   mulai   digalakkan, kata Osman.

“Kebijakan pemusnahan total terjadi setelah pemberontakan,” katanya kepada Pengadilan, dengan saat Muslim Cham yang kembali ke   Svay Khleang – wilayah   di mana pemberontakan digerakkan – kemudian mereka “dikumpulkan, ditangkapi dan   dibunuh”.

“Pembunuhan itu terjadi   tanpa pandang   bulu; apakah   mereka adalah perempuan, anak-anak atau bahkan   jika   mereka setuju untuk makan daging babi atau mereka   tidak lagi bisa berbicara bahasa Cham … jika mereka Muslim Cham berdarah campuran, mereka pun tak luput dari pembantaian. Mereka dibawa pergi lalu dibunuh. ”

Osman mengatakan bahwa dirinya terus diganggu oleh ketidakmampuannya untuk secara tepat menjelaskan mengapa hal itu dapat terjadi, tepatnya, Komunis Khmer Merah   maju untuk memusnahkan para penduduk Muslim – terutama ketika mereka sudah memaksa mereka (Muslim Cham) untuk   meninggalkan   kebiasaan-kebiasaan Islam mereka, pakaian muslim, bahasa dan ibadah puasa mereka.

“Bahkan jika ada diantara mereka yang terpaksa   beradaptasi   untuk   hidup dengan cara yang rezim komunis [Khmer Merah] inginkan, dan   mereka masih juga dibunuh,” kata Osman, menambahkan bahwa ia – sendiri – akan   mati tanpa bisa mengerti,   karena ia tidak bisa menemukan jawaban mengapa pembantaian atas Muslim terjadi.

Kehancuran berikutnya bagi masyarakat Cham di Kamboja sangat signifikan, katanya, ia   memperkirakan   bahwa   sekitar 200.000 selamat   dari   pembantaian dan   hingga   500.000 tewas.

Namun, dia   menggarisbawahi   bahwa   kerusakan akibat pembantaian rezim komunis itu bahkan   melampaui   dari hilangnya nyawa semata.

Mereka kehilangan pemimpin terdidik, guru-guru agama, ustad yang membuat generasi selanjutnya hingga anak-anak mereka buta akan agama dan   studi Islam.

“Anda bisa melihat ada perkembangan yang luar biasa atau   kemajuan dalam   komunitas Muslim Cham dan akibatnya   hanya ada sedikit Pemimpin agama, dan itu adalah   hasil   pembantaian dari rezim komunis Khmer Merah,” katanya.

“Jika mereka (Khmer) tidak   membunuh mereka (Muslim), masyarakat Muslim Cham akan berada   dalam   bentuk yang jauh   lebih   baik   dan   diakui   oleh dunia,” ia   menekankan. [IZ]

Tags: headlinesKhemer MerahKomunis KambojaMuslim Kamboja
ShareTweetSend
Previous Post

Terungkap, Ternyata ini Tujuan Pemindahan Mendadak Ustadz Ba’asyir ke LP Pasir Putih

Next Post

LSM Thailand Ungkap Penyiksaan Sistematis Atas Muslim Pattani

Next Post
Militer Thailand Makin Kejam Terhadap Muslim Pattani

LSM Thailand Ungkap Penyiksaan Sistematis Atas Muslim Pattani

Barisan Pembela Maksiat Selenggarakan Diskusi Penolakan RUU Minol

Barisan Pembela Maksiat Selenggarakan Diskusi Penolakan RUU Minol

Ryamon Michael Sebut tak Ada Ayat Al Quran yang Haramkan Minol

Ryamon Michael Sebut tak Ada Ayat Al Quran yang Haramkan Minol

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Akibat Pembantaian  Rezim  Komunis  Khmer Merah, Muslim Kamboja  Kehilangan Generasi  Terdidik  Sejak 1970

Akibat Pembantaian Rezim Komunis Khmer Merah, Muslim Kamboja Kehilangan Generasi Terdidik Sejak 1970

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.