• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Nasional

Mbah Wono Sosok Dai di Kampung Marjinal Gudang Kuning Solo

30 Aug 2016
in Nasional, NEWS
Reading Time: 2 mins read
A A
Mbah Wono Sosok Dai di Kampung Marjinal Gudang Kuning Solo
0
SHARES
72
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SOLO,(Panjimas.com) – Gudang Kuning, sebuah kampung yang berada di pinggir rel Stasiun Balapan termasuk wilayah Keluarahan Gilingan, Banjarsari. Kondisi masyarakat marjinal terbiasa dengan kemaksiatan dan awam akan agama mendorong Panjimas untuk mendatanginya, Senin (29/8/2016).

Masyarakat Gudang Kuning yang dulunya terdata sebagai warga yang beragama Islam, sekarang presentasinya 60% muslim dan 40% non muslim. Sedangkan, beberapa pengurus Rukun Tetangga (RT) lebih parah, presentasinya sampai 70% non muslim. Gempuran Kristenisasi sampai saat ini terus terjadi, masyarakat Gudang Kuning sedikit yang memperhatikan bagaimana menegakkan agama Islamnya.

Salah satu tokoh masyarakat Gudang Kuning, Mbah Wono mencoba mendakwahkan Islam dengan cara Nabi Muhammad saat belum banyak pengikut. Namun Mbah Wono mengemasnya dengan konsep yang berbeda.

“Saya coba sentuh mereka dengan mengambil hati, dulu ibu-ibu itu pelaku PSK, suami istri berjudi bersama biasa. Sekarang saya berdayakan untuk membuat UKM (Usaha Kecil Menengah), kita koordinasi dengan tokoh Ulama di Solo, saya cerita begini-begini, alhamdulillah mereka dukung”katanya.

Menghadapi premanisme, Mbah Wono mencoba tidak menyalahkan apa yang mereka kerjakan, sesekali disapa diajak minum diangkringan. Membicarakan hal-hal ringan, kondisi keluarga dan anak mereka menjadi topik yang disentuhnya.

“Ndak, saya ndak ngobrol tentang mereka habis meras siapa dapat berapa, mencopet, mencuri dimana. Saya sapa mereka, yuk minum yuk, saya yang bayarin. Nah disitu kita mulai obrolan bagaimana anakmu, pada sehat? Istrimu ada kerjaan tidak, ni kita butuh orang untuk masak, jualkan jajanan. Ya gitu-gitu mas” ujarnya.

Mbah Wono mengaplikasikan teladan Rasulullah yang setiap hari menyuapi seorang Yahudi buta, mendatang orang sakit yang sering meludahinya, melempari kotoran, mendo’akan preman agar diberi hidayah Allah. Dia terapkan pada warga Gudang Kuning untuk menyebarkan ajaran Islam.

“Saya berusaha memberi contoh, setiap pagi habis shubuh saya menyapu jalan, saya direndahkan sebagai tukang sapu ndak apa. Tapi saya ingin mereka tahu bahwa kebersihan itu ciri orang yang beriman, supaya mereka juga bangun pagi, orang Islam punya kewajiban untuk bangun pagi sholat shubuh. Dan selama 35 tahun itu wilayah sini bersih itu ya baru itu, saya mulai itu” ucapnya.

Meski demikian, perjalanan dakwah Mbah Wono tidak selamanya berjalan mulus, fitnah dan boikot juga dialaminya. Ibarat pohon semakin tinggi, semakin kencang anginnya. Beliau dituduh mengkorupsi uang jama’ah, memiliki tujuan mencari kekayaan dan lain sebagainya.

“Pernah saya dituduh korupsi infaq jama’ah, ya saya ngalah dulu sampai satu setengah bulan saya tidak ke masjid. Diusir dari situ ya ndak apa, dituduh macem-macem tapi kan masyarakat menilai sendiri. Ada warga yang dulu saya dakwahi untuk sholat, tahu saya terusir sampai nangis, mbah Wono jangan pergi mbah, jangan pergi, sampai begitu”ucapnya.

Gerakan Mbah Wono nampaknya tercium oleh Gereja, upaya menghadang dakwahnya baru dirasa dua tahun belakangan ini. Mbah Wono mengetahui juga dari informasi teman-teman media, dirinya berharap ada media Islam yang mendampingi dakwahnya.

“Ada teman media (wartawan.red), dia ngomong, mbah kegiatan mbah Wono itu didukung media mereka (Gereja) itu ngerti. Sampai tokoh Gereja menilai kok wilayah marjinal Solo yang megang mbah Wono itu tahu. Makanya mbah Wono itu jangan sampai didukung, lha ini baru saya rasakan satu dua tahun ini” cetusnya.

Target saat ini, Mbah Wono menginginkan berdirinya mushola di wilayah Gudang Kuning, minimal ada tempat anak untuk belajar TPA. Upaya untuk mewujudkannya, Mbah Wono bergerak mulai dari mengajak pengurus RT, sampai meminta persetujuan Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo.

“Saya mempunyai cita-cita mendirikan masjid, setidaknya ya mushola lah. Yang terpenting saya sampaikan dulu pada DDII, MUI dan tokoh yang lain. RTnya mendukung, tapi ini masih hak pakai karena tanah ini kan milik KAI. Kita nanti beli hak pakainya kita dirikan mushola nah itu nanti kita mulai mendakwahi pelacur, preman-premannya kita ajak anak-anak mereka dulu biar tersentuh, begitu” ucapnya lirih. [SY]

Tags: headlinesJudikristenisasiMbah Wonoprostitusi
ShareTweetSend
Previous Post

Mantan Jenderal Berebut Partai Gurem, Siapa yang Sah?

Next Post

“Jika Pak Wiranto Tarik Dukungan ke Ahok, Umat Islam Doakan Husnul Khotimah”

Next Post
“Jika Pak Wiranto Tarik Dukungan ke Ahok, Umat Islam Doakan Husnul Khotimah”

“Jika Pak Wiranto Tarik Dukungan ke Ahok, Umat Islam Doakan Husnul Khotimah”

Ahmad Dhani: Akhirnya Saya Bisa Duduk dengan FPI, Lawan Ahok Sampai Tetes Darah Penghabisan

Ahmad Dhani: Akhirnya Saya Bisa Duduk dengan FPI, Lawan Ahok Sampai Tetes Darah Penghabisan

[VIDEO] Cadas!!! Ahmad Dhani Kritik Jokowi & Lawan Ahok

[VIDEO] Cadas!!! Ahmad Dhani Kritik Jokowi & Lawan Ahok

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Mbah Wono Sosok Dai di Kampung Marjinal Gudang Kuning Solo

Mbah Wono Sosok Dai di Kampung Marjinal Gudang Kuning Solo

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.