JAKARTA (Panjimas.com) -Farhat Abas akhirnya ditegur Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf terkait ucapannya yang kontroversial dan bermuatan SARA. Melalui akun Instagram @farhatabbastv226, Senin (10/9) lalu, Calon anggota legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menulis: ‘Pak Jokowi adalah Presiden yang menuntun Indonesia masuk surga’.

Selain itu, dia pun memberikan keterangan: “Yang Pilih Pak Jokowi Masuk Surga ! Yang Gak Pilih Pak Jokowi dan Yang Menghina, Fitnah & Nyinyirin Pak Jokowi ! Bakal Masuk Neraka ! ( jubir-Indonesia)”.

Wakil Sekretaris TKN Raja Juli Antoni mengatakan pernyataan Farhat tidak sesuai dengan narasi Jokowi-Maruf. “Kami terus terang akan berikan teguran internal ke Farhat. Ini bukan narasi Pak Jokowi-Maruf,” ujar Antoni di Gedung High End, Jakarta, Rabu (12/9).

Antoni mengatakan hal yang dilakukan Farhat merupakan ekspresi personal. Sebab, ia menyebut TKN Jokowi-Maruf tidak memainkan isu agama, termasuk soal akhirat.

Menurutnya Pilpres merupakan urusan duniawi yang tidak ada sangkut pautnya dengan urusan agama. “Kami tidak main isu agama, apalagi dengan aspek akhirat. Ini soal duniawi,” ujarnya.

Terkait dengan hal itu pula, ia menyampaikan Farhat bukan juru bicara TKN Jokowi-Maruf. Ia menyebut Farhat yang merupakan caleg PKB itu hanya mengikuti pelatihan yang digelar TKN Jokowi-Maruf.

Ia berkata juru bicara TKN Jokowi-Maruf, yakni Ahmad Basarah, Johan Budi, Abdul Kadir Karding, TB Ace Hasan Syadzily, Irma Suryani Chaniago, Arif Budimanta, Arya Sinulingga, dan Lena Haryana Mukti. “Mas Farhat memang tidak jadi jubir, tapi jadi bagian dari tim kampanye,” ujar Antoni.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding, di kantor TKN, Jakarta, Rabu (12/9). “Saya sudah tegur karena khawatir dianggap itu kebijakan TKN. Itu bukan kebijakan TKN. Itu murni pribadi statement Pak Farhat Abbas sendiri yang kira-kira fanatik sama Pak Jokowi. Kalau soal statementnya seperti itu silakan tanya ke Pak Farhat sendiri,” ucapnya.

Dia menegaskan, tegurannya langsung disampaikan ke Farhat Abbas karena ditakutkan membuat orang salah paham. “Ya saya bilang begini, jangan membuat statement yang bisa ditafsiri orang maupun dipahami orang itu menghina, mem-bully kelompok lain. Itu tidak baik. Itu bisa merugikan Pak Farhat sendiri, merugikan partai, merugikan paslon. Sudah, sudah saya tegur,” jelas Karding.

Sementara itu, Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto menegaskan, semua tim seharusnya memang menyampaikan hal positif ke masyarakat. “Intinya seluruh tim kampanye memiliki komitmen untuk menyampaikan hal yang positif kepada rakyat,” pungkasnya.

Farhat Beladiri

Farhat Abas yang juga calon anggota legislatif dari partai PKB, menjelaskan alasan dirinya membuat tulisan di sosial media. Farhat mengatakan tulisannya tersebut merupakan pantun, seharusnya orang yang kontra dengan gerakan #2019tetapJokowi jangan salah menafsirkan atau gagal paham.

“Saya berpantun, pilih Jokowi masuk surgawi, pilih mereka masuk neraka. Daripada menghina fitnah, bully, atau nyinyir orang, mending memuliakan orang lain. Silakan tafsirkan positif,” kata Farhat.

Farhat meminta agar netizen dewasa dalam berpikir dan mencermati sebuah kata. “Balas saja kata dengan kata. Jangan apa di pikiran saya ditafsirkan miring atau negatif seenak kalian,” katanya.

Dikatakan Farhat, pernyataannya soal surga itu, artinya dia percaya dan yakin dengan revolusi mental Jokowi buat bangsa ini, Jokowi menuntun bangsa masuk Surga. “Untuk masuk surga enggak harus mengubah sistem yang inkonstitusional,” katanya.

Lagipula kata Farhat, dalam statusnya itu dia tidak menyudutkan nama siapapun. “Saya bukan takut mereka, (saya) takut Yang Maha Kuasa,” katanya.

Farhat menilai, ada yang salah menafsirkan atau mengartikan pernyataannya di media sosial. Diketahui, anggota Badan Komunikasi Gerindra Andre Rosiade menuding Farhat bermain isu SARA terkait pernyataannya soal ‘pilih Jokowi masuk surga, pilih mereka masuk neraka’ di media sosial. “Mereka saja yang mengartikan, menafsirkan yang aneh-aneh,” imbuhnya.

Ia kemudian menuding ada yang lebih parah dalam membawa isu SARA dalam kontestasi politik, yakni Amien Rais. Selain itu, Farhat menegaskan dirinya terpaksa membawa masalah ‘surga dan neraka’ karena yang dihadapinya adalah Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Keduanya disebut Farhat sebagai pejabat yang tidak menganggap konstitusi dengan Undang-Undang sebagai hukum yang berlaku. “Nah Amien Rais bilang partai setan dulu itu partai kafir dukung kafir, mereka lebih parah lagi kok,” kata dia. “Mereka asyik memfitnah, menghina, mengejek gitu. Ketika saya melihat disana ada ulama, membawa ulama islam dan sebagainya, saya terpaksa berbicara surga dan neraka,” tukas Farhat membela. (des)