SOLO, (Panjimas.com) – Polemik salibisasi kawasan bersejarah di depan Balaikota Solo menuai protes dari para tokoh Islam Solo Raya. Ustadz Aris Munandar, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Tengah mengaku terkejut dengan desain jalan utama bermotif salib Kristen itu. Pasalnya, Solo adalah daerah mayoritas Muslim.

Ia menilai, dalam pandangan syariat Islam, salib agama lain itu identik dengan arca dan berhala yang wajib ditolak. Hal ini, paparnya, mengacu pada tindakan Nabi Muhammad SAW yang melarang shahabat Adi bin Hatim radhiyallahu anhu ketika memakai salib. Rasulullah memerintahkan agar salib tersebut dibuang, karena benda itu serupa dengan arca dan berhala.

“Umat Islam wajib menolaknya. Dengan spirit menghilangkan bentuk-bentuk berhala di muka bumi ini, maka umat Islam wajib menolaknya,” tegasnya. [ranu, mul]

BERITA TERKAIT:

  1. Ada “Salibisasi” Jalan di Kawasan Bersejarah Depan Balaikota Solo
  2. Inilah Foto Lengkap “Salibisasi” di Kawasan Bersejarah Keraton Surakarta
  3. Protes “Salibisasi” di Depan Balaikota Solo, DSKS Akan Gelar Parade Tauhid Besar-besaran
  4. Dewan Dakwah Jateng Tolak “Salibisasi” Kawasan Mayoritas Muslim
  5. Kasus Salibisasi di Kawasan Bersejarah, Pemkot Solo Jangan Arogan dan Menzalimi Umat Islam