PUTRAJAYA, (Panjimas.com) — Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohamad mengatakan dirinya tidak setuju dengan persepsi yang dipegang oleh sebagian masyarakat Melayu bahwa Ia adalah boneka dalam pemerintahan Pakatan Harapan.

Dalam konferensi pers usai pertemuan Dewan Presiden Pakatan Harapan, Perdana Menteri Malaysia ini membantah tuduhan bahwa pemerintah didominasi oleh DAP.

Mahathir menanggapi sebuah survei yang baru-baru ini yang menyimpulkan bahwa 60% responden Melayu percaya bahwa orang non-Melayu sekarang memegang kendali pemerintah dan bahwa DAP mulai mengusai Putrajaya.

Survei tersebut, yang dilakukan bersama oleh lembaga survei Ilham Centre dan lembaga think tank Penang Institute, yang mewawancarai 2.614 responden Melayu antara periode 24 Oktober hingga 24 Desember 2018.

Survei ini juga menemukan hampir 60% orang Melayu yang disurvei tidak senang dengan kinerja pemerintah Pakatan Harapan.

Dr Mahathir mengatakan survei itu tidak akurat dan itu digunakan sebagai alat oleh partai oposisi untuk membingungkan orang.

“Ada sebagian kecil dari mereka yang tidak bahagia dengan kita. Tapi jelas tidak 60%. Mereka memanfaatkan fiksi ini bahwa Pakatan Harapan dijalankan oleh DAP dan bahwa saya hanya boneka. Saya tidak pernah menjadi boneka,” tegasnya, dilansir dari The Edge Markets.

“Saya telah berbicara dengan banyak orang Melayu. Ini adalah bagian dari kampanye oleh oposisi untuk menggambarkan kami,” tukasnya Mahathir.

Dr Mahathir melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia mengakui bahwa pemerintah perlu berbuat lebih banyak untuk memastikan warga Malaysia mengetahui keberhasilan mereka.

“Kami memahami bahwa orang-orang sekarang kurang fokus pada kesalahan pemerintah sebelumnya. Mereka lebih fokus pada pencapaian oleh Pakatan Harapan, jadi kami ingin membuat mereka mendapat informasi tentang apa yang telah kami lakukan, apa yang sedang kami lakukan, dan apa yang akan kami lakukan.” pungkasnya.

Untuk memastikan hal ini, Mahathir mengatakan pemerintah akan membentuk sebuah badan yang akan fokus pada menangani tuduhan atau klaim yang dibuat terhadap pemerintah dan bekerja untuk mengkomunikasikan pernyataan yang lebih selaras yang tidak akan membuat orang bingung.

“Meskipun banyak yang percaya bahwa koalisi ini tidak akan pernah berhasil, faktanya adalah karena kita mengambil alih pemerintah, kita dapat bekerja bersama di antara kita sendiri dalam menerapkan semua kebijakan pemerintah, baik itu ekonomi, politik, sosial [atau] lainnya,” paparnya.

“Oleh karena itu, meskipun hal ini tidak dilihat oleh orang lain, hal-hal itu adalah keberhasilan yang telah kami capai, dan kami akan mencatatnya dalam waktu dekat,” tandasnya.[IZ]