JAKARTA, (Panjimas.com) – Adanya keberatan dan penolakan yang dilakukan oleh sebagian anggota DPRD DKI atas kebijakan dan inisiatif yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang akan menjual saham kepemilikan Pemda DKI yang ada pada salah satu perusahan Bir rupanya direspon oleh masyarakat.

Tepat seusai kegiatan sholat Jumat dilaksanakan dan berlangsung di berbagai masjid-masjid yang ada di seantero Jakarta. Ratusan umat Islam dan warga Jakarta pada umumnya mendatangi kantor DPRD DKI guna meminta penjelasan dari para anggota dewan terhormat soal masalah tersebut diatas.

baca: Brigade Jawara Betawi Dukung Rencana Penjualan Saham Bir Milik Pemprov DKI Jakarta

Dalam aksi yang dipusatkan di depan kantor DPRD DKI Jl Kebon Sirih tersebut perwakilan peserta aksi diterima langsung oleh anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, Mohammad Taufik, di ruang Media Center DPRD DKI Jakarta. Salah satu perwakilan aksi, yakni Habib Muchsin Alattas, mengungkapkan kekecewaannya terhadap para wakil rakyat di DPRD DKI yang menghambat rencana Anies untuk melepas saham bir milik Pemda DKI di PT Delta Djakarta.

“Para anggota dewan di DPRD adalah perwakilan rakyat DKI Jakarta. Karena itu, kami menyampaikan hal ini secara sopan. Tapi kalau Pak Prasetyo Edi (ketua DPRD DKI) tetap menolak kembali rencana Pak Anies, kami akan kerahkan dan serukan kepada seluruh umat Islam DKI Jakarta untuk kembali turun seperti kasus penistaan agama oleh Ahok (Basuki Tjahaja Purnama),” ujar Habib Muchsin yang juga Ketua DPW  Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta.

baca: Soal Saham Bir, Senator Jakarta: Anies Bukan Tipikal Pemimpin Ingkar Janji

Sementara itu Komandan Brigade 411 Nasional, Basir Bustomi menjelaskan, organisasi yang dia pimpin sekarang lahir ketika pemerintah melukai umat Islam, terlebih dalam urusan agama. Salah satunya ketika Alquran dinista oleh Ahok tempo lalu. Sekarang, ketua DPRD DKI seakan-akan ingin mengulangi lagi kesalahan serupa yang melukai hati umat, yaitu dengan menolak rencana Pemprov DKI melepas saham di PT Delta.

“Maka sudah sangat  jelas dalam Alquran, bir itu haram. Haram tetap haram. Tidak mungkin berubah jadi halal. Kita sudah setengah mati menjaga ini Tanah Betawi. Tapi kenapa DPRD menolak Pak Anies untuk menjual saham bir?” kata Basir.

Dia menuturkan, aksi yang dilakukan umat Islam hari ini bukan untuk mendulang perhatian dari para wakil rakyat, tetapi berangkat dari keresahan masyarakat karena bahaya yang ditimbulkan dari minuman haram tersebut. “Aksi kami ke DPRD ini tidak dibuat-buat. Ini spontanitas. Kami prihatin,” tandasnya. Gubernur yang sudah bertekad melaksanakan amar makruf nahi mungkar, tapi malah hal itu ditolak oleh pihak DPRD.

“Kami ingin Jakarta aman. Tidak ada keributan. Karena itu, tolong dengarkan aspirasi kami untuk kebaikan bersama,” tandasnya pada awak media. [ES]