KARANGANYAR, (Panjimas.com) – Kata kafir itu adalah cara Allah memandang hambaNya dengan kalimat yang paling santun kepada mereka yang belum mendapat petunjuk kepada Allah.

“Jadi siapa yang tidak mendapat hidayah maka Allah memanggil mereka dengan sebutan kafir,” ujar Ustaz Fadlan Garmatan, saat mengisi acara Road Show Ukhuwah di Gedung Serbaguna Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah Ahad, (10/3).

Sementara ada sekelompok orang yang menyebut non Muslim, itu justru ucapan yang paling jahat dan tidak terhormat. Karena non Muslim artinya orang yang tidak selamat.

Dai asal Papua itu menambahkan, Allah sungguh luar biasa memandang kata ini. Maka tidak ada seorangpun yang berhak mengganti kata kafir. Ini dapat diganti jika seseorang mengatakan dua kalimat syahadat.

“Orang beriman menurut Al Quran adalah orang yang tunduk menyebut dua kalimat syahadat. Orang diluar itu menurut padangan Allah tidak beriman maka di sebut kafir,” tambahnya.

Bukan berarti Allah benci, karena ini kalimat yang paling santun karena kata kafir itu artinya tertutup. [RN]