JAKARTA, (Panjimas.com) – Dewan Syuro Al-Irsyad Al-Islamiyyah mendukung penuh langkah Gubernur  DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan melepas saham Pemerintah Provinsi  DKI Jakarta di perusahaan Anker Bir.

“Minuman beralkohol seperti bir itu dilarang oleh agama dan dapat  merusak akal dan jasmani kita. Jadi kami sangat mendukung keinginan  Gubernur untuk melepas saham di pabrik bir,” kata Ketua Dewan Syuro  Al-Irsyad Al-Islamiyyah, KH Abdullah Jaidi, Senin 11 Maret 2019.

baca: Munarman Serukan Jangan Pilih Politisi Yang Menolak Saham Bir Dicabut

Abdullah Jaidi menyitir ayat-ayat Qur’an dan hadits Nabi SAW yang  melarang minuman beralkohol dan menyebutkannya sebagai perbuatan dosa  besar. Misalnya di surat al-Maidah ayat 90-91, di mana tegas  disebutkan bahwa meminum khamar (minuman beralkohol) adalah perbuatan  keji dan termasuk perbuatan setan.

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi,
(berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah dalah  perbuatan keji, termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah  perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan.  Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan  kebencian di antara kalian lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu,  dan menghalangi kalian dari mengingati Allah dan salat; maka  berhentilah kalian (dari mengerjakan pekerjaan itu).”

baca: Para Jawara Ingatkan DPRD Jakarta Agar Tidak Main-Main Soal Kemaksiatan

Dalam surah al-Baqarah ayat 219 juga ditegaskan, “Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah, ‘Pada keduanya itu  terdapat dosa besar.’”

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin ‘Amr, Nabi SAW  bersabda, “Khamr adalah induk dari segala kejahatan, barangsiapa  meminumnya, maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari, apabila ia  mati sementara ada khamr di dalam perutnya, maka ia mati sebagaimana  matinya orang Jahiliyyah.”

Dan sabdanya yang lain, ”Setiap yang memabukkan/merusak akal itu  adalah haram.  Apa-apa yang banyak itu memabukkan, maka yang  sedikitpun haram.”

Abdullah Jaidi juga menegaskan, larangan dan laknat Allah itu bukan hanya bagi peminum, tapi juga bagi semua orang yang terlibat dalam  produksi dan bisnis minuman beralkohol.

Dalam hadits yang diriwayatkan  oleh Anas ra. disebutkan bahwa Nabi saw. bersabda, “Telah dilaknat  oleh Allah swt. di minuman berakohol ada 9 orang yaitu: produsennya,  distributornya, peminumnya, yang membawa, pengirimnya, penjualnya,  yang makan hasil penjualannya, yang membeli, dan yang memesan.”

“Intinya, minuman beralkohol akan merusak akal dan jasmani kita,  hilang rasa malu dan merusak kehidupan masyarat. Setan akan  menghembuskan permusuhan dan kebencian di antara kita disebabkan oleh minuman keras dan perjudian, sehingga merusak tatanan perdamaian di  tengah kehidupan bermasyarakat,” kata Abdullah Jaidi, yang juga ketua  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini..

Jadi menurutnya, sungguh tepat kalau Pemprov DKI sekarang mau melepas
sahamnya di perusahaan bir tersebut agar tidak terkena laknat Allah  dan untuk melindungi rakyat dari hal-hal yang merusak akhlak dan  kedamaian.

Abdullah Jaidi juga sangat menyesalkan tindakan ketua dan beberapa  fraksi DPRD DKI Jakarta yang menolak rencana penjualan saham bir  tersebut. “Tidak masuk akal bila DPRD malah ingin mengundang laknat  Allah,” tegasnya. “Mereka seharusnya menyambut baik rencana Gubernur  yang mau melindungi rakyat itu.”

Ia pun meminta warga DKI, khususnya kaum muslimin, agar berhati-hati
dalam memilih wakil-wakil mereka di Pemilu April nanti dan tidak  memilih caleg-caleg dari partai yang terang-terangan ingin  mempertahankan kepemilikan saham bir oleh Pemprov DKI. [RN]