• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Nasional

Begini Cara Untuk Bisa Membumikan Islam yang Berkemajuan Menurut Ketum PP Muhammadiyah

26 Dec 2022
in Nasional, NEWS
Reading Time: 3 mins read
A A
Begini Cara Untuk Bisa Membumikan Islam yang Berkemajuan Menurut Ketum PP Muhammadiyah
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ponorogo, Panjimas —Supaya konsep Islam yang Berkemajuan tidak berjarak dengan kehidupan dan menjadi wacana semata, perlu untuk dibumikan. Bukan hanya wacana, Islam yang Berkemajuan menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir sebenarnya telah dipraktekkan.

Namun demikian pada urusan tataran teknis bagaimana cara mewujudkan dan membumikan Islam yang Berkemajuan masih perlu diperjelas. Haedar Nashir pada, Sabtu (24/12) di acara Pembukaan Musywil PWM Jatim di Ponorogo empat cara membumikan Islam yang Berkemajuan.

Cara yang pertama adalah dengan mengintensifkan kualitas maupun kuantitas gerakan keagamaan di kehidupan masyarakat. Keberhasilan Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia, imbuh Haedar, tidak bisa dipungkiri karena pendekatan yang digunakan adalah dengan cara damai dan berbasis pada kultur atau budaya.

Model pendekatan tersebut menjadi role model bagi Muhammadiyah jika ingin membumikan Islam yang Berkemajuan khususnya di bangsa Indonesia. Agama bagi bangsa Indonesia merupakan merupakan sumber nilai hidup dalam gerak dinamis kehidupan umat, masyarakat dan bangsa.

Terkait dengan beberapa isu miring yang mengaitkan agama sebagai sumber radikalisasi, perpecahan bahkan politik identitas sebagai suatu yang menghancurkan, Guru Besar Sosiologi ini meminta supaya ada reorientasi dan kembali membaca sejarah perjalanan Indonesia.

“Saya yakin itu perlu kita reorientasi karena sejatinya dalam perjalanan sejarah indonesia, agama menjadi sumber nilai hidup yang mendamaikan, yang menyatukan, yang memberi nafas hidup dan kemajuan.” Ungkapnya.

Kedua, cara membumikan Islam yang Berkemajuan dengan cara membangun dan meningkatkan kualitas pembinaan jamaah dan komunitas masyarakat di akar rumput. Haedar percaya, komunitas akar rumput memiliki kekuatan yang berbasis pada nilai-nilai budaya yang perekat yang kokoh di atas kemajemukan.

Kesadaran atas kemajemukan bangsa Indonesia ini telah sejak awal dimiliki oleh Muhammadiyah. Oleh karena itu, gerakan organisasi sosial keagamaan pada awal 1920-an sudah diterima di seluruh penjuru negeri, seperti pada 1922 sudah menyebar sampai Aceh dan pada 1926 bahkan sampai ke Merauke, Papua.

“Itu menunjukan bahwa Muhammadiyah dengan semangat pembaharuannya hadir bersama masyarakat di komunitas. Maka tidak benar bila Muhammadiyah itu anti budaya, anti tradisi.” Imbuhnya.

Kebudayaan dan tradisi dalam sudut pandang Muhammadiyah dikonstruksi sebagai entitas yang selain menjadi perekat, juga menjadi energi perubahan dan kemajuan. Namun demikian, Muhammadiyah tetap menghormati kelompok lain yang memiliki cara pandang dan cara memelihara tradisi yang berbeda dengan Muhammadiyah.

Ketiga, supaya Islam yang Berkemajuan membumi maka harus ada gerakan amal nyata dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi masyarakat dan umat. Muhammadiyah dalam gerakan amal nyata di empat bidang tersebut memiliki bekal yang cukup, maka harus ditingkatkan kualitasnya untuk membangun pusat keunggulan itu.

Keempat, memperkuat dan mengokohkan bangunan persatuan bangsa dan ukhuwah umat supaya bisa menjadi bangsa besar dan berkemajuan. Dalam hemat Haedar, tidak ada bangsa yang maju jika terjadi pertikaian dan pembelahan. Maka Muhammadiyah diharapkan hadir menjadi perekat persatuan bangsa dan ukhuwah umat.

Ponorogo, Panjimas —Supaya konsep Islam yang Berkemajuan tidak berjarak dengan kehidupan dan menjadi wacana semata, perlu untuk dibumikan. Bukan hanya wacana, Islam yang Berkemajuan menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir sebenarnya telah dipraktekkan.

Namun demikian pada urusan tataran teknis bagaimana cara mewujudkan dan membumikan Islam yang Berkemajuan masih perlu diperjelas. Haedar Nashir pada, Sabtu (24/12) di acara Pembukaan Musywil PWM Jatim di Ponorogo empat cara membumikan Islam yang Berkemajuan.

Cara yang pertama adalah dengan mengintensifkan kualitas maupun kuantitas gerakan keagamaan di kehidupan masyarakat. Keberhasilan Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia, imbuh Haedar, tidak bisa dipungkiri karena pendekatan yang digunakan adalah dengan cara damai dan berbasis pada kultur atau budaya.

Model pendekatan tersebut menjadi role model bagi Muhammadiyah jika ingin membumikan Islam yang Berkemajuan khususnya di bangsa Indonesia. Agama bagi bangsa Indonesia merupakan merupakan sumber nilai hidup dalam gerak dinamis kehidupan umat, masyarakat dan bangsa.

Terkait dengan beberapa isu miring yang mengaitkan agama sebagai sumber radikalisasi, perpecahan bahkan politik identitas sebagai suatu yang menghancurkan, Guru Besar Sosiologi ini meminta supaya ada reorientasi dan kembali membaca sejarah perjalanan Indonesia.

“Saya yakin itu perlu kita reorientasi karena sejatinya dalam perjalanan sejarah indonesia, agama menjadi sumber nilai hidup yang mendamaikan, yang menyatukan, yang memberi nafas hidup dan kemajuan.” Ungkapnya.

Kedua, cara membumikan Islam yang Berkemajuan dengan cara membangun dan meningkatkan kualitas pembinaan jamaah dan komunitas masyarakat di akar rumput. Haedar percaya, komunitas akar rumput memiliki kekuatan yang berbasis pada nilai-nilai budaya yang perekat yang kokoh di atas kemajemukan.

Kesadaran atas kemajemukan bangsa Indonesia ini telah sejak awal dimiliki oleh Muhammadiyah. Oleh karena itu, gerakan organisasi sosial keagamaan pada awal 1920-an sudah diterima di seluruh penjuru negeri, seperti pada 1922 sudah menyebar sampai Aceh dan pada 1926 bahkan sampai ke Merauke, Papua.

“Itu menunjukan bahwa Muhammadiyah dengan semangat pembaharuannya hadir bersama masyarakat di komunitas. Maka tidak benar bila Muhammadiyah itu anti budaya, anti tradisi.” Imbuhnya.

Kebudayaan dan tradisi dalam sudut pandang Muhammadiyah dikonstruksi sebagai entitas yang selain menjadi perekat, juga menjadi energi perubahan dan kemajuan. Namun demikian, Muhammadiyah tetap menghormati kelompok lain yang memiliki cara pandang dan cara memelihara tradisi yang berbeda dengan Muhammadiyah.

Ketiga, supaya Islam yang Berkemajuan membumi maka harus ada gerakan amal nyata dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi masyarakat dan umat. Muhammadiyah dalam gerakan amal nyata di empat bidang tersebut memiliki bekal yang cukup, maka harus ditingkatkan kualitasnya untuk membangun pusat keunggulan itu.

Keempat, memperkuat dan mengokohkan bangunan persatuan bangsa dan ukhuwah umat supaya bisa menjadi bangsa besar dan berkemajuan. Dalam hemat Haedar, tidak ada bangsa yang maju jika terjadi pertikaian dan pembelahan. Maka Muhammadiyah diharapkan hadir menjadi perekat persatuan bangsa dan ukhuwah umat.

Tags: Haedar NashirIslam BerkemajuanKetum PP Muhammadiyah
ShareTweetSend
Previous Post

Yayasan Salam Fil Alamin Perkuat Kerjasama dengan Lembaga Bahasa di Arab Saudi

Next Post

Menag Serahkan Rp34,7 Miliar Bantuan ASN Kemenag untuk Penyintas Gempa Cianjur

Next Post
Menag Serahkan Rp34,7 Miliar Bantuan ASN Kemenag untuk Penyintas Gempa Cianjur

Menag Serahkan Rp34,7 Miliar Bantuan ASN Kemenag untuk Penyintas Gempa Cianjur

Indonesia dan Mafianisme

Indonesia dan Mafianisme

Ucapan Selamat Disampaikan Gubernur Khofifah Kepada Ketua PW Muhammadiyah Jatim Terpilih, Dr Sukadiono

Ucapan Selamat Disampaikan Gubernur Khofifah Kepada Ketua PW Muhammadiyah Jatim Terpilih, Dr Sukadiono

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Begini Cara Untuk Bisa Membumikan Islam yang Berkemajuan Menurut Ketum PP Muhammadiyah

Begini Cara Untuk Bisa Membumikan Islam yang Berkemajuan Menurut Ketum PP Muhammadiyah

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.