• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Nasional

Perubahan dari STI ke STID Mohammad Natsir (Cara Baru Memahami Sejarah Universitas di Indonesia)

29 Dec 2022
in Nasional, NEWS
Reading Time: 3 mins read
A A
Perubahan dari STI ke STID Mohammad Natsir (Cara Baru Memahami Sejarah Universitas di Indonesia)
0
SHARES
255
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dr. Adian Husaini (Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia)

 

Pada 28-29 Desember 2022, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia menyelenggarakan Rapat Kerja Pengurus Pusat, untuk menyusun program kerja tahun 2023. Menjelang Raker, saat menelaah kembali sejarah perjalanan Dewan Da’wah dan Mohammad Natsir, saya menemukan “cara pandang” baru dalam memahami kiprah Mohammad Natsir dalam bidang pendidikan di Indonesia.

Tidak diragukan lagi, bahwa Mohammad Natsir adalah salah satu tokoh pendidikan di Indonesia. Sejak lulus SMA Belanda (AMS/Algemene Middelbare School), tahun 1930, Mohammad Natsir langsung terjun sebagai guru. Setelah itu, Natsir memimpin sekolah Pendidikan Islam (Pendis) di Bandung. Ia juga aktif dalam kepanduan dan organisasi pemuda Islam, serta berguru langsung dengan guru-guru hebat, seperti A. Hassan, Haji Agus Salim, dan Syekh Ahmad Soorkati.

Padahal, setelah lulus AMS, Natsir bisa bekerja sebagai pegawai pemerintah Hindia Belanda, dengan gaji tinggi. Karena berprestasi tinggi di AMS, ia pun mendapat tawaran untuk melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi, baik di Jakarta atau di Belanda. Tetapi, tawaran itu tidak diambilnya. Padahal, sejak kecil Natsir ingin menjadi seorang ”Meester in de Rechten” (Mr.), satu gelar yang dipandang hebat kala itu.

Tahun 1937, Natsir menulis makalah berjudul “Sekolah Tinggi Islam” (STI). Natsir memandang perlunya umat Islam memiliki satu universitas secara formal. Ketika itu, telah ada sejumlah universitas, seperti Technishe Hoge School (THS, Sekolah Tinggi Teknik) Bandung, Rechts Hoge School (RHS, Sekolah Tinggi Hukum) Jakarta, dan Geneeskundige Hoge School (GHS, Sekolah Tinggi Kedokteran) Jakarta. Ketiga universitas itu didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda dalam rangka Politik Balas Budi.

Dalam buku “Alam Pikiran dan Jejak Perjuangan Prawoto Mangkusasmito” (Jakarta: Kompas, 2014), dikisahkan, bahwa pada akhir tahun 1944, Majelis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi) memutuskan untuk mendirikan Perguruan Tinggi Islam dengan nama Sekolah Tinggi Islam. Lalu, dibentuk Panitia Perencana STI yang dipimpin Muhammad Hatta dan sekretaris Mohammad Natsir. Dan pada 8 Juli 1945, STI secara resmi didirikan, dengan rektor pertama KH Abdul Kahar Muzakkir. Tahun 1948, secara formal STI berubah menjadi Universitas Islam Indonesia (UII).

*****

Tampak bahwa peran Mohammad Natsir begitu besar dalam pendirian dan perjalanan STI yang secara formal kemudian berubah menjadi UII. Tetapi, dalam perspektif pemikiran pendidikan dan pendidikan tinggi, gagasan STI oleh Mohammad Natsir kemudian dilanjutkan ke pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir.

STID Mohammad Natsir adalah lembaga pendidikan tinggi yang didirikan oleh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dengan tujuan menjadi pusat kederisasi dai dan pemimpin masyarakat. Para alumninya disiapkan menjadi dai yang siap diterjunkan ke daerah-daerah miskin dakwah seperti daerah pedalaman, perbatasan, minoritas muslim dan suku terasing.

Untuk itu Dewan Dakwah memberikan beasiswa bagi para mahasiswa STID. Para mahasiswa itu diharapkan bersedia mewakafkan jiwa dan raga serta hidupnya untuk berdakwah di jalan Allah. STID Mohammad Natsir didirikan di Jakarta pada tahun 1999 sebagai kelanjutan dari Akademi Bahasa Arab (Akbar), dan Lembaga Pendidikan Dakwah Islam (LPDI) yang dimiliki Dewan Dakwah sebelumnya.

Bahkan, sejak mendirikan dan memimpin Dewan Da’wah, tahun 1967, Mohammad Natsir telah aktif melakukan pendidikan kader-kader dai untuk diterjunkan ke seluruh pelosok Indonesia. Hingga kini, Dewan Da’wah masih terus mengucurkan dana ratusan juta rupiah tiap bulan untuk membiayai ratusan dai di lapangan dan beasiswa untuk lebih dari 800 mahasiswa STID Mohammad Natsir.

Kaderisasi dai Dewan Da’wah juga dikuatkan lagi dengan kehadiran Akademi Da’wah Indonesia (ADI), yang pada Desember 2022, sudah berjumlah 29 ADI. ADI adalah program kaderisasi dai selama setahun. Alumninya sebagian besar melanjutkan ke STID Mohammad Natsir. Alumni STID Mohammad Natsir sendiri, kini berjumlah lebih 800 orang. Mereka telah menjalani program pendidikan ideal sebagai kader dai, guru, dan pemimpin masyarakat, selama minimal 2 tahun.

Dalam pembukaan Raker DDII di Komplek Masjid al-Furqan Dewan Da’wah (26/12/2022), saya menyampaikan, bahwa andaikan Pak Natsir hidup saat ini, insya Allah beliau akan memilih STID Mohammad Natsir sebagai model universitas ideal yang sesuai dengan gagasan dan cita-citanya.

Dan inilah memang tujuan pendidikan menurut Mohammad Natsir: ”Menjadi hamba Allah” adalah tujuan hidup manusia di atas dunia ini, oleh karena itu maka tujuan pendidikan pun tiada lain adalah pencapaian kualitas ”hamba Allah”. Untuk itu, Tauhid harus menjadi dasar pendidikan Islam dan menjadi ”hamba Allah” adalah cita-cita yang harus dicapai dari sebuah proses pendidikan. (Lihat buku Pak Natsir 80 Tahun, (editor: Endang Saifuddin Anshari dan M. Amien Rais), (Jakarta: Media Da’wah, 1988).

Juga, kata Mohammad Natsir: ”Yang dinamakan didikan, ialah suatu pimpinan jasmani dan ruhani yang menuju kepada kesempurnaan dan lengkapnya sifat-sifat kemanusiaan dalam arti yang sesungguhnya.”

Mohammad Natsir pun menyetujui pendapat Dr. G.J. Nieuwenhuis yang menyatakan bahwa kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas para gurunya: ”Suatu bangsa tidak akan maju, sebelum ada di antara bangsa itu segolongan Guru yang suka berkorban untuk keperluan bangsanya.”

Bahkan, Mohammad Natsir menyarankan agar para orang tua mengarahkan anak-anaknya untuk memasuki sekolah-sekolah guru. Seperti dikutip oleh Prof. Dr. Jusuf A. Feisal, dalam makalahnya yang berjudul “Pandangan dan Kebijakan Bapak M. Natsir dalam Masalah Pendidikan”, Mohammad Natsir mengimbau: “Supaya bapak-bapak kita yang tua-tua kiranya sudi pula mengerahkan anak-anak, kemenakan mereka menyeburkan diri dalam lapangan rakyat; mengerahkan mereka memasuki sekolah-sekolah guru yang ada, baik kepunyaan pemerintah atau tidak, asal dengan cita-cita akan bekerja di barisan rakyat, bukan di belakang loket kantoran mereka.”

Menyimak kiprah dan gagasan Mohammad Natsir tentang pendidikan seperti itu, bisa dipahami, bahwa secara subtansial gagasan Pak Natsir tentang pendidikan dan universitas ideal, telah terwujud dengan didirikannya Sekolah Tinggi Islam (1945) dan kemudian dilanjutkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir, tahun 1999. Wallahu A’lam bish-shawab

Tags: DDIISTID Mohammad NatsirUstaz Adian Husaini
ShareTweetSend
Previous Post

Kemenag Menyambut Baik dan Terbuka Mendapatkan Masukan dari Berbagai Pihak Guna Optimalisasi Pelayanan Haji dan Umrah

Next Post

Sekjen Kemenag : Pembangunan Gedung Madrasah Untuk Mendukung Sarana Belajar Mengajar dan Peningkatan Prestasi

Next Post
Sekjen Kemenag : Pembangunan Gedung Madrasah Untuk Mendukung Sarana Belajar Mengajar dan Peningkatan Prestasi

Sekjen Kemenag : Pembangunan Gedung Madrasah Untuk Mendukung Sarana Belajar Mengajar dan Peningkatan Prestasi

Kewajiban Seorang Muslim untuk Menggunakan Waktu dengan Sebaik-baiknya

Kewajiban Seorang Muslim untuk Menggunakan Waktu dengan Sebaik-baiknya

Haedar Nashir Ungkap Ada Potensi Kekuatan Bangsa untuk Bersatu dan Maju

Haedar Nashir Ungkap Ada Potensi Kekuatan Bangsa untuk Bersatu dan Maju

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Perubahan dari STI ke STID Mohammad Natsir (Cara Baru Memahami Sejarah Universitas di Indonesia)

Perubahan dari STI ke STID Mohammad Natsir (Cara Baru Memahami Sejarah Universitas di Indonesia)

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.