• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Nasional

Haedar Nashir : Radikalisme di Kampus, Jangan “Digebyah Uyah”

7 Jun 2018
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Haedar Nashir : Radikalisme di Kampus, Jangan “Digebyah Uyah”
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SOLO, (Panjimas.com) — Isu mengenai radikalisme di kampus pasca pengumuman BNPT terkait data-data kampus yang dituding terpapar radikalisme menuai polemik dari berbagai pihak. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyyah, Dr. Haedar Nashir, berpandangan bahwa isu ini harus dilihat secara lebih seksama oleh semua pihak, dan penanganannya jangan digebyah uyah atau digeneralisasi.

“Penanganan radikalisme di kampus, jangan digebyah uyah, jangan digeneralisasi”, ujar Haedar Nashir kepada panjimas.com, usai mengisi Tabligh Akbar bertajuk “Spirit Ramadhan Untuk Indonesia Berkemajuan” di Masjid Sudalmiyah Rais, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Rabu malam (06/06/2018)

Ia menilai semua pihak harus betul-betul seksama dalam memandang isu ini dan penangananya tidak boleh “gebyah uyah”. “Kita baik di lingkungan perguruan tinggi, kemenristekdikti, maupun di lembaga negara sampai komponen bangsa perlu lebih seksama dengan isu dan wacana sekaligus kesimpulan mengenai radikalisme di dalam kampus”, jelasnya.

Haedar juga mengingatkan bahwa jangan menggeneralisasi dan jangan mudah mengambil kesimpulan, “Sebab kalau digeneralisasi, nanti kesimpulannya kampus sebagai sarang radikal,” pungkasnya.

Haedar menuturkan, radikalisme memang ada di banyak tempat, bisa di kampus, bisa di kampung, bisa di tempat ibadah, bisa di ruang publik, dan sebabnya bisa macam hal. Ia menambahkan cara penanganannya itu perlu betul-betul seksama.

Cara penanganan isu ini menurutnya, perlu pendekatan lebih moderat, “kalaupun ada kampus tertentu atau ruang publik tertentu, lingkungan tertentu diindikasikan radikal, maka coba lakukan pendekatan dengan cara yang lebih moderat dengan pendekatan moderasi”, imbuhnya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah ini mengatakan, terkait pencegahan dan penanganan radikalisme ini, diperlukan kerjasama antara berbagai pihak. Misalkan, seperti ada dari kepolisian dengan kampus, tapi suasananya jangan suasana mencekam. Menurutnya, harus dengan suasana pendekatan yang moderat.

“Karena banyak kampus-kampus di negeri kita ini, justru menjadi tempat persemaian  kader-kader bangsa yang terbaik, bukan sebagai tempat dan benih radikalisme,” tegas Haedar Nashir menekankan fakta dan sejarah kontribusi perguruan tinggi.

 

Al-Islam Kemuhammadiyahan

Saat ditanya mengenai langkah PP Muhammadiyah di kampus-kampus Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan, “PP Muhammadiyah sejak awal sudah melakukan pendekatan lewat al Islam dan Kemuhammadiyahan, dengan pendekatan Islam moderat, Islam berkemajuan.”

“Insya Allah benih radikalisme itu tidak akan tumbuh, tetapi selalu kan di setiap tempat itu, selalu ada kecenderungan ekstrem radikal. Kondisi itu akan ada, dan bukan hanya di Indonesia, di banyak tempat juga begitu. Tinggal, harus ada ‘roadmap’ yang tidak generalisasi, dan juga penindakan yang harus tetap seksama, jelasnya.

Ia menekankan bahwa radikalisme itu telah menjadi kecemasan seluruh komponen bangsa dan pemerintah. “InsyaAllah, Muhammadiyah cukup tangguh bahwa kita menolak segala bentuk radikalisme. Termasuk radikalisme karena ideologi, karena politik. Radikalisme karena politik, juga bisa menampilkan kekerasan politik, ideologi juga akan menampilkan kekerasan ideologi. Jadi, semua jenis radikalisme adalah musuh bersama, tetapi cara penanganan dan pencegahannya, harus dilakukan dengan cara yang seksama,” ujarnya.[IZ]

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags: Al Islam KemuhammadiyahanHaedar NashirheadlinesIslam BerkemajuanRadikalisme Kampus
ShareTweetSend
Previous Post

Krisis Rohingya, PM Bangladesh Desak Tekanan Internasional Pada Myanmar

Next Post

Yatim Muallaf Valentino Nainggolan dan Kakaknya Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Next Post
Yatim Muallaf Valentino Nainggolan dan Kakaknya Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Yatim Muallaf Valentino Nainggolan dan Kakaknya Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

ISAC Minta Sipir yang Menjadi Provokator Lapas Lowokwaru Diproses Hukum

Diduga Lakukan Ujaran Kebencian Mengandung SARA, ISAC Desak Polri Tindak Cornelis

Asrorun Niam Sholeh Kembali Pimpin KPAI

MUI: Jangan Ada Gerakan Pemurtadan Terselubung

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Haedar Nashir : Radikalisme di Kampus, Jangan “Digebyah Uyah”

Haedar Nashir : Radikalisme di Kampus, Jangan “Digebyah Uyah”

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.