MALANG (Panjimas.com)–Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi melakukan groundbreaking pembangunan pabrik PT Suryavena Farma Indonesia, Kamis (11/6), di lahan milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Ketua Umum Haedar Nashir menyatakan pembangunan pabrik berskala industri besar ini merupakan langkah Muhammadiyah untuk meningkatkan kapasitas dan peran ekonomi umat. Menurutnya, kehadiran industri farmasi tersebut tidak menggeser fokus dakwah ekonomi Muhammadiyah yang selama ini juga berpihak pada pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Pembangunan pabrik ini memiliki ketersambungan dengan semangat menaikkan kelas ekonomi umat dan bangsa,” ujar Haedar.
Ia menjelaskan, pembangunan PT Suryavena Farma Indonesia juga menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah membangun sirkulasi ekonomi yang lebih kuat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan di lingkungan Persyarikatan.
Pada tahap awal, pabrik tersebut akan menyuplai kebutuhan cairan infus bagi 135 Rumah Sakit Muhammadiyah-’Aisyiyah (RSMA) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Ke depan, PT Suryavena Farma Indonesia tidak hanya memproduksi cairan infus, tetapi juga ditargetkan mengembangkan berbagai produk kesehatan lainnya, seperti obat-obatan, jarum suntik, serta kebutuhan medis lainnya.
Langkah ini menandai semakin luasnya keterlibatan Muhammadiyah dalam sektor industri kesehatan nasional, sekaligus memperkuat kemandirian ekosistem layanan kesehatan yang dimiliki Persyarikatan.*















