• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home NEWS Nasional

Tiga Tahun 7 Oktober, Sukamta Ingatkan Dunia Jangan Memotong Sejarah Palestina

7 Oct 2026
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Tiga Tahun 7 Oktober, Sukamta Ingatkan Dunia Jangan Memotong Sejarah Palestina
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA (Panjimas.com)— Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mengingatkan dunia agar tidak memotong sejarah Palestina hanya pada peristiwa 7 Oktober 2023. Menurut dia, persoalan Palestina telah berlangsung jauh sebelum serangan dan perang yang terjadi sejak 7 Oktober 2023.

Sukamta mengatakan, tiga tahun setelah 7 Oktober 2023, tragedi Gaza perlu dilihat dalam perspektif yang lebih utuh. Ia menilai, sejarah Palestina tidak boleh seolah-olah baru dimulai pada 7 Oktober.

“Tiga tahun setelah 7 Oktober 2023, kita perlu melihat kembali tragedi Gaza dalam perspektif yang lebih utuh. Jangan sampai persoalan Palestina seolah-olah baru dimulai pada 7 Oktober,” kata Sukamta, Rabu (7/10/2026).

Ia mengibaratkan cara pandang tersebut dengan sejarah penjajahan Indonesia. Menurut dia, membicarakan Palestina hanya sejak 7 Oktober sama seperti membicarakan penjajahan Belanda hanya sejak pecahnya Perang Diponegoro.

“Bagi kita di Indonesia, membicarakan Palestina mulai dari 7 Oktober kurang lebih seperti membicarakan penjajahan Belanda mulai dari pecahnya Perang Diponegoro. Kalau sejarah dimulai dari sana, yang terlihat hanya Diponegoro berperang melawan Belanda, sementara kolonialisme yang sudah berlangsung sebelumnya justru hilang dari cerita,” ujarnya.

Sukamta menegaskan, sebelum 7 Oktober telah terjadi berbagai persoalan yang dialami rakyat Palestina, mulai dari pendudukan, penguasaan tanah, perluasan permukiman, pengungsian, blokade Gaza hingga berbagai pembatasan terhadap kehidupan masyarakat Palestina.

“Begitu pula Palestina. Jauh sebelum 7 Oktober sudah ada pendudukan, penguasaan tanah, perluasan permukiman, pengungsian, blokade Gaza dan berbagai pembatasan terhadap kehidupan rakyat Palestina,” kata dia.

Karena itu, Sukamta meminta agar dunia tidak membalik sebab dan akibat dalam melihat konflik Palestina. Penderitaan rakyat Palestina, menurut dia, tidak boleh justru dibebankan kepada perjuangan mereka untuk memperoleh kemerdekaan.

“Karena itu jangan sampai kita membalik sebab dan akibat. Penderitaan rakyat Palestina tidak boleh justru ditimpakan kepada perjuangan mereka untuk memperoleh kemerdekaan,” ujarnya.

Sukamta juga menekankan bahwa setiap tindakan dalam konflik tetap harus dinilai berdasarkan hukum dan prinsip kemanusiaan. Namun, perdebatan mengenai cara melakukan perlawanan tidak boleh menghilangkan persoalan mendasar yang menjadi latar belakang munculnya perlawanan tersebut.

“Setiap tindakan dalam sebuah konflik tetap harus dinilai berdasarkan hukum dan kemanusiaan. Tetapi perdebatan mengenai cara melakukan perlawanan jangan sampai menghapus persoalan yang melahirkan perlawanan itu sendiri,” katanya.

Menurut Sukamta, dunia juga perlu melihat kondisi Gaza setelah tiga tahun sejak 7 Oktober 2023. Ia menyebut Gaza mengalami kehancuran luar biasa dengan banyaknya korban jiwa, keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, serta masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.

“Tiga tahun setelah 7 Oktober, dunia juga harus melihat apa yang terjadi sesudahnya. Gaza mengalami kehancuran luar biasa. Begitu banyak manusia kehilangan nyawa, keluarga dan tempat tinggal. Rumah, sekolah, rumah sakit dan berbagai sarana kehidupan masyarakat hancur,” ujarnya.

Sukamta mengatakan pembangunan kembali Gaza merupakan kebutuhan mendesak. Namun, rekonstruksi Gaza tidak boleh membuat persoalan Palestina menjadi terlupakan.

“Sekarang Gaza harus dibangun kembali. Tetapi rekonstruksi tidak boleh menggantikan penyelesaian persoalan Palestina,” katanya.

“Jangan sampai Gaza dibangun kembali, tetapi Palestina justru hilang,” tegas Sukamta.

Ia juga mengingatkan adanya upaya rehabilitasi citra dan normalisasi yang berpotensi membuat masyarakat internasional melupakan berbagai peristiwa yang telah terjadi di Gaza.

“Kita juga perlu waspada terhadap upaya rehabilitasi citra dan normalisasi yang perlahan membuat dunia melupakan apa yang telah terjadi. Jangan sampai normalisasi berjalan lebih cepat daripada pertanggungjawaban. Gaza boleh dibangun kembali, tetapi tragedinya tidak boleh dihapus dari ingatan dunia,” ujarnya.

Sukamta menegaskan Indonesia perlu tetap konsisten mendorong bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza. Pada saat yang sama, berbagai upaya tersebut harus diarahkan pada penyelesaian akar persoalan Palestina.

“Indonesia harus tetap konsisten mendorong bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza, sekaligus memastikan semuanya menuju penyelesaian yang sebenarnya: berakhirnya pendudukan dan terwujudnya Palestina yang merdeka dan berdaulat,” kata dia.

“Tiga tahun setelah 7 Oktober, yang kita perlukan bukan memotong sejarah Palestina pada satu hari, tetapi melihat persoalannya secara utuh dan memastikan tujuan akhirnya tidak hilang: kemerdekaan Palestina,” ujar Sukamta.*

ShareTweetSend
Previous Post

Kuliah Gratis, Pendidikan untuk Siapa?

  • Latest
  • Popular
Panjimas.com Rilis Nomor Kontak Baru Redaksi: 0812.60000.560

Panjimas.com Rilis Nomor Kontak Baru Redaksi: 0812.60000.560

18 Jul 2026
Tiga Tahun 7 Oktober, Sukamta Ingatkan Dunia Jangan Memotong Sejarah Palestina

Tiga Tahun 7 Oktober, Sukamta Ingatkan Dunia Jangan Memotong Sejarah Palestina

7 Oct 2026
Kuliah Gratis, Pendidikan untuk Siapa?

Kuliah Gratis, Pendidikan untuk Siapa?

6 Oct 2026
Gila! Ben-Gvir Klaim Seluruh Tepi Barat ‘Milik Israel’, Ancam Bubarkan PA

Gila! Ben-Gvir Klaim Seluruh Tepi Barat ‘Milik Israel’, Ancam Bubarkan PA

6 Oct 2026
Jawara SUCI 12 Guru Mukmin Akan Meriahkan International Islamic Edu Fair 2026 di Solo

Jawara SUCI 12 Guru Mukmin Akan Meriahkan International Islamic Edu Fair 2026 di Solo

3 Oct 2026
Kuliti Kejahatan Militer Zionis Israel di Gaza, Film NAZA Rajai Bioskop Italia

Kuliti Kejahatan Militer Zionis Israel di Gaza, Film NAZA Rajai Bioskop Italia

6 Oct 2026
12 Tahun Masa Transisi Cukup, Ketua MUI Minta Wajib Halal Tak Ditunda Lagi

12 Tahun Masa Transisi Cukup, Ketua MUI Minta Wajib Halal Tak Ditunda Lagi

6 Oct 2026
California Tetapkan Idulfitri dan Iduladha Jadi Hari Libur Resmi Negara Bagian

California Tetapkan Idulfitri dan Iduladha Jadi Hari Libur Resmi Negara Bagian

6 Oct 2026
Tiga Tahun 7 Oktober, Sukamta Ingatkan Dunia Jangan Memotong Sejarah Palestina

Tiga Tahun 7 Oktober, Sukamta Ingatkan Dunia Jangan Memotong Sejarah Palestina

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Pemimpin Zalim yang Menyengsarakan Rakyat

Pemimpin Zalim yang Menyengsarakan Rakyat

Imam Besar FPI: Licik, Tangkap Pelaku Pemasangan Lukisan Gembong PKI di Bandara Soetta

Lukisan DN Aidit Muncul di Bandara, Pakar Anti Komunis: PKI Sudah Bangkit!

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

FUI: Indonesia Darurat Pemurtadan, Bocoran Mabes Polri 2,7 Juta Orang Murtad Tiap Tahun

FUI: Indonesia Darurat Pemurtadan, Bocoran Mabes Polri 2,7 Juta Orang Murtad Tiap Tahun

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.