• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home PARENTING Remaja

Saat Narkoba Berkedok Vape Mengancam Generasi Muda, Apa Solusi Islam?

Bisnis Narkoba mengincar anak muda lewat tren vape. Penindakan saja belum cukup untuk melindungi. Ada persoalan iman, bisnis, sistem dan tanggung jawab negara yang harus dibenahi

12 Oct 2026
in Remaja
Reading Time: 5 mins read
A A
Saat Narkoba Berkedok Vape Mengancam Generasi Muda, Apa Solusi Islam?
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ummu Firly | Aktivis Muslimah

Tren vape di kalangan anak muda menjadi celah yang dimanfaatkan jaringan narkoba untuk mengedarkan zat berbahaya. Salah satunya adalah etomidate, obat anestesi yang disalahgunakan sebagai bahan cairan dalam kartrid vape. Produk berisi zat tersebut dikenal di kalangan pengguna sebagai “pod getar”.

Aparat telah menemukan peredarannya di sejumlah daerah. Pusiknas Bareskrim Polri menyebut jaringan narkoba memanfaatkan tren vape untuk menyasar anak muda. Di Jakarta, harga satu kartrid berisi etomidate dilaporkan berkisar antara Rp3 juta dan Rp6 juta. Pada Juli 2026, Polda Metro Jaya juga mengungkap jaringan internasional dengan barang bukti ribuan kartrid berisi cairan etomidate.

Yang membuat persoalan ini mengkhawatirkan bukan hanya zat yang terkandung di dalamnya. Ada persoalan lain yang tak kalah serius: kejahatan kini semakin pandai menyamarkan dirinya agar terlihat biasa.

…Polri merilis jaringan narkoba memanfaatkan tren vape untuk menyasar anak muda…

Ketika Tren Vape jadi Celah Peredaran Narkoba

Anak muda adalah pasar yang potensial bagi berbagai industri. Sesuatu yang baru, unik, praktis, dan dianggap keren oleh lingkungan sekitar mudah menarik perhatian. Ketika vape sudah lebih dahulu dikenal dan diterima sebagai bagian dari gaya hidup sebagian anak muda, jaringan narkoba tinggal memanfaatkan celah yang sudah terbuka.

Polri mencatat narkoba kini tidak hanya hadir dalam bentuk pil atau serbuk. Zat narkotika dapat dikemas dalam kartrid atau pod yang sekilas menyerupai isi ulang vape biasa. Modus seperti ini membuat narkoba semakin sulit dikenali dan membuka peluang bagi pengguna baru untuk terjerumus. Pengungkapan kasus di sejumlah daerah juga menunjukkan bahwa peredaran pod berisi etomidate bukan kejadian yang berdiri sendiri. Ada jaringan yang bekerja mencari bahan, memproduksi, mengemas, lalu mendistribusikannya kepada konsumen.

…Di belakangnya ada pihak yang memang mencari pasar dan keuntungan.…

Jadi, persoalannya bukan semata-mata tentang seorang anak muda yang salah memilih. Di belakangnya ada pihak yang memang mencari pasar dan keuntungan. Pertanyaannya, mengapa pasar itu begitu mudah ditemukan di tengah generasi muda?

Benteng Akidah di Tengah Tekanan Tren dan Kepentingan Pasar

Di sinilah persoalan generasi tidak cukup diselesaikan hanya dengan razia, penyitaan, atau penangkapan. Sebab sebelum narkoba sampai ke tangan seseorang, biasanya ada proses yang berlangsung lebih dahulu di dalam pikirannya. Ketika ukuran baik dan buruk semakin banyak ditentukan oleh tren, kesenangan, tekanan lingkungan, atau sekadar “yang penting saya nyaman”, sesuatu yang haram pun bisa perlahan dianggap biasa. “Teman-teman saya juga pakai.” “Cuma coba.” “Biar rileks.” “Lagi stres.”

Kalimat-kalimat seperti ini mungkin terdengar sederhana. Namun dari sanalah batas antara boleh dan tidak boleh bisa mulai bergeser. Kasus penyalahgunaan vape etomidate yang melibatkan seorang selebgram juga memperlihatkan bagaimana alasan stres disebut sebagai latar belakang penggunaan. Tentu, stres itu nyata. Tekanan hidup juga nyata. Tetapi apakah setiap tekanan boleh diselesaikan dengan sesuatu yang haram?

Di sinilah akidah seharusnya hadir. Seorang Muslim tidak hanya bertanya, “Apa yang membuat saya nyaman?” tetapi juga, “Apa yang Allah ridai?” Kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi seharusnya membuat seseorang tidak mudah menjadikan tren sebagai pembenaran. Kalimat “semua orang juga melakukan” tidak pernah mengubah yang haram menjadi halal.

…Kalimat “semua orang juga melakukan” tidak pernah mengubah yang haram menjadi halal.…

Akidah karena itu bukan sekadar pengetahuan tentang Allah. Ia harus menjadi kesadaran yang hidup dalam perilaku: menjadi benteng ketika lingkungan mengajak kepada kemaksiatan, menjadi rem ketika rasa penasaran mendorong untuk mencoba, dan menjadi kekuatan ketika seseorang sedang berada dalam tekanan.

Keuntungan Menjadi Ukuran

Persoalan lainnya berkaitan dengan cara sistem ekonomi memandang sebuah aktivitas. Selama ada permintaan, ada konsumen, dan ada keuntungan, pasar akan terus mencari cara untuk menyediakan barang.

Di sinilah kapitalisme menghadirkan persoalan ketika aktivitas ekonomi dilepaskan dari pertimbangan halal-haram dan kemaslahatan manusia. Narkoba tentu tidak muncul hanya karena kapitalisme. Ada individu, jaringan kriminal, faktor keluarga, lingkungan, tekanan sosial, dan berbagai sebab lain yang saling berkaitan. Namun ketika keuntungan menjadi ukuran utama, sesuatu yang merusak pun dapat terus mencari ruang selama masih memiliki pasar.

Dalam kasus pod berisi etomidate, misalnya, barang yang berbahaya itu tidak selalu hadir dengan tampilan yang membuat orang waspada. Ia justru menyerupai produk yang sudah lebih dahulu dikenal masyarakat. Kejahatan pun belajar membaca pasar. Dan ketika generasi muda menjadi pasar yang besar, mereka pun menjadi sasaran yang menggiurkan.

Negara Tidak Cukup Hanya Mengejar Setelah Korban Bermunculan

Di sinilah peran negara menjadi sangat penting. Negara bukan sekadar hadir setelah narkoba beredar untuk menangkap pengedar. Negara juga memiliki tanggung jawab untuk mencegah agar masyarakat, terutama generasi muda, tidak mudah menjadi pasar narkoba.

Saat ini pemerintah dan aparat memang melakukan penindakan. Berbagai pengungkapan menunjukkan adanya upaya membongkar jaringan peredaran tersebut. BNN juga telah mendorong pelarangan vape dalam pembahasan RUU Narkotika dan Psikotropika setelah persoalan penyalahgunaan etomidate dan zat psikoaktif lainnya mencuat. Namun persoalannya tentu lebih besar daripada satu aturan atau satu jenis perangkat.

Sebab hari ini mungkin vape. Besok bisa saja bentuknya berbeda. Jaringan narkoba akan terus mencari celah, sementara generasi muda tetap menjadi sasaran. Karena itu, negara tidak cukup hanya bertanya, “Bagaimana menghukum setelah terjadi?” Negara juga harus memastikan, “Bagaimana agar generasi tidak menjadi korban sejak awal?”

Negara yang berfungsi sebagai raa’in semestinya hadir sebelum kerusakan meluas: mengawasi peredaran, menutup jalur distribusi, melindungi ruang pendidikan dan lingkungan anak, serta memastikan aktivitas ekonomi yang membahayakan masyarakat tidak berkembang menjadi bisnis yang bebas. Perlindungan generasi tidak boleh baru terasa ketika kasus sudah muncul ke permukaan.

Islam tidak hanya melarang narkoba, tetapi membangun bentengnya. Islam memiliki pendekatan yang lebih menyeluruh.

Pertama, Islam membangun akidah sebagai fondasi kehidupan. Generasi tidak hanya diajarkan untuk mengetahui halal dan haram, tetapi dibentuk agar memiliki kesadaran bahwa setiap perbuatannya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Kedua, Islam menjaga akal sebagai salah satu tujuan penting syariat. Segala sesuatu yang merusak akal dan membahayakan manusia tidak dibiarkan menjadi komoditas bebas. Karena itu, persoalan narkoba tidak cukup dipandang sebagai persoalan pilihan pribadi. Ada hak masyarakat yang harus dilindungi, ada masa depan generasi yang harus dijaga, dan ada kewajiban negara untuk memastikan sesuatu yang membahayakan masyarakat tidak berkembang menjadi industri yang menguntungkan.

…Karena itu, persoalan narkoba tidak cukup dipandang sebagai persoalan pilihan pribadi.…

Ketiga, negara dalam Islam tidak hanya menjadi penonton ketika kerusakan terjadi. Negara menjalankan fungsi raa’in, sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa imam atau pemimpin adalah pengurus dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya. Maka pendidikan harus membentuk kepribadian Islam, lingkungan harus dijaga, jalur distribusi barang haram harus ditutup, dan aktivitas ekonomi yang membahayakan masyarakat tidak dibiarkan berkembang. Media pun tidak semestinya menjadi sarana untuk menormalisasi perilaku yang merusak.

Ketika pelanggaran terjadi, hukum ditegakkan dengan sanksi yang berfungsi sebagai zawajir, yakni mencegah pelaku mengulangi kejahatan dan orang lain melakukan kejahatan serupa. Dalam ketentuan syariat, hukuman juga dapat berfungsi sebagai jawabir, yakni penebus dosa bagi pelaku, sesuai dengan jenis pelanggaran dan ketentuan yang berlaku.

Dengan pendekatan ini, upaya melindungi generasi dari narkoba dimulai jauh sebelum seorang anak menjadi pengguna. Perlindungan itu dibangun melalui pengasuhan dalam keluarga, pendidikan, lingkungan yang baik, pengaturan ekonomi, dan pengawasan negara. Landasannya adalah pembentukan generasi yang memiliki ketakwaan kepada Allah serta kesadaran untuk menjaga dirinya.

Jangan Biarkan Kejahatan Berganti Kostum

Hari ini narkoba tidak selalu datang dengan wajah yang menyeramkan. Ia bisa datang dalam kartrid kecil, hadir dengan aroma yang menarik, dikemas sebagai sesuatu yang trendi, ditawarkan oleh teman, bahkan diberi nama yang terdengar ringan: pod getar. Padahal di balik benda kecil itu bisa ada jaringan kriminal, uang dalam jumlah besar, dan masa depan generasi yang dipertaruhkan.

Karena itu, persoalan vape narkoba bukan sekadar tentang vape. Ini tentang bagaimana sebuah sistem kejahatan membaca kelemahan generasi, lalu mengubah kelemahan itu menjadi pasar.

Dan pertanyaan besarnya bukan hanya, “Bagaimana menangkap pengedarnya?” Pertanyaan yang lebih jauh adalah: “Mengapa generasi kita begitu mudah dijadikan sasaran?”

…Kita sedang mempertaruhkan akal, masa depan, keluarga, dan kualitas generasi sebuah bangsa.…

Sebab ketika narkoba sudah masuk ke tangan anak muda, yang sedang kita pertaruhkan bukan hanya kesehatan satu orang. Kita sedang mempertaruhkan akal, masa depan, keluarga, dan kualitas generasi sebuah bangsa.

Maka jangan sampai kita baru sibuk memadamkan api ketika bara sudah menjalar ke mana-mana. Generasi tidak cukup hanya dijauhkan dari narkoba. Generasi harus dibangun dengan iman, dilindungi dengan sistem, dan dijaga oleh negara. [Panjimas.com]

Tags: headlines
ShareTweetSend
Previous Post

Tiga Tahun 7 Oktober, Sukamta Ingatkan Dunia Jangan Memotong Sejarah Palestina

  • Latest
  • Popular
Panjimas.com Rilis Nomor Kontak Baru Redaksi: 0812.60000.560

Panjimas.com Rilis Nomor Kontak Baru Redaksi: 0812.60000.560

18 Jul 2026
Saat Narkoba Berkedok Vape Mengancam Generasi Muda, Apa Solusi Islam?

Saat Narkoba Berkedok Vape Mengancam Generasi Muda, Apa Solusi Islam?

12 Oct 2026
Tiga Tahun 7 Oktober, Sukamta Ingatkan Dunia Jangan Memotong Sejarah Palestina

Tiga Tahun 7 Oktober, Sukamta Ingatkan Dunia Jangan Memotong Sejarah Palestina

9 Oct 2026
Kuliah Gratis, Pendidikan untuk Siapa?

Kuliah Gratis, Pendidikan untuk Siapa?

6 Oct 2026
Gila! Ben-Gvir Klaim Seluruh Tepi Barat ‘Milik Israel’, Ancam Bubarkan PA

Gila! Ben-Gvir Klaim Seluruh Tepi Barat ‘Milik Israel’, Ancam Bubarkan PA

6 Oct 2026
Jawara SUCI 12 Guru Mukmin Akan Meriahkan International Islamic Edu Fair 2026 di Solo

Jawara SUCI 12 Guru Mukmin Akan Meriahkan International Islamic Edu Fair 2026 di Solo

3 Oct 2026
Kuliti Kejahatan Militer Zionis Israel di Gaza, Film NAZA Rajai Bioskop Italia

Kuliti Kejahatan Militer Zionis Israel di Gaza, Film NAZA Rajai Bioskop Italia

6 Oct 2026
12 Tahun Masa Transisi Cukup, Ketua MUI Minta Wajib Halal Tak Ditunda Lagi

12 Tahun Masa Transisi Cukup, Ketua MUI Minta Wajib Halal Tak Ditunda Lagi

6 Oct 2026
Saat Narkoba Berkedok Vape Mengancam Generasi Muda, Apa Solusi Islam?

Saat Narkoba Berkedok Vape Mengancam Generasi Muda, Apa Solusi Islam?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

FUI: Indonesia Darurat Pemurtadan, Bocoran Mabes Polri 2,7 Juta Orang Murtad Tiap Tahun

FUI: Indonesia Darurat Pemurtadan, Bocoran Mabes Polri 2,7 Juta Orang Murtad Tiap Tahun

Pemimpin Zalim yang Menyengsarakan Rakyat

Pemimpin Zalim yang Menyengsarakan Rakyat

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Tiga Tahun 7 Oktober, Sukamta Ingatkan Dunia Jangan Memotong Sejarah Palestina

Tiga Tahun 7 Oktober, Sukamta Ingatkan Dunia Jangan Memotong Sejarah Palestina

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.