• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Relevansi Jurnalisme Rasa

10 Mar 2024
in Uncategorized
Reading Time: 2 mins read
A A
Relevansi Jurnalisme Rasa
0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh:Yons Achmad, Pengamat Media. CEO Kanet Indonesia

(PANJIMAS.COM) — Media dengan gaya jurnalisme rasa. Itu kunci Kompas bertahan bahkan sampai saat ini masih menjadi koran terbesar di tanah air. Ini bukan penilaian saya. Tapi, argumen yang disimpulkan oleh Wijayanto (Wija), Dosen Fisip Undip, Semarang. Hal itu terungkap dalam diskusi Mingguan di kedai buku Cak Tarno Institute, komplek FIB Universitas Indonesia (UI).

Sayang, saya belum berkesempatan hadir dalam acara itu. Hanya membaca ulasannya di Kompas (17/12/18). Sebuah diskusi bertema “Biografi Kompas: Sejarah Hubungan Harian Kompas dan Kekuasaan, 1965-2015. Sebuah even menarik yang diangkat dari bahan disertasi Wija dengan judul “Between Fear and Power: Kompas Indonesia’s, Most Influential Daily Newspaper 1965-2015”.

Sebuah diskusi yang menyibak bagaimana perubahan rezim politik dan otoriter ke demokrasi ternyata tidak serta merta mengubah kultur jurnalistik Kompas. Cara memberitakannya tetap khas, yaitu cenderung sopan, hati-hati dan halus, terutama ketika berhadapan dengan kekuasaan. Soal jurnalisme rasa ini, saya kira akan tetap relevan di era apapun.

Mungkin, ada yang menganggap koran ini bersikap demikian karena ingin cari aman saja. Boleh-boleh saja menganggap demikian. Toh memang dalam sejarahnya, koran ini juga pernah “digebuk” oleh rezim Soeharto. Kompas pernah dilarang terbit pada 21 Januari 1978. Koran ini kembali terbit pada 4 Februari 1978 setelah menandatangani pernyataan tertulis yang isinya permintaan maaf dan berjanji tidak lagi memuat tulisan yang menyinggung penguasa.

Cicero, seorang filsuf asal Yunani pernah bilang “Historia magistra vitae est. Sejarah adalah guru kehidupan,” Barangkali, belajar dari pengalaman pernah “digebuk” inilah yang membuat Kompas punya ciri khas seperti terungkap dalam diskusi itu. Sopan, hati-hati dan halus. Selaras dengan apa yang kerap dituturkan oleh salah satu pendirinya, Jakob Oetama, “the message gets across”. Tetap menyuarakan kritik, tapi selalu berpegangan bahwa kritik selalu ada batasnya. Ini yang membuat Kompas selalu halus, santun, secukupnya, terukur, dan tidak berlebihan ketika melakukan kritik. Sebuah kritik ala Kompas yang konon tidak disampaikan dengan gaya bak singa mengaum.

Walaupun begitu, saya kira, kita juga perlu mendengar ujaran pendiri Kompas yang Lain, PK. Ojong, “Tugas pers bukanlah untuk menjilat penguasa, tapi mengeritik orang yang sedang berkuasa.” Bagi saya, ini justru hal yang lebih penting lagi. Kenapa? Demi keseimbangan. Pers harusnya memang demikian adanya. Bukan menjadi, meminjam istilah filsuf Rocky Gerung sekadar sebagai “brosur pemerintah”. Ya, pers harus kembali ke asalnya. Menjadi yang terdepan dalam melakukan kritik terhadap penguasa.

Jurnalisme rasa, kini menjadi pilihan Kompas. Dalam kajian akademis, biarkan Koran ini berkembang dan bertahan sejalan dengan jati dirinya. Hanya, bagi mereka yang menginginkan sebuah koran yang terus melakukan kritik terhadap penguasa secara tajam, menukik, tanpa basa-basi, bukan Kompas pilihannya. Tapi, barangkali, Koran Rakyat Merdeka salah satu jawaban tepatnya. Atau, ada yang lain? []

Tags: headlinesRelevansi Jurnalisme RasaYons Achmad
ShareTweetSend
Previous Post

Tokoh Betawi: Hentikan Kamp Penahanan Warga Uyghur!

Next Post

Jenazah Katolik di TPU Muslim, Gubernur DIY: Bukan Intoleransi, Tapi Kesepakatan

Next Post
Jenazah Katolik di TPU Muslim, Gubernur DIY: Bukan Intoleransi, Tapi Kesepakatan

Jenazah Katolik di TPU Muslim, Gubernur DIY: Bukan Intoleransi, Tapi Kesepakatan

Soal Muslim Uyghur, DDII: Pemerintah Indonesia Harus Tegur Pemerintah Cina

Soal Muslim Uyghur, DDII: Pemerintah Indonesia Harus Tegur Pemerintah Cina

Prestasi Anies Baswedan yang Sepi Pemberitaan

Prestasi Anies Baswedan yang Sepi Pemberitaan

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Relevansi Jurnalisme Rasa

Relevansi Jurnalisme Rasa

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.