JAKARTA, (Panjimas.com) — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir menegaskan bahwa kontestasi politik tak perlu menjadi penyebab keretakan, konflik, bahkan permusuhan antar elemen bangsa. Muhammadiyah berharap semua pihak dapat memelihara keadaban, kebersamaan, kedamaian, toleransi, kebajikan, dan keutamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kontestasi politik tidak perlu menjadi penyebab dan membawa pada situasi keretakan, konflik, dan permusuhan antar komponen bangsa,” tulis Haedar Nashir dalam naskah pidatonya “73 Tahun Indonesia”, Ahad (12/08/2018).

Menurutnya, Semua pihak dituntut berkomitmen menjaga politik dari berbagai penyimpangan dan transaksi yang menyebabkan kerugian besar bagi kehidupan bangsa dan negara.

Haedar melanjutkan, Kontestasi politik diharapkan tidak semata-mata ingin meraih kekuasaan saja, akan tetapi tidak kalah pentingnya meniscayakan komitmen dan usaha yang sungguh-sungguh dalam mewujudkan idealisme, nilai dasar, dan cita-cita nasional yang luhur sebagaimana telah diletakkan oleh para pendiri bangsa.

“Inilah yang penting menjadi komitmen dan visi kenegaraaan para pemimpin, elite, dan segenap komponen bangsa saat ini dan ke depan,” pungkasnya.

Muhammadiyah menaruh sikap positif dan kepercayaan bahwa dengan komitmen, nilai dasar, dan visi kenegaraan yang fundamental, maka seluruh kekuatan strategis nasional, yakni pemerintah, partai politik, dan segenap komponen bangsa, dapat membangun kesadaran kolektif dan kebersamaan, untuk terus memberi harapan positif bagi seluruh rakyat dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Para pemimpin nasional dari pusat hingga daerah juga diharapkan mengedepankan keteladanan, kebersamaan, kedamaian, dan sikap kenegarawanan yang luhur dalam perikehidupan kebangsaan. Berikan rakyat uswah hasanah, kegembiraan, dan harapan positif untuk hidup lebih baik serta terjamin hak-haknya selaku pemberi mandat kedaulatan di Republik ini. Jangan biarkan rakyat yang penuh nestapa tetapi masih memiliki harapan itu seolah menunggu godot,” tukasnya.

Haedar Nashir pun bermunajat dan mendoakan, semoga Allah Subhanahu Wata‘ala melimpahkan anugerah-Nya yang terbaik bagi bangsa dan negeri tercinta Indonesia, sehingga menjadi Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur.[IZ]