JAKARTA (Panjimas.com)–Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Majelis Ulama Indonesia, Sudarnoto Abdul Hakim, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kabar ditangkapnya wartawan Republika oleh tentara Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
“Atas nama MUI, saya menegaskan bahwa tindakan Israel yang menghalangi langkah kemanusiaan melalui kapal Global Sumud Flotilla, termasuk penangkapan wartawan Republika yang ikut serta dalam misi ini, adalah tindakan yang memalukan,” kata Sudarnoto dalam pernyataannya, Senin.
Menurut dia, tindakan tersebut menunjukkan ketakutan Israel terhadap gerakan solidaritas internasional yang membela kemanusiaan dan perdamaian bagi rakyat Palestina.
“Tindakan ini dengan sangat nyata menunjukkan ketakutan luar biasa Israel terhadap para pembela kemanusiaan dan perdamaian sejati,” ujarnya.
Sudarnoto menilai penangkapan terhadap wartawan maupun relawan kemanusiaan yang berupaya menembus blokade Gaza justru akan memperbesar gelombang perlawanan global terhadap Israel.
Ia juga menyerukan kepada negara-negara yang mendukung perjuangan Palestina untuk mengambil langkah diplomatik dan hukum atas tindakan Israel tersebut.
“Kepada pemerintah Indonesia, saya mendorong langkah-langkah terukur untuk melindungi warga negara Indonesia yang ditangkap Israel. Jangan biarkan mereka ditahan oleh Israel,” katanya.
Selain menuntut pembebasan para relawan dan jurnalis, MUI juga meminta pemerintah Indonesia terus melakukan pembelaan nyata terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.*
















