JAKARTA (Panjimas.com)–Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ukhuwah, Ustaz Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, mengecam keras aksi penembakan brutal yang terjadi di Islamic Center of San Diego, California, yang menewaskan lima orang, terdiri dari tiga jamaah masjid dan dua pelaku yang kemudian bunuh diri. Ia menyebut insiden tersebut sebagai tragedi kemanusiaan sekaligus sinyal meningkatnya ancaman Islamofobia global.
“Kejadian ini adalah bentuk nyata dari kejahatan kebencian yang harus dihentikan. Menyerang rumah ibadah adalah tindakan pengecut dan tidak manusiawi. Ini bukan hanya serangan terhadap umat Islam, tetapi juga terhadap nilai-nilai perdamaian dan keberagaman,” tegas Ustaz Zaitun dalam keterangannya kepada media, Rabu (20/5).
Ia juga menyampaikan belasungkawa serta solidaritas mendalam kepada komunitas Muslim San Diego dan umat Islam di Amerika Serikat.
“Kami turut berduka sedalam-dalamnya atas wafatnya para syuhada dalam tragedi ini, termasuk petugas keamanan masjid yang menunjukkan keberanian luar biasa. Semoga Allah menerima mereka sebagai syahid fi sabilillah,” ujarnya.
Ustaz Zaitun, yang juga Ketua Umum Wahdah Islamiyah dan Ketua Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara, menekankan pentingnya kerja sama global dalam melawan narasi kebencian yang semakin meluas di ruang publik maupun digital.
“Akar dari kejahatan ini adalah ujaran kebencian yang dibiarkan tumbuh, baik di dunia nyata maupun media digital. Kita perlu pendekatan strategis yang melibatkan pemerintah, ormas, tokoh lintas agama, dan media untuk membendung arus Islamofobia dan ekstremisme berbasis kebencian,” tambahnya.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat otoritas Amerika Serikat yang menangani kasus ini sebagai hate crime, serta menyerukan penegakan hukum yang tegas dan transparan.
“Keadilan harus ditegakkan. Dunia tidak boleh lagi permisif terhadap kekerasan berbasis agama. Semua pihak harus bersatu melindungi rumah ibadah dan menjaga ketenangan beragama,” tegasnya.
Insiden penembakan tersebut terjadi pada Senin (18/5) sekitar pukul 11.45 waktu setempat. Tiga pria dewasa tewas, termasuk seorang petugas keamanan. Pelaku yang diduga berusia 17 dan 19 tahun ditemukan meninggal akibat bunuh diri. Polisi menyebutkan adanya catatan bermuatan anti-Islam yang ditemukan di dalam kendaraan mereka, sementara FBI masih mendalami motif sebagai dugaan kejahatan kebencian.
Pihak kepolisian mengamankan lokasi dengan mengunci area masjid, termasuk Sekolah Al Rashid yang berada di kompleks tersebut. Seluruh siswa dilaporkan selamat.*
















