Nahi Munkar

Sensen Rasul Palsu Pernah Divonis Masuk Rumah Sakit Jiwa

Sensen Rasul Palsu Pernah Divonis Masuk Rumah Sakit Jiwa

GARUT (Panjimas.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut membantah jika pria yang mengaku sebagai Rasul, Sensen Komara, belum dieksekusi pasca putusan Pengadilan Negeri Garut pada Juli 2012. Kejari Garut mengklaim Sensen langsung dieksekusi enam bulan setelah vonis majelis hakim. Seperti dilansir[Read More…]

Hasil Investigasi MUI: Ada Upaya Pemurtadan di Bencana Lombok

Hasil Investigasi MUI: Ada Upaya Pemurtadan di Bencana Lombok

JAKARTA, (Panjimas.com) – Banyak kalangan yang menduga jika pihak misionaris melakukan kegiatan pemurtadan di lokasi bencana gempa Lombok, NTB pada berapa waktu lalu itu. Pernyataan itu pun langsung terjawab saat digelarnya kegiatan Seminar Nasional yang bertemakan Kegiatan Pemurtadan di Lokasi[Read More…]

MUI Gelar Seminar Nasional Gerakan Pemurtadan di Lombok Paska Gempa

MUI Gelar Seminar Nasional Gerakan Pemurtadan di Lombok Paska Gempa

JAKARTA, (Panjimas.com) – Adanya dugaan bahwa di lokasi korban bencana Lombok, NTB terjadi kegiatan Pemurtadan (Kristenisasi) berkedok kegiatan bantuan korban bencana akhirnya terjawab saat diadakan acara Seminar Nasional “Mengungkap Fakta Upaya Pemurtadan Pasca Bencana dan Solusinya” yang diadakan di Kantor[Read More…]

Terlalu Fokus ke Politik, Umat Islam Lalai dengan Bahaya Pemurtadan di Daerah Bencana

Terlalu Fokus ke Politik, Umat Islam Lalai dengan Bahaya Pemurtadan di Daerah Bencana

YOGYAKARTA, (Panjimas.com) – Pemurtadan akan terus terjadi mereka akan terus mencari celah agar bisa masuk ke daerah bencana. Di Sulawesi Tengah ditemukan satu keluarga murtad. “Umat Islam sekarang lebih fokus pada politik. Seluruh fikiran dan kemampuan digunakan untuk kepentingan pemilu[Read More…]

Berikut Tips Menanggulangi Pemurtadan di Daerah Bencana

Berikut Tips Menanggulangi Pemurtadan di Daerah Bencana

JAKARTA, (Panjimas.com) – Ditemukannya kasus pemurtadan saat musibah gempa Lombok beberapa waktu yang lalu oleh kelompok misionaris membuat kecewa semua pihak. Musibah bencana disalahgunakan untuk kepentingan golongan. Dan hal ini terjadi tidak sekali dua kali namun berkali-kali saat ada musibah[Read More…]

PKI VI: Lolos dan Menjadi Tikus Hutan

PKI VI: Lolos dan Menjadi Tikus Hutan

(Panjimas.com) – Aku beruntung, karena kesigapanku, tidak tertangkap pasukan Siliwangi. Aku berhasil lari bersama keluargaku. Meski telah menjadi buronan, pasukan Siliwangi tidak pernah bisa menangkapku. Aku memang telah lama dilatih oleh pimpinan PKI dalam metode lari dan bersembunyi. Untuk menangkap[Read More…]

PKI V: Pasukan Siliwangi Menggagalkan Kekejian Mulyanto

PKI V: Pasukan Siliwangi Menggagalkan Kekejian Mulyanto

(Panjimas.com) – Belum lama aku menikmati kemenangan dan hampir jadi Bupati, ternyata ada serangan dari tentara Indonesia pimpinan Soekarno. Beberapa hari sesudah pesta itu, ternyata ada pasukan Siliwangi yang sampai ke Pohrendeng untuk menangkap semua anggota FDR yang ada di[Read More…]

PKI IV: Jasad-jasad Polisi Dimasukkan ke dalam Jamban

PKI IV: Jasad-jasad Polisi Dimasukkan ke dalam Jamban

(Panjimas.com) – Aku betul-betul bisa menari dan berpesta pada 18 September 1948 itu. Tepat di hari saat Kamerad Muso menggumumkan Republik Soviet Indonesia, aku dan anak buahku menyerang markas kepolisian distrik Ngawen (Blora). Sebanyak 24 anggota polisi kusekap. Tujuh polisi[Read More…]

PKI III: Susah Disembelih, Abu Umar Dimasukkan Langsung ke dalam Sumur

PKI III: Susah Disembelih, Abu Umar Dimasukkan Langsung ke dalam Sumur

(Panjimas.com) – Celakanya, hal aneh terjadi pada Abu Umar. Meskipun telah kucoba kusembelih berkali-kali, tetapi ternyata golok yang digunakan tidak mempan, dia ternyata punya ilmu kanuragan kebal tubuh. Dari pada kami pusing, akhirnya Abu Umar langsung kumasukkan ke dalam sumur,[Read More…]

PKI II: Menculik Semua Tokoh Kunci Blora

PKI II: Menculik Semua Tokoh Kunci Blora

(Panjimas.com) – Saat semua penduduk sudah sembunyi, aku dan anak buahku berhasil menculik Abu Umar, Mr. Iskandar, dr. Susanto, Gunandar, dan Oetoro. Dari Blora, kubawa mereka ke dusun Pohrendeng dengan menggunakan mobil. Dua dari lima orang yang kutangkap, adalah pejabat[Read More…]