Nahi Munkar

Antisipasi Kristenisasi MUI Gelar Pertemuan

Antisipasi Kristenisasi MUI Gelar Pertemuan

JAKARTA, (Panjimas.com) – Dalam rangka menyikapi pola penyebaran Kristenisasi (permurtadan) yang ada di Indonesia maka Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam hal ini bidang Komite Dakwah Khusus (KDK) MUI Pusat menyusun konsep dan langkah yang tepat guna  mengantisipasi sekaligus melakukan evaluasi[Read More…]

Berseri & LKG TPQ Tangkal Kristenisasi di Perbatasan Kota Salatiga

Berseri & LKG TPQ Tangkal Kristenisasi di Perbatasan Kota Salatiga

SALATIGA, (Panjimas.com) – Terkait penguatan Aqidah Santri TPQ di perbatasan Kota Salatiga – Semarang,  BERSERI (Berbagi Seribu Sehari) dan LKG TPQ  mengadakan Safari Dakwah TPQ di TPQ Masyaul Athfal Jeblosan, Lopait, Tuntang Salatiga, Semarang. Ahad, (20/1) Kegiatan yang digelar dengan[Read More…]

Sensen Rasul Palsu Pernah Divonis Masuk Rumah Sakit Jiwa

Sensen Rasul Palsu Pernah Divonis Masuk Rumah Sakit Jiwa

GARUT (Panjimas.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut membantah jika pria yang mengaku sebagai Rasul, Sensen Komara, belum dieksekusi pasca putusan Pengadilan Negeri Garut pada Juli 2012. Kejari Garut mengklaim Sensen langsung dieksekusi enam bulan setelah vonis majelis hakim. Seperti dilansir[Read More…]

Hasil Investigasi MUI: Ada Upaya Pemurtadan di Bencana Lombok

Hasil Investigasi MUI: Ada Upaya Pemurtadan di Bencana Lombok

JAKARTA, (Panjimas.com) – Banyak kalangan yang menduga jika pihak misionaris melakukan kegiatan pemurtadan di lokasi bencana gempa Lombok, NTB pada berapa waktu lalu itu. Pernyataan itu pun langsung terjawab saat digelarnya kegiatan Seminar Nasional yang bertemakan Kegiatan Pemurtadan di Lokasi[Read More…]

MUI Gelar Seminar Nasional Gerakan Pemurtadan di Lombok Paska Gempa

MUI Gelar Seminar Nasional Gerakan Pemurtadan di Lombok Paska Gempa

JAKARTA, (Panjimas.com) – Adanya dugaan bahwa di lokasi korban bencana Lombok, NTB terjadi kegiatan Pemurtadan (Kristenisasi) berkedok kegiatan bantuan korban bencana akhirnya terjawab saat diadakan acara Seminar Nasional “Mengungkap Fakta Upaya Pemurtadan Pasca Bencana dan Solusinya” yang diadakan di Kantor[Read More…]

Terlalu Fokus ke Politik, Umat Islam Lalai dengan Bahaya Pemurtadan di Daerah Bencana

Terlalu Fokus ke Politik, Umat Islam Lalai dengan Bahaya Pemurtadan di Daerah Bencana

YOGYAKARTA, (Panjimas.com) – Pemurtadan akan terus terjadi mereka akan terus mencari celah agar bisa masuk ke daerah bencana. Di Sulawesi Tengah ditemukan satu keluarga murtad. “Umat Islam sekarang lebih fokus pada politik. Seluruh fikiran dan kemampuan digunakan untuk kepentingan pemilu[Read More…]

Berikut Tips Menanggulangi Pemurtadan di Daerah Bencana

Berikut Tips Menanggulangi Pemurtadan di Daerah Bencana

JAKARTA, (Panjimas.com) – Ditemukannya kasus pemurtadan saat musibah gempa Lombok beberapa waktu yang lalu oleh kelompok misionaris membuat kecewa semua pihak. Musibah bencana disalahgunakan untuk kepentingan golongan. Dan hal ini terjadi tidak sekali dua kali namun berkali-kali saat ada musibah[Read More…]

PKI VI: Lolos dan Menjadi Tikus Hutan

PKI VI: Lolos dan Menjadi Tikus Hutan

(Panjimas.com) – Aku beruntung, karena kesigapanku, tidak tertangkap pasukan Siliwangi. Aku berhasil lari bersama keluargaku. Meski telah menjadi buronan, pasukan Siliwangi tidak pernah bisa menangkapku. Aku memang telah lama dilatih oleh pimpinan PKI dalam metode lari dan bersembunyi. Untuk menangkap[Read More…]

PKI V: Pasukan Siliwangi Menggagalkan Kekejian Mulyanto

PKI V: Pasukan Siliwangi Menggagalkan Kekejian Mulyanto

(Panjimas.com) – Belum lama aku menikmati kemenangan dan hampir jadi Bupati, ternyata ada serangan dari tentara Indonesia pimpinan Soekarno. Beberapa hari sesudah pesta itu, ternyata ada pasukan Siliwangi yang sampai ke Pohrendeng untuk menangkap semua anggota FDR yang ada di[Read More…]

PKI IV: Jasad-jasad Polisi Dimasukkan ke dalam Jamban

PKI IV: Jasad-jasad Polisi Dimasukkan ke dalam Jamban

(Panjimas.com) – Aku betul-betul bisa menari dan berpesta pada 18 September 1948 itu. Tepat di hari saat Kamerad Muso menggumumkan Republik Soviet Indonesia, aku dan anak buahku menyerang markas kepolisian distrik Ngawen (Blora). Sebanyak 24 anggota polisi kusekap. Tujuh polisi[Read More…]