BANDA ACEH (Panjimas.com)–Forum Dakwah Perbatasan (FDP) kembali membina mualaf dari perbatasan Subulussalam dan Aceh Singkil. Pembinaan intensif untuk 17 saudara baru tersebut dipusatkan di Pesantren Fajar Hidayah, Aceh Besar.
Selain memperdalam Islam, mereka juga mendapat bimbingan wirausaha sehingga diharapkan menjadi mualaf yang kuat secara ekonomi.
Koordinator Forum Dakwah Perbatasan (FDP) Kota Subulussalam, Ustaz Muchlis Pohan, Selasa (19/5) mengatakan, pengiriman mualaf ke Banda Aceh merupakan program rutin yang harus diikuti setiap mualaf yang dibina FDP bekerjasama dengan Pesantren Fajar Hidayah, Blangbintang, Aceh Besar.
“Selama ikut pembinaan intensif, diharapkan para muallaf dapat belajar dengan baik, sehingga sekembalinya nanti ke Subulussalam, dapat menjadi Muslim yang taat beribadah, kuat iman dan ekonominya,” ujarnya.
Dengan begitu, kata Muchlis Pohan, para mualaf tersebut tidak akan tergoda lagi untuk kembali ke agama lamanya.
“Kepada kaum Muslimin di mana saja berada terutama di Aceh, mari kita berpartisipasi dalam pembinaan muallaf ini, turut serta membimbing mereka setelah kembali ke Subulussalam sehingga menjadi mualaf mandiri,” katanya.
Ketua FDP, dr Nurkhalis mengatakan, saat ini lembaga dakwah yang dipimpinnya tersebut terus berupa maksimal memberikan pendampingan terhadap mualaf yang tiap saat jumlahnya terus bertambah.
Selama pembinaan di Pesantren Fajar Hidayah, kata Nurkhalis para mualaf diajarkan dasar-dasar Islam dengan dibimbing para pengajar dari dayah dan pengajar dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh dan Aceh Besar.
Mereka juga diajarkan praktik dasar-dasar ibadah seperti taharah dan shalat serta mengetahui prinsip-prinsip akidah Islamiyah, serta mampu membaca ayat-ayat pendek dari Alquran. []
















