• About Us
  • Archives
  • Blog
  • Contact
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Donation
  • Full Width Page
  • Home
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
No Result
View All Result
Panjimas
Advertisement
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi
No Result
View All Result
Panjimas
No Result
View All Result
Home INSPIRASI

Ratusan Pemeluk Hindu di Lereng Gunung Lawu Masuk Islam Jadi Warga Binaan Dakwah IDC Solo

30 Mar 2022
in INSPIRASI, Muallaf, Nasional, NEWS
Reading Time: 3 mins read
A A
Ratusan Pemeluk Hindu di Lereng Gunung Lawu Masuk Islam Jadi Warga Binaan Dakwah IDC Solo
0
SHARES
63
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KARANGANYAR (Panjimas.com) – Ratusan pemeluk Hindu di kawasan lereng Gunung Lawu sekitar Candi Cetho menyatakan masuk Islam sejak pandemi covid-19. Saat ini tengah dibina di Masjid Al Hikmah Dukuh Sanggrahan, RT 03 RW III, Anggramanis, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.

Masjid Al Hikmah merupakan sebuah masjid kecil di Desa tersebut. Sejak kedatangan pendakwah dari sebuah pondok pesantren yang ditugaskan ke Desa ini pada tahun 2006 silam, masyarakat muslim mulai belajar Islam dan berusaha mengamalkan ajaran Islam termasuk meninggalkan tradisi yang dinilai bertentangan dengan aqidah Islam.

Jamaah masjid yang berjumlah 11 orang yang berusaha meninggalkan tradisi kesyirikan, sempat diisolir dari penduduk setempat.

Mereka yang meninggalkan tradisi dikeluarkan dari perkumpulan warga, dan ketika memiliki hajatan tidak dibantu masyarakat lain bahkan pernah dipersulit.

Saat jamaah masjid tersebut memiliki hajatan, masyarakat yang menentangnya menutup jalan dengan batu, sehingga para tamu tidak dapat menghadiri, bahkan saluran air dimatikan. Kisah itu disampaikan Gimin, salah satu aktifis masjid yang pernah diisolir.

“Waktu itu kan 11 orang, ditarik kurang lebih 50 ribu per orang untuk bersih desa 1 Syuro,” kata Gimin kepada Panjimas.com, Selasa (15/6/2021).

Gimin mengatakan bahwa uang iuran tersebut dibelanjakan untuk membuat peralatan atau makan-makan (sesaji). Biasanya iuran dibelikan seekor kambing untuk sesembahan kemudian dibagikan ke masyarakat per bungkus tiap KK.

“Terus kami menentang ndak mau ikut setelah itu. Dari Islam kan melarang kesyirikan, persembahan selain Allah itu kan dilarang gitu. Terus masyarakat menentang-menentang terus, akhirnya kita itu sama mereka diolok-olok. Katanya kamu Islam Arab ya sana pergi ke Arab, ngenggoni wong Jowo kudu ngenggoni Jowone (tradisi.red),” katanya.

Setelah dikeluarkan dari berbagai perkumpulan warga tersebut, 11 orang muslim tersebut kembali menghidupkan masjid. Dari kejadian tersebut, jamaah masjid semakin bertambah.

“Yang tadinya ikut kelompok RT banyak yang ikut ke Masjid, jadinya kita lebih kuat,” katanya.

Meskipun diisolir dari masyarakat, para jamaah masjid tersebut justru membalasnya dengan muamalah yang baik kepada masyarakat yang menentangnya.

Gimin beserta jamaah yang lain membuat program santunan kepada masyarakat yang kurang mampu, anak yatim dan para janda tua. Santunan tersebut murni sosial, diberikan secara umum tanpa melihat latar belakang agamanya.

“Awalnya kami muamalah, sana (masyarakat) punya hajatan kita bantu bersama, meskipun mereka mengolok-olok, tapi kita diam, muamalah kan tidak dilarang oleh agama,” katanya.

Dikucilkan dari masyarakat tak membuat Gimin beserta jamaah yang lain surut semangatnya untuk berbuah baik dan terus mendakwahkan Islam. Dari kota infak masjid yang dikelolanya bersama takmir, ia membelanjakan  berupa peralatan dapur atau bolo pecah, keranda jenazah dan peralatan lainnya.

Dari peralatan itu, masjid berlaku mandiri atau tidak bergantung kepada pihak lain, justru masjid meminjamkan peralatan tersebut bagi siapapun yang membutuhkan, bahkan umat agama lain termasuk pemeluk Hindu yang menjadi mayoritas di wilayah tersebut.

Gimin

“Hindu juga kami tasarufi, jadi nggak harus umat Islam. Umat Hindu juga kami tasarufi, alhamdulillah baik, biasanya mereka ‘matursuwun le wong aku nyang anu kae wae ra tau diwehi neng pemerintah kok aku Masjid bola bali diwehi wae’ (terimakasih nak, aku saja tidak dikasih oleh pemerintah, kok sekarang dikasih terus dari Masjid)” Kata Bapak tiga anak tersebut.

Dengan muamalah tersebut, masyarakat yang menentang pemahaman dan amalan para jamaah masjid berangsur-angsur pudar.

Jamaah Masjid Al Hikmah tetap memberikan santunan, membantu program-program kemasyarakatan seperti kerja bakti dan sebagainya, namun tetap meninggalkan tradisi yang bertentangan dengan aqidah Islam.

Masyarakat pemeluk Hindu dan yang lainnya saat ini saling menghormati dan bertoleransi. Sehingga kegiatan Masjid Al Hikmah diterima masyarakat dan didukung oleh perangkat desa sekitarnya.

Fenomena ratusan umat Hindu masuk Islam, terjadi sejak Pandemi Covid-19. Pada Ramadhan 1441 H tahun 2020 lalu, datang seorang dai dari Solo yang ditugaskan selama bulan suci Ramadhan.

Dengan metode dakwahnya yang lembut, dai tersebut mampu merangkul seluruh komponen masyarakat dari kalangan muda hingga yang tua. Berkat dakwahnya ke masyarakat dan berkerjasama dengan jamaah Masjid Al Hikmah, menimbulkan ketertarikan tersendiri dari pemeluk Hindu untuk mengucapkan kalimat syahadat.

Namun dalam membina para mualaf di desa tersebut, Masjid Al Hikmah merasa masih membutuhkan bantuan. Hal itu disampaikan oleh Abu Yahya, salah satu aktifis masjid yang membina para mualaf tersebut saat ini.

“Orang-orang sini itu masih butuh moril, materil untuk mensupport mereka, kalau mengandalkan kita-kita sendiri itu masih kurang. Kita dari remaja masjid tempat saya khususnya itu hanya sekedarnya saja, mungkin ya membina untuk sholat, untuk melatih bagaimana cara membaca Al-Qur’an itu saja, yang lainnya untuk menguatkan mereka supaya bisa bertahan dan istiqomah di Islam itu butuh sesuatu yang menguatkan mereka,” terang Abu Yahya.

Abu Yahya mengatakan saat ini membutuhkan figur seorang tokoh, dai yang mampu bermuamalah dengan baik, berakhlaqul karimah, sehingga dapat membina para mualaf yang mayoritas bekerja sebagai petani sayur dan ekonomi menengah kebawah, serta mengembangkan dakwah Islam di lereng Gunung Lawu. Sebuah desa yang mayoritas penduduknya beragama Hindu.

Selain itu, saldo masjid yang minim, belum mampu memberikan santunan secara merata kepada para mualaf.

Tags: headlineshindumualaf
ShareTweetSend
Previous Post

Disebut Status “Imam Besar” Hanya Isapan Jempol, Jaksa Dinasehati HRS dalam Duplik

Next Post

Gubernur DKI Menyerukan Perlindungan Total Dari Dampak Merokok

Next Post
Gubernur DKI Menyerukan Perlindungan Total Dari Dampak Merokok

Gubernur DKI Menyerukan Perlindungan Total Dari Dampak Merokok

Bersepeda dan Akal Sehat

Bersepeda dan Akal Sehat

Dalam Pledoi Habib Ungkap Pernah Bertemu Kepala BIN dan Kapolri serta Ditelpon Menkopolhukam Sewaktu Masih di Mekkah

Doa HRS Kepada Hakim, karena Keputusannya akan Mengantarkan Masuk Surga dan Dijauhkan dari Neraka

  • Latest
  • Popular
Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

Pengumuman Nomor Kontak Baru Redaksi Panjimas.com

8 Mar 2024
Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

Sinead O’Connor Bangga Menjadi Muslim

18 Mar 2024
Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025, Santri Siap Mengusung Kemenangan

20 Nov 2025
Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

Setelah Datangi Jokowi, Abu Bakar Ba’asyir Sambangi DPR

31 Oct 2025
Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

Parade Berkisah Warnai Semarak Hari Santri di Ponpes Mutiara Qur’an Putri Pracimantoro

27 Oct 2025
Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Desak TRANS7 Minta Maaf, Terkait Konten Merendahkan Kiai dan Pesantren

16 Oct 2025
Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

Masjid Kampus Islam: Antara Prioritas dan Efisiensi Anggaran

13 Oct 2025
130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

130 Pendaki Wujudkan Solidaritas untuk Palestina di Gunung Andong

12 Oct 2025
Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

Matahari di Puncak Langit Surakarta: Menguji Akurasi Waktu dengan Jam Matahari Kuno

11 Oct 2025
Ratusan Pemeluk Hindu di Lereng Gunung Lawu Masuk Islam Jadi Warga Binaan Dakwah IDC Solo

Ratusan Pemeluk Hindu di Lereng Gunung Lawu Masuk Islam Jadi Warga Binaan Dakwah IDC Solo

50 Ciri Gangguan Jin

50 Ciri Gangguan Jin

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Dewan Syariah Kota Surakarta Sayangkan Pembangunan Bukit Doa Hollyland Tidak Sesuai Izin dan Prosedur

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Benarkah 2 Juta Muslim Murtad Tiap Tahun?

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Protes Umat Islam Didengar, Bupati Karanganyar Hentikan Sementara Proyek Miniatur Yerusalem Hollyland di Pinggiran Solo

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Hubungan Suami Istri Disunnahkan pada Malam Jum’at?

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

Proyek Bangunan Kristen Super Megah Holly Land di Solo

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Donation
  • Pedoman Media Siber

Seluruh materi baik artikel, berita, foto, video maupun logo dalam situs Panjimas.com bebas copy untuk keperluan dakwah dan referensi non-komersial, dengan mencantumkan sumbernya (Panjimas.com).Anda bisa turut berdakwah dengan mengirimkan informasi, berita, artikel dan opini untuk dipublikasikan non komersial.

Email: [email protected] | Telp/SMS: 0812 60000 560

Copyright © 2026 — Panjimas. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
  • ISLAMIA
    • Aqidah
    • Kuliah Akhlaq
    • Doa & Zikir
    • Fiqih
    • Khutbah
    • Sirah Nabi
    • Thibbun Nabawi
  • INSPIRASI
    • Salafus Shalih
    • Tokoh
    • Muallaf
    • Miracle
      • Mukjizat Qur’an
      • Keajaiban Sunnah
      • Karomah Syuhada
  • NAHIMUNKAR
    • Aliran Sesat & TBC
    • Kristenisasi & Pemurtadan
    • SEPILIS
    • Konspirasi
  • PARENTING
    • Muslimah
    • Remaja
  • Citizens
    • Opini
    • Suara Pembaca
    • Silaturrahim
    • Agenda Umat
  • PANJIMART
    • Properti
    • Produk Digital
    • Rupa-Rupa
    • Resensi Buku
  • GALERI
    • Photo
    • Video
  • SOLIDARITAS
    • Panjimas Care
    • Filantropi

Copyright © 2019
Panjimas. All Rights Reserved.