BELGRADE, (Panjimas.com) — Salah satu Masjid penting pada masa Kekhalifahan Utsmani di Bosnia Herzegovina dikabarakan akan dibuka kembali pada 4 Mei mendatang.

Masjid yang terletak di kota Foca bagian Timur, Masjid Alaca benar-benar dihancurkan oleh pasukan Serbia selama Perang Bosnia pada pertengahan 1990-an.

Dikenal sebagai “Mutiara Bosnia” (Pearl of Bosniia), atau keindahan Foca, Masjid Alaca telah dibangun kembali secara intensif sejak tahun 2014 oleh Direktorat Jenderal Yayasan Turki.

Masjid Alaca akan dibuka pada malam “Hari Masjid Bosnia”, demikian menurut sebuah pernyataan dari Uni Islam Bosnia Herzegovina.

Negara kecil Balkan, yang selamat dari pembantaian besar-besaran selama perang, serta pembantaian dan genosida Srebrenica 1995, memperingati 7 Mei sebagai Hari Masjid Bosnia.

“Tanggal ini dengan cara simbolis mengingatkan kita lebih dari seribu masjid, ruang sholat dan karya amal lainnya, yang dihancurkan dalam perang. Tahun ini, kita menandai wasiat itu memiliki makna khusus dengan membuka kembali Masjid Alaca,” tulis pernyataan Uni Islam Bosnia Herzegovina.

Dibangun pada tahun 1549 di Foca, Masjid Alaca adalah salah satu warisan cagar budaya yang dilindungi di Bosnia Herzegovina. Ini adalah salah satu masjid pertama yang dibangun di negara ini dengan arsitektur klasik Utsmani. Masjid Alaca dihancurkan oleh pasukan Serbia pada tahun 1992 oleh ledakan dinamit.

Batu-batu masjid ditemukan di dua lokasi yang berbeda dengan jarak ratusan meter dari situs yang sekarang. Sisa-sisa masjid itu pun sengaja dikubur.

Sementara terdapat 12 Masjid di Foca sebelum masa perang, sayangnya semua Masjid dihancurkan.

Menurut Uni Islam Bosnia, 614 Masjid, 218 Mushalla, 69 Madrasah Al-Quran, 4 pondok darwis, 37 pemakaman Muslim, dan 405 warisan sejarah yang milik yayasan Muslim dihancurkan selama perang 1990an.

Sekitar 534 Masjid di wilayah yang dikuasai pasukan Serbia dihancurkan, sementara 80 Masjid dihancurkan di wilayah di bawah pasukan Kroasia.

Menurut Uni Islam Bosnia, 80 persen dari 1.144 Masjid di Bosnia dihancurkan atau dirusak. Selain masjid yang dihancurkan dan bangunan keagamaan lainnya dan lebih dari 100 Imam Masjid dibantai oleh pasukan Serbia dan Kroasia.[IZ]